Jakarta, dorlanhikmah.com – Menjalankan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci menjadi impian hampir setiap Muslim.
Namun, tidak semua orang bisa segera mewujudkannya. Sebagian orang terkendala biaya, kondisi kesehatan, atau antrean keberangkatan yang sangat panjang.
Meski begitu, Islam tetap membuka banyak pintu pahala bagi umatnya.
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa amalan sederhana yang memiliki keutamaan luar biasa. Bahkan, salah satu amalan memiliki pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.
Sholat Subuh Berjamaah dan Berzikir Hingga Matahari Terbit
Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan amalan ini.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit dan melanjutkannya dengan sholat dua rakaat, akan memperoleh pahala seperti haji dan umrah.
مَن صلَّى الغَداةَ في جَماعةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يذكُرُ اللَّهَ حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ ، ثُمَّ صلَّى رَكعتينِ كانت لَه كأجْرِ حَجَّةٍ وعُمرةٍ قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : تامَّةٍ تامَّةٍ تامَّةٍ
Artinya:
“Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah.” Rasulullah SAW menegaskan, “Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)
Amalan ini memang terlihat ringan, tetapi seseorang tetap perlu menjaga konsistensi dan keikhlasan saat menjalankannya.
Selain mendatangkan pahala besar, amalan tersebut juga melatih kedekatan seorang hamba dengan Allah sejak awal hari.
Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh
Selain itu, Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan umat Islam melaksanakan sholat sunnah sebelum Subuh atau qabliyah Subuh.
Dalam hadits riwayat Imam Muslim, Sayyidah Aisyah RA menyampaikan bahwa dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya:
“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)
Para ulama menyebut sholat sunnah ini dengan beberapa istilah, seperti sholat fajar, qabliyah Subuh, dan sholat barad karena umat Islam melaksanakannya pada waktu yang masih dingin.
Meski berbeda nama, semuanya tetap merujuk pada ibadah yang sama.
Tata Cara Sholat Sunnah Subuh
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam melaksanakan sholat sunnah sebelum Subuh secara ringan dan tidak terlalu panjang.
Setelah membaca Al-Fatihah, seseorang dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Namun, umat Islam tetap boleh membaca surat lain.
Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain juga menjelaskan bahwa seseorang dapat menggunakan beberapa redaksi niat sholat sunnah Subuh selama tetap memiliki makna yang sama.
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatas subhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala.
Amalan Zikir Setelah Sholat Sunnah
Umat Islam juga bisa memanfaatkan waktu antara sholat sunnah dan sholat Subuh untuk memperbanyak zikir. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Membaca “Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa Anta” sebanyak 40 kali
- Membaca surat Al-Ikhlas 11 kali
- Membaca surat Al-Falaq 1 kali
- Membaca surat An-Nas 1 kali
- Membaca “Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adzim”
- Memperbanyak istighfar hingga 100 kali
Jangan Berkecil Hati Jika Belum Bisa Haji
Penjelasan ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan banyak kesempatan kepada umat Islam untuk meraih pahala besar, meski belum mampu berangkat ke Tanah Suci.
Karena itu, umat Islam perlu menjaga keikhlasan, kesungguhan, dan konsistensi dalam menjalankan amalan.
Umat Islam juga tidak perlu berkecil hati jika belum memiliki kesempatan berhaji atau umrah.
Bisa jadi, amalan kecil yang rutin dilakukan justru membuka jalan kemudahan menuju ibadah haji dan umrah yang sebenarnya.
Wallahu a’lam.(ust)








Komentar