Mahyeldi Ajak MUI Perkuat ABS-SBK dan Bimbing Umat di Sumbar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernur Sumbar, Sabtu (11/7/2026).(poto: padangkita.com).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernur Sumbar, Sabtu (11/7/2026).(poto: padangkita.com).

Sumatera Barat, dorlanhikmah.com – ABS-SBK menjadi pesan utama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka Musda XI MUI Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Ia mengajak MUI memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk membimbing umat dan menjaga nilai budaya Minangkabau.

Mahyeldi menilai ulama memegang peran penting dalam menjaga falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Menurutnya, falsafah itu menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat.

Musda XI MUI Sumbar berlangsung di Auditorium Gubernur Sumbar pada Sabtu (11/7/2026). Panitia menggelar kegiatan itu selama dua hari, yakni 11–12 Juli 2026, dengan tema “Meneguhkan Khidmat Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Umat.”

Mahyeldi Harapkan Musda Hasilkan Keputusan Terbaik

Mahyeldi menyambut para ulama dan pimpinan organisasi Islam dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Ia berharap Musda melahirkan keputusan yang mampu memperkuat peran MUI dalam kehidupan keagamaan.

Selain itu, ia meminta MUI terus mendukung pembangunan daerah melalui pembinaan umat.

“Mudah-mudahan Musyawarah Daerah MUI Sumatera Barat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik yang membawa manfaat bagi umat dan daerah,” ujar Mahyeldi.

Ulama Menjadi Penjaga Nilai Minangkabau

Mahyeldi menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat menegaskan falsafah ABS-SBK dan adat salingka nagari sebagai landasan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Program Pesantren Warga Binaan Sumbar Resmi Diluncurkan, Libatkan 645 Narapidana dari 23 Lapas dan Rutan

Ia menilai ulama menjaga agar nilai tersebut tetap hidup. Ulama juga memberikan teladan kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tidak ada bimbingan ulama, tentu falsafah ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ tidak akan membumi sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang,” katanya.

Perantau Minang Ikut Mengingatkan Pentingnya Identitas Daerah

Mahyeldi mengatakan kepedulian terhadap budaya Minangkabau juga datang dari para perantau. Ia mencontohkan masukan dari perantau Minang di Amerika Serikat.

Mereka mengingatkan pentingnya menjaga budaya dan syariat Islam. Menurut Mahyeldi, kepedulian itu menunjukkan kuatnya ikatan masyarakat Minang dengan daerah asal.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengutip Surah At-Taubah ayat 122 untuk menegaskan tanggung jawab ulama dalam membimbing masyarakat.

“Dalam situasi saat ini, peran ulama semakin penting untuk membimbing umat sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.

Sekjen DPP MUI Soroti Tantangan Kebangsaan

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa ulama mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara. Ia menolak anggapan bahwa ulama hadir untuk kepentingan politik ataupun kepentingan sesaat.

Baca Juga :  Keuangan Syariah Berpotensi Biayai Transisi Energi

Menurut Amirsyah, persoalan bangsa dan persoalan umat harus diselesaikan secara bersama.

“Ulama dilahirkan untuk berkhidmat kepada agama, bangsa, dan negara. Tantangan yang kita hadapi hari ini bukan hanya persoalan keumatan, tetapi juga persoalan kebangsaan yang harus diselesaikan bersama,” katanya.

Selain itu, Amirsyah menilai pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki potensi besar. Pengelolaan yang baik mampu mendukung kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan bangsa.

Ketua MUI Sumbar Dorong Sinergi Ulama dan Umara

Ketua Umum MUI Sumatera Barat, Dr. Zulkarnaini, menjelaskan bahwa ulama menjalankan dua peran utama. Ulama menjadi khadimul ummah atau pelayan umat sekaligus shadiqul hukumah atau mitra pemerintah.

Menurutnya, kedua peran itu harus berjalan bersama untuk menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Ulama memiliki fatwa, tausiah, dan taujihat, namun implementasinya membutuhkan dukungan pemerintah. Karena itu, sinergi ulama dan umara menjadi sangat penting dalam menjaga umat dan membangun Sumatera Barat,” ujarnya.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB