Bahaya Penyakit Hasad yang Merusak Hati dan Agama

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sifat dengki atau hasad memicu kehancuran jiwa dan merusak persatuan.(poto: pondok islami).

Sifat dengki atau hasad memicu kehancuran jiwa dan merusak persatuan.(poto: pondok islami).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Menjalani hidup penuh ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya menghadirkan rasa manis yang amat indah bagi setiap Muslim. Kebahagiaan spiritual ini umumnya tercipta dan hanya dapat dirasakan langsung oleh orang-orang yang mengalaminya.

Sayangnya, keberadaan nikmat yang melimpah kerap memicu rasa dengki dari orang lain. Padahal, sifat iri hati merupakan musuh utama agama sekaligus sumber berbagai keburukan di dunia.

Pencukur Agama dan Perusak Persatuan

Rasulullah SAW memperingatkan umat manusia agar selalu mewaspadai ancaman penyakit dengki perusak agama ini. Beliau menegaskan bahayanya melalui sabda berikut:

دبَّ إليكُم داءُ الأمَمِ قبلَكم: الحسَدُ والبغضاءُ هيَ الحالِقَةُ، لا أقولُ تحلِقُ الشَّعَرَ؛ ولكن تحلِقُ الدِّينَ، والَّذي نفسي بيدِهِ، لا تدخُلُوا الجنَّةَ حتَّى تؤمِنوا ولا تؤمِنوا حتَّى تحابُّوا، أفلا أنبِّئُكُم بما يثبِّتُ ذلك لكم، أفشوا السَّلامَ بينكُم

“Telah merayap kepada kalian penyakit umat-umat sebelum kalian, yaitu hasad dan kebencian. Keduanya adalah pencukur. Aku tidak mengatakan mencukur rambut, tetapi mencukur agama. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan tidak sempurna iman kalian hingga saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang dapat meneguhkan hal itu di antara kalian? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Tirmidzi)

Penyakit ini terus menggerogoti kesehatan mental serta memicu kelelahan jiwa yang berkepanjangan. Selain itu, kebiasaan dengki merusak hubungan antarmanusia dan menghancurkan persatuan masyarakat.

Setan kerap memanfaatkan rasa iri sebagai senjata ampuh untuk memecah belah hati sesama Muslim. Akibatnya, orang yang terjangkit sifat ini selalu mengharapkan hilangnya keberkahan milik orang lain.

Rekam Jejak Hasad dalam Sejarah Al-Qur’an

Sifat dengki mencatatkan sejarah kelam sebagai dosa pertama yang membuat makhluk mendurhakai sang Pencipta. Hal tersebut tampak jelas saat Iblis menolak perintah Allah untuk bersujud menghormati Nabi Adam:

Baca Juga :  Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali dalam Islam

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌۭ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍۢ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍۢ ١٢

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS Al-A’raf: 12)

Tragedi serupa menimpa dua putra Nabi Adam saat Allah hanya menerima kurban dari salah satu di antara mereka. Rasa iri mendorong Qabil melakukan aksi keji hingga membunuh saudaranya sendiri:

فَطَوَّعَتْ لَهُۥ نَفْسُهُۥ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُۥ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ ٣٠

“Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.” (QS Al-Ma’idah: 30)

Kedengkian juga melingkupi kehidupan saudara-saudara Nabi Yusuf hingga memicu konspirasi jahat. Mereka merasa cemburu terhadap kasih sayang sang ayah dan menyuarakan kekesalan mereka:

إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَـٰلٍۢ مُّبِينٍ ٨

“Ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata.” (QS Yusuf: 8)

Perasaan iri itulah yang akhirnya mendorong mereka membuang Nabi Yusuf ke dasar sumur. Kejadian ini membuktikan betapa bahayanya sifat iri yang dapat menjangkiti siapa saja, mulai dari ulama, pejabat, hingga rakyat biasa.

Siksa Batin dan Larangan Rasulullah SAW

Orang yang memelihara sifat iri sesungguhnya membakar batinnya sendiri dalam penderitaan yang tak kunjung padam. Dada mereka senantiasa terasa sempit setiap kali melihat kebahagiaan menyapa orang lain.

Baca Juga :  Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim

Allah SWT mengecam keras perilaku tersebut sebagaimana tertuang dalam firman-Nya:

أَمْ يَحْسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۖ فَقَدْ ءَاتَيْنَآ ءَالَ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَءَاتَيْنَـٰهُم مُّلْكًا عَظِيمًۭا ٥٤

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.” (QS An-Nisa’: 54)

Rasulullah SAW secara tegas melarang kebiasaan saling membenci dan dengki melalui sabdanya:

لا تحاسدوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا… وكونوا عباد الله إخوانًا

“Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menaikkan harga secara tipu daya, jangan saling membenci, … dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muslim)

Para ulama menambahkan bahwa perilaku ini mendatangkan hukuman berat seperti murka Allah serta tertutupnya pintu taufik. Pelakunya juga akan menanggung kesedihan abadi tanpa memperoleh pahala sedikit pun.

Empat Akar Penyebab Sifat Dengki

Timbulnya sifat jahat ini umumnya dipicu oleh empat faktor utama dalam diri seseorang. Faktor pertama adalah lemahnya ketakwaan yang memudahkan godaan setan masuk menguasai hati.

Faktor kedua berakar dari permusuhan serta rasa dendam yang tertanam kuat antarindividu. Sementara itu, faktor ketiga berasal dari sikap sombong yang enggan mengakui keunggulan orang lain.

Faktor terakhir timbul akibat ketidakpuasan terhadap takdir Allah serta minimnya rasa qana’ah. Seseorang yang senantiasa bersyukur dan ridha akan terhindar dari cengkeraman sifat berbahaya ini.(ust)

Berita Terkait

Adab dan Doa Meminum Air Zamzam Sesuai Sunnah
Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali dalam Islam
Hukum Mengulang Surat Sama dalam Salat Dua Rakaat
Doa Saat Sulit Mencari Nafkah Sesuai Anjuran Rasulullah
Solusi Syariat Bisnis Dropship dan Rambu Jual Beli Online bag.2
Hukum Jual Beli Online dalam Islam dan Rambu Syariat bag.1
Aturan Busana Muslimah Sesuai Syariat Islam dan Adab Berpakaian
Mengenal Iqalah Pembatalan Transaksi dalam Fikih Muamalah
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:00 WIB

Adab dan Doa Meminum Air Zamzam Sesuai Sunnah

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:00 WIB

Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali dalam Islam

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Hukum Mengulang Surat Sama dalam Salat Dua Rakaat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:00 WIB

Doa Saat Sulit Mencari Nafkah Sesuai Anjuran Rasulullah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Solusi Syariat Bisnis Dropship dan Rambu Jual Beli Online bag.2

Berita Terbaru

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB