Keutamaan Istighfar dalam Islam: Amalan Penghapus Dosa yang Membuka Pintu Rezeki dan Ketenangan Hati

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang sedang mohon ampun dan  istighfar ( Poto : istimewa ).

Seorang sedang mohon ampun dan istighfar ( Poto : istimewa ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Keutamaan istighfar dalam Islam menjadi pembahasan penting yang selalu relevan dalam kehidupan seorang muslim.

Saat menghadapi ujian hidup, tekanan pekerjaan, masalah keluarga, hingga kegelisahan hati, banyak umat Islam menjadikan istighfar sebagai amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tidak hanya menjadi jalan memohon ampun, istighfar juga menghadirkan ketenangan jiwa, membuka pintu rezeki, serta memperkuat keimanan.

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Oleh sebab itu, Islam mengajarkan umatnya untuk rutin beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.

Bahkan Rasulullah SAW yang sudah dijamin masuk surga tetap memperbanyak istighfar setiap hari. Kebiasaan tersebut menunjukkan betapa besar manfaat istighfar bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

Pengertian Istighfar dalam Islam

Kata istighfar berasal dari bahasa Arab ghafara yang berarti menutupi, mengampuni, dan memperbaiki. Dalam Kamus Al-Munawwir, istighfar berarti permohonan ampun kepada Allah SWT.

Sementara itu, Imam Ar-Raghib Al-Asfahani dalam kitab Mufradat li Alfadh Al-Qur’an menjelaskan bahwa istighfar merupakan permintaan ampun yang diwujudkan melalui ucapan serta perbuatan.

Dalam ajaran Islam, seorang muslim membaca istighfar sebagai bentuk pengakuan atas dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Melalui kalimat istighfar, seorang hamba berharap Allah SWT menghapus dosa dan memberikan rahmat-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS An-Nisa: 110)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang ingin kembali dan bertaubat.

Pentingnya Memperbanyak Istighfar

Manusia memiliki banyak kelemahan dan tidak pernah luput dari dosa. Karena itu, umat Islam perlu memperbanyak istighfar setiap hari. Rasulullah SAW bahkan beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari meskipun beliau merupakan manusia pilihan Allah SWT.

Kebiasaan Rasulullah SAW menjadi teladan bagi umat Islam agar tidak merasa paling benar atau paling suci. Semakin seseorang menyadari kekurangannya, semakin besar pula keinginannya untuk mendekat kepada Allah SWT.

Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan keberkahan bagi hamba yang rajin memohon ampun. Hal tersebut tercantum dalam firman-Nya:

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

“Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).”
(QS Hud: 3)

Melalui ayat tersebut, Allah SWT menjanjikan kenikmatan hidup, keberkahan, dan karunia bagi hamba yang rajin beristighfar.

Keutamaan Istighfar bagi Kehidupan Muslim

Istighfar memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya mendatangkan pahala, amalan ini juga membantu seorang muslim memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Allah SWT Mencintai Hamba yang Gemar Bertaubat

Allah SWT mencintai hamba-Nya yang rajin bertaubat dan membersihkan diri dari dosa. Hal itu tercantum dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS Al-Baqarah: 222)

Baca Juga :  Hukum Mengusap Wajah Setelah Doa Menurut 4 Madzhab

Taubat dan istighfar menunjukkan sikap rendah hati seorang hamba di hadapan Allah SWT. Dengan demikian, seorang muslim akan semakin dekat dengan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Istighfar Menjadi Obat Penyakit Hati

Dosa sering memunculkan kegelisahan dan penyakit hati. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa istighfar mampu membersihkan hati manusia.

Imam Qatadah berkata:

“Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan obat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan obat kalian adalah istighfar.”

Perkataan tersebut menjelaskan bahwa hati akan terasa lebih tenang ketika seseorang rutin berdzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Di sisi lain, melafalkan istighfar juga membantu tubuh menjadi lebih rileks. Saat seseorang membaca dzikir dengan tenang, napas menjadi lebih teratur sehingga pikiran terasa lebih nyaman.

Istighfar Melapangkan Hati dan Menghilangkan Kesedihan

Kesedihan dan kesempitan hidup sering membuat seseorang kehilangan harapan. Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk memperbanyak istighfar agar hati menjadi lebih lapang.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesedihannya, kelapangan dari setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT akan memberikan pertolongan kepada hamba yang terus memohon ampun dan berserah diri kepada-Nya. Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak istighfar saat menghadapi masalah hidup.

Istighfar Menghindarkan Diri dari Bala dan Azab

Umat Islam juga meyakini bahwa istighfar dapat menghindarkan manusia dari bala dan azab Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman:

ۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.”
(QS Al-Anfal: 33)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa istighfar menghapus dosa yang menjadi penyebab datangnya azab. Karena alasan itulah, umat Islam perlu membiasakan istighfar dalam setiap keadaan.

Setan Menjadi Putus Asa karena Istighfar

Setan selalu mencari cara untuk menyesatkan manusia. Akan tetapi, istighfar membuat setan kehilangan kesempatan menggoda seorang muslim.

Saat seorang hamba segera bertaubat setelah berbuat dosa, setan akan kesulitan menanamkan keburukan dalam hatinya. Oleh sebab itu, istighfar menjadi benteng spiritual yang sangat kuat bagi kehidupan seorang muslim.

Istighfar Menjadi Penyelamat di Akhirat

Kebiasaan beristighfar membantu seorang muslim mendapatkan ampunan Allah SWT. Semakin sering seseorang memohon ampun dengan tulus, semakin besar pula harapannya memperoleh keselamatan di akhirat.

Selain itu, para ulama menjelaskan bahwa istighfar dapat menjadi jalan menuju husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik.

Istighfar Membuka Pintu Rezeki

Banyak umat Islam merasakan kemudahan rezeki setelah rutin memperbanyak istighfar.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(HR Ahmad)

Melalui istighfar, seorang hamba semakin dekat dengan Allah SWT. Kedekatan tersebut kemudian menghadirkan keberkahan dalam pekerjaan, usaha, dan kehidupan sehari-hari.

Kisah Dahsyat Istighfar pada Zaman Imam Ahmad bin Hanbal

Kisah tentang keutamaan istighfar pernah terjadi pada masa Imam Ahmad bin Hanbal. Saat melakukan perjalanan ke wilayah Syam, Imam Ahmad singgah di sebuah masjid untuk beristirahat.

Baca Juga :  Penyembelihan Terhenti Karena Pisau Jatuh, Apakah Daging Tetap Halal?

Namun, penjaga masjid meminta beliau keluar karena masjid akan ditutup.

Tidak lama kemudian, seorang penjual roti menawarkan tempat menginap di rumahnya. Imam Ahmad menerima tawaran tersebut lalu mengikuti pria itu pulang.

Sesampainya di rumah, Imam Ahmad melihat penjual roti terus melafalkan istighfar sambil membuat adonan roti. Hampir sepanjang malam lisannya tidak berhenti beristighfar.

Imam Ahmad kemudian bertanya:

“Apakah engkau pernah merasakan manfaat dari istighfar yang selalu engkau baca?”

Penjual roti menjawab:

“Semua doa saya dikabulkan Allah, kecuali satu.”

Lalu Imam Ahmad kembali bertanya:

“Apa doa yang belum dikabulkan itu?”

Pria tersebut menjawab:

“Saya ingin bertemu Imam Ahmad bin Hanbal.”

Mendengar jawaban itu, Imam Ahmad tersenyum lalu berkata:

“Allah telah mendatangkan Ahmad bin Hanbal kepadamu.”

Kisah tersebut menunjukkan bahwa istighfar memiliki kekuatan besar dalam kehidupan seorang muslim.

Bacaan Istighfar Penggugur Dosa

Berikut bacaan istighfar yang sering diamalkan umat Islam:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْه

Astaghfirullahal ‘adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Umat Islam biasanya membaca istighfar tersebut setelah salat atau ketika mengingat dosa dan kesalahan.

Sayyidul Istighfar sebagai Bacaan Istighfar Paling Utama

Rasulullah SAW juga mengajarkan Sayyidul Istighfar sebagai bacaan istighfar paling utama.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian-Mu sesuai kemampuanku. Saya berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Saya mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

Hadis riwayat Bukhari menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca Sayyidul Istighfar pada pagi atau sore hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal dunia, maka Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga.

Istighfar Menjadi Jalan Menuju Hidup yang Lebih Tenang

Istighfar bukan hanya bacaan di lisan, tetapi juga bentuk penghambaan dan kesadaran bahwa manusia selalu membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, istighfar mampu menghadirkan ketenangan hati sekaligus memperkuat spiritualitas seorang muslim.

Semakin sering seorang muslim mengingat Allah SWT dan memohon ampun kepada-Nya, semakin besar pula peluang mendapatkan rahmat, keberkahan, dan kemudahan hidup.

Karena itu, umat Islam perlu menjadikan istighfar sebagai amalan harian. Selain menghapus dosa, istighfar juga membuka pintu rezeki, melapangkan hati, serta mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.(ust)

Berita Terkait

7 Ibadah Hati Penentu Haji Mabrur yang Harus Dihidupkan
Pengertian Fiqih Islam dan Cabang Ilmunya
Salaman dengan Mertua, Apakah Wudhu Batal?
Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Lengkap
Panduan Lengkap Niat Shalat Idul Adha, Hukum dan Tata Cara
Hukum Affiliate Marketing dalam Jual Beli Online Menurut Fiqih
Hukum Menyaksikan Penyembelihan Kurban saat Idul Adha
Pembagian Daging Kurban yang Dianjurkan dalam Islam
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:10 WIB

7 Ibadah Hati Penentu Haji Mabrur yang Harus Dihidupkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

Pengertian Fiqih Islam dan Cabang Ilmunya

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB

Salaman dengan Mertua, Apakah Wudhu Batal?

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:30 WIB

Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Lengkap

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:18 WIB

Panduan Lengkap Niat Shalat Idul Adha, Hukum dan Tata Cara

Berita Terbaru

ciri-ciri haji Mabrur( Poto : detiknews).

Fiqih

7 Ibadah Hati Penentu Haji Mabrur yang Harus Dihidupkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:10 WIB

Kitab Al-ahkam Al-Kitabiyah merupakan salah satu Kitab Fiqih ( Poto : arabicbookshop.net).

Fiqih

Pengertian Fiqih Islam dan Cabang Ilmunya

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

Hadist Arba'in bagian ke dua tentang Islam dan Ikhsan,( Poto : bersamadakwah )

Hadist

Hadits Arbain Nawawi 2 tentang Islam dan Ihsan

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:00 WIB

Hadist Arba'in Nawawi tentang Niat ( Poto : Menuntut Ilmu ).

Hadist

Hadits Arbain Nawawi 1 tentang Pentingnya Niat

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi menantu bersalaman dengan mertua ( Poto : ist).

Fiqih

Salaman dengan Mertua, Apakah Wudhu Batal?

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB