Program Ihram Berkelanjutan Arab Saudi Ubah Kain Haji Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah Haji sedang memakai kain ihram ( poto : HIMPUH )

Jemaah Haji sedang memakai kain ihram ( poto : HIMPUH )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kain ihram bekas menjadi inovasi pengelolaan limbah yang dijalankan oleh Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Program ini mengubah kain ihram bekas jemaah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi mencatat lebih dari 5.000 produk telah dihasilkan dari kain ihram bekas dalam satu tahun terakhir.

Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Kain Ihram Dikumpulkan dan Diproses Secara Terstandar

Program ini tidak membiarkan kain ihram bekas berakhir di tempat pembuangan akhir. Petugas mengumpulkan kain dari jemaah setelah musim haji, lalu melakukan proses pengelolaan secara bertahap.

Tim pengelola kemudian menyortir, membersihkan, hingga mensterilkan seluruh kain sebelum masuk tahap produksi. Proses ini memastikan bahan yang di gunakan kembali memenuhi standar kesehatan dan keamanan.

Setelah proses selesai, kain ihram diolah menjadi berbagai produk seperti tas, bantal, selimut, hingga souvenir. Seluruh produksi berjalan dengan pengawasan ketat untuk menjaga kualitas hasil akhir.

Lebih dari 211 Ton Tekstil Berhasil Dialihkan dari TPA

Program ini mencatat capaian penting dalam pengurangan limbah. Lebih dari 211 ton tekstil berhasil di alihkan dari tempat pembuangan akhir selama musim haji.

Baca Juga :  Mabit di Muzdalifah: Makna, Doa, dan Dalil Haji

Pengurangan volume limbah tersebut membantu menekan emisi karbon yang biasanya muncul dari proses pengelolaan sampah konvensional. Selain itu, pemerintah juga mengurangi biaya transportasi dan pembuangan limbah secara signifikan.

Sistem ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat memberikan manfaat ganda, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi ekonomi.

Program Ihram Berkelanjutan juga memberikan dampak sosial yang nyata. Inisiatif ini menciptakan sekitar 30 lapangan kerja musiman di sektor pengolahan limbah tekstil.

Selain itu, 25 penjahit dari keluarga produktif ikut terlibat dalam proses produksi barang daur ulang. Keterlibatan mereka membuka peluang ekonomi baru berbasis komunitas.

Model ini memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi hijau dan mendorong keterlibatan kelompok keluarga dalam kegiatan produktif yang berkelanjutan.

Dukung Visi Saudi 2030 dan Ekonomi Hijau

Pemerintah Arab Saudi menempatkan program ini sebagai bagian dari implementasi Visi Saudi 2030. Program ini juga selaras dengan Program Transformasi Nasional dan Program Kualitas Hidup.

Selain aspek lingkungan, program ini memperkuat sektor nirlaba dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi berbasis komunitas. Pendekatan ini memperluas dampak sosial dari kebijakan pengelolaan limbah.

Baca Juga :  Aa Gym Tegaskan Akhlak Mulia Lebih Utama dari Jabatan dan Harta dalam Kehidupan

Partisipasi jemaah dalam mendonasikan kain ihram terus meningkat dari tahun ke tahun. Tren ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Sultan Al-Harthi menyebut lebih dari 200.000 orang telah menerima manfaat dari kampanye edukasi dan sosialisasi program tersebut. Edukasi ini mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan limbah tekstil.

Program ini juga membangun budaya ramah lingkungan di kalangan jemaah haji dan masyarakat luas. Kesadaran tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program.

Dorong Pengembangan Ekonomi Sirkular Lanjutan

Keberhasilan pengolahan kain ihram mendorong pengembangan program lanjutan di berbagai sektor. Salah satunya adalah pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos organik.

Langkah ini memperluas penerapan ekonomi sirkular di Arab Saudi dan memperkuat strategi pengurangan limbah secara menyeluruh.

Model ini membuktikan bahwa limbah dapat berubah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Pendekatan tersebut menjadi contoh pengelolaan modern yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Berita Terkait

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI
Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Penguatan Fikih Wasathiyah Jaga Persatuan Umat
Warga Tanjung Agung dan Satgas TMMD Ke-129 Kodim Bungo Renovasi Langgar Al-Hikmah
Praktik Tajhizul Janaiz Santri Lirboyo Diikuti Ribuan Peserta
Kader Senior NU Ingatkan Peserta Muktamar Pilih Pemimpin Independen
KUII VIII Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Febrie
Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus Menegaskan Hakikat Politik Adalah Ibadah Pengabdian Kepada Bangsa
Baznas Buka Suara Soal Wacana Zakat Pengganti Pajak
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Penguatan Fikih Wasathiyah Jaga Persatuan Umat

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:42 WIB

Warga Tanjung Agung dan Satgas TMMD Ke-129 Kodim Bungo Renovasi Langgar Al-Hikmah

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:00 WIB

Praktik Tajhizul Janaiz Santri Lirboyo Diikuti Ribuan Peserta

Senin, 27 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kader Senior NU Ingatkan Peserta Muktamar Pilih Pemimpin Independen

Berita Terbaru

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB