Jakarta, dorlanhikmah.com – Masyarakat menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat dengan memperkuat ikhtiar lahir maupun batin. Oleh karena itu, seorang Muslim perlu mengamalkan doa sulit mencari nafkah demi menjemput rezeki halal yang penuh keberkahan.
Kerja keras memutar otak dan membanting tulang melengkapi kepasrahan diri di hadapan Sang Mahapemberi. Namun, manusia terkadang menemui jalan buntu meskipun sudah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.
Kondisi tersebut menandakan bahwa doa yang mengiringi langkah harian mungkin belum berjalan secara maksimal. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW memberikan tuntunan khusus bagi umatnya yang sedang mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Waktu Terbaik Mengamalkan Doa Rezeki
Imam Nawawi mencantumkan petunjuk waktu pembacaan doa ini dalam karya monumental beliau, kitab Al-Adzkaar An-Nawawi. Selanjutnya, kitab tersebut mengambil riwayat hadis dari karangan Ibnu Suni melalui jalur Sahabat Ibnu Umar RA.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan setiap Muslim membaca doa khusus saat melangkah keluar rumah untuk bekerja. Secara khusus, Rasulullah SAW bersabda mengenai anjuran mulia tersebut kepada para sahabatnya:
عن ابن عمر رضي الله عنهما، عن النبي– ﷺ– قال“ما يَمْنَع أحَدَكمْ إذا عَسُرَ عَلَيهِ أمْرُ مَعِيشَتِهِ أنْ يَقُولَ إذا خَرَجَ مِنْ بَيتِهِ: بِسْم اللهِ على نفسي ومالي ودِيني، اللهُم رضني بِقَضائِك، وبارِكْ لي فيما قُدّرَ لي حتَّى لا أُحِب تَعْجِيلَ ما أَخرْتَ ولا تأخِير ما عَجلْتَ
Hadis tersebut memiliki arti: “Dari Ibnu Umar raḍiyallāhu ‘anhumā, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: ‘Apa yang menghalangi salah seorang di antara kalian, ketika urusan penghidupannya terasa sulit, untuk mengucapkan saat keluar dari rumahnya: ‘Dengan nama Allah, aku memohon perlindungan atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku rida terhadap ketetapan-Mu, dan berkahilah apa yang telah Engkau takdirkan untukku. Sehingga aku tidak menginginkan dipercepatnya apa yang Engkau tunda. Dan tidak pula menginginkan tertundanya apa yang Engkau segerakan.’”
Lafal dan Terjemahan Doa Pelancar Rezeki
Para ulama menyusun lafal doa ini secara ringkas agar umat Islam mudah menghafalnya setiap hari. Berikut ini susunan kalimat doa beserta teks Latin dan terjemahannya secara lengkap:
بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِينِي، اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا قُدِّرَ لِي، حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيلَ مَا أَخَّرْتَ، وَلَا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ.
Teks Latin doa tersebut berbunyi: Bismillāhi ‘alā nafsī wa mālī wa dīnī. Allāhumma raḍḍinī biqaḍā’ika, wa bārik lī fīmā quddira lī, ḥattā lā uḥibba ta’jīla mā akhkharta wa lā ta’khīra mā ‘ajjalta.
Adapun artinya menyatakan: “Dengan nama Allah, aku memohon perlindungan atas diriku, hartaku, dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku rida terhadap ketetapan-Mu, dan berkahilah apa yang telah Engkau takdirkan untukku, sehingga aku tidak menginginkan dipercepatnya apa yang Engkau tunda, dan tidak pula menginginkan ditundanya apa yang Engkau segerakan.”
Tawakal dan Takwa Sebagai Kunci Utama
Umat Islam wajib menyadari bahwa urusan rezeki merupakan takdir gaib yang berada di luar jangkauan manusia. Bahkan, Allah SWT sudah menetapkan kadar rezeki setiap hamba sejak ia berada di dalam kandungan ibunya.
Al-Qur’an menegaskan kepastian jaminan rezeki bagi hamba yang bertakwa melalui surah At-Talaq ayat 3. Selain itu, Allah SWT berfirman mengenai janji-Nya tersebut:
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Ayat tersebut mengandung arti: “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (di kehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” [Talaq: 3]
Oleh sebab itu, seorang Muslim perlu terus memperbaharui sikap tawakal dan memperbanyak rasa syukur saat menerima pemberian Allah SWT. Di samping itu, Imam Suyuthi menegaskan dalam pembuka kitab Husul ar-Rifqi bi Ushul ar-Rizqi bahwa pengejaran rezeki wajib selalu melalui jalan yang halal.(ust)










Komentar