Kota Padang, dorlanhikmah.com – Semangat gotong royong masyarakat berhasil mengantarkan Revitalisasi Masjid Muttaqin Kampung Lapai hingga tuntas. Berkat swadaya warga dan dukungan para donatur dengan total anggaran sekitar Rp4,5 miliar, masjid yang berada di Jalan Tanjung Indah Nomor 25, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, kini berdiri lebih megah dan siap menjalankan fungsi yang lebih luas bagi masyarakat.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan masjid tersebut pada Sabtu (4/7/2026). Prosesi berlangsung dengan pengguntingan pita, penekanan sirene, serta penandatanganan prasasti yang disaksikan para tokoh daerah, pengurus masjid, dan masyarakat.
Turut menghadiri peresmian itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat Ganefri, tokoh masyarakat Sumatera Barat Duski Samad, jajaran pengurus Masjid Muttaqin, serta warga Kampung Lapai.
Gotong Royong Warga Wujudkan Masjid Lebih Megah dan Representatif
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, jamaah, masyarakat, dan para donatur yang berkontribusi dalam pembangunan masjid. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan fisik masjid harus berjalan seiring dengan peningkatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus mengembangkan Program Unggulan (Progul) Smart Surau agar setiap masjid mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Masjid memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan beragama sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Semoga Masjid Muttaqin yang telah direvitalisasi ini dapat menjadi pusat syiar Islam dan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” ujar Fadly.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid juga perlu menjadi ruang pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan generasi muda agar mampu menjawab tantangan zaman.
Smart Surau Perkuat Fungsi Masjid Sebagai Pusat Pembinaan Umat
Fadly Amran menjelaskan, Program Smart Surau mendorong seluruh masjid di Kota Padang agar menjalankan berbagai aktivitas yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Program tersebut menggabungkan pembinaan keagamaan dengan pemanfaatan teknologi dan fasilitas pendukung.
Ia berharap Masjid Muttaqin Kampung Lapai dapat mengimplementasikan berbagai program Smart Surau. Program itu meliputi Subuh Mubarokah, Remaja Masjid Reborn, pendidikan MDTA dan MDTW, penyediaan ruang belajar digital, hingga layanan WiFi gratis.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, pemerintah ingin menjadikan masjid sebagai pusat edukasi sekaligus tempat pembinaan karakter masyarakat. Kehadiran generasi muda dalam berbagai aktivitas masjid juga diharapkan terus meningkat.
Pembangunan Masjid Habiskan Dana Rp4,5 Miliar Secara Swadaya
Ketua Pengurus Masjid Muttaqin Kampung Lapai, Asril Kalis, menjelaskan bahwa sejarah masjid bermula dari Surau Lubuk Sirabaah yang berdiri pada era 1960-an. Seiring perkembangan kawasan dan bertambahnya jumlah jamaah, surau tersebut kemudian berubah status menjadi masjid pada dekade 1980-an.
Meningkatnya jumlah jamaah membuat pengurus memutuskan melakukan rekonstruksi total pada 2020. Proses pembangunan berlangsung hingga 2025 tanpa menghentikan kegiatan ibadah masyarakat.
Asril mengatakan seluruh pembangunan menghabiskan anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat serta dukungan para donatur yang ikut membantu mewujudkan pembangunan masjid.
Ia menambahkan, penyumbang terbesar dalam pembangunan itu adalah Ibu Misna Nazar yang memberikan kontribusi sekitar Rp3,3 miliar.
Menutup acara peresmian, Fadly Amran mengajak seluruh masyarakat untuk terus memakmurkan Masjid Muttaqin melalui berbagai kegiatan ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat. Menurutnya, keberhasilan membangun masjid harus di ikuti dengan komitmen bersama untuk menjadikannya sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat.
“Mari kita ramaikan masjid dengan kegiatan ibadah, pendidikan, dan berbagai aktivitas positif lainnya, sehingga benar-benar menjadi pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.(ar)









Komentar