Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Seluruh Jamaah Pulang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.( poto : hidayatullah.com )

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.( poto : hidayatullah.com )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Operasional Haji 2026 Resmi berakhir setelah kloter terakhir jamaah haji Indonesia tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (1/7/2026) pukul 17.05 WITA. Kloter UPG-43 mengangkut 242 jamaah dan menutup seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyampaikan rasa syukur karena seluruh jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah resmi mengakhiri operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir,” ujar Irfan Yusuf di Surabaya.

Lebih dari 202 Ribu Jamaah Berangkat ke Tanah Suci

Selama musim haji 2026, pemerintah memberangkatkan 527 kelompok terbang yang mengangkut 202.636 jamaah haji reguler melalui 16 embarkasi di berbagai daerah.

Di sisi lain, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) melayani keberangkatan 16.585 jamaah haji khusus dengan dukungan 1.016 petugas.

Penyelenggaraan haji tahun ini juga menghadapi tantangan besar. Pemerintah melayani 44.247 jamaah lanjut usia, 170.700 jamaah berisiko tinggi, 370 jamaah berkebutuhan khusus, serta 275 jamaah pengguna kursi roda.

Baca Juga :  90 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Pulang, Kementerian Haji dan Umrah Tetap Layani Hingga Kloter Terakhir

Untuk mendukung kelancaran ibadah, pemerintah menyediakan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, pembinaan ibadah, hingga pelayanan kesehatan secara menyeluruh agar jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Layanan Haji Didukung Jutaan Konsumsi dan Ribuan Transportasi

Pemerintah mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan selama operasional haji berlangsung. Selain itu, sebanyak 15.212 bus antarkota perhajian dan 11.990 perjalanan bus shalawat melayani mobilitas jamaah di Tanah Suci.

Pelayanan kesehatan juga mendapat penguatan melalui tenaga kesehatan di setiap kelompok terbang, klinik satelit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi.

Di bidang tata kelola, Kementerian Haji dan Umrah menerapkan sejumlah pembaruan. Langkah tersebut mencakup alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penambahan embarkasi fast track, digitalisasi layanan, serta percepatan penyelesaian kontrak berbagai layanan di Arab Saudi.

Pendampingan Jamaah Tetap Berlanjut

Meski operasional haji telah resmi berakhir, pelayanan kepada jamaah belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini, masih ada 60 jamaah Indonesia yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan pendampingan akan terus diberikan sampai seluruh jamaah dinyatakan layak terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah juga tetap menyelesaikan proses klaim asuransi bagi jamaah yang wafat sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Jambi Dorong WMI Cetak Kader Ulama dan Perkuat Kemandirian Pesantren

Evaluasi Jadi Fokus Persiapan Haji 2027

Irfan Yusuf menegaskan bahwa berakhirnya operasional haji bukan berarti upaya peningkatan pelayanan ikut berhenti. Dalam waktu dekat, kementerian akan menggelar evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, media massa, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas haji atas dedikasi mereka dalam melayani jamaah. Apresiasi juga diberikan kepada jamaah haji Indonesia yang menjaga ketertiban, kesabaran, dan semangat saling membantu selama berada di Tanah Suci.

“Semoga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur, menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun sosial, serta menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya.(ust)

Berita Terkait

Mahyeldi Luncurkan Kampung Zakat Nagari Ampalu untuk Dorong Ekonomi Warga
Sumbar Targetkan Masuk Sepuluh Besar MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang
PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU
Ustadz Adi Hidayat Perkenalkan Asisten, Candaan Komisaris Viral
KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa
Kemenag Minta Pesantren Perkuat Pengawasan Santri di NTB
Sumbar Raih Prestasi Ekonomi Syariah Nasional, KNEKS Dukung Penerbitan Sukuk Daerah
UIN Imam Bonjol Padang Perkuat Kolaborasi Global Lewat SEIBA International Festival Ke-4
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahyeldi Luncurkan Kampung Zakat Nagari Ampalu untuk Dorong Ekonomi Warga

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Sumbar Targetkan Masuk Sepuluh Besar MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:00 WIB

PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ustadz Adi Hidayat Perkenalkan Asisten, Candaan Komisaris Viral

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:00 WIB

KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa

Berita Terbaru

Apakah telur harus di cuci dulu sebelumdi ebus,simak penjelasannya.( poto: nuonline).

Fiqih

Kajian Fiqih, Perlukah Mencuci Telur Sebelum Dimasak?

Sabtu, 11 Jul 2026 - 05:00 WIB