Jakarta, dorlanhikmah.com – Kementerian Agama bersama mitra filantropi menyalurkan bantuan senilai Rp23,5 miliar dalam momentum Lebaran Yatim Disabilitas 1448H di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Selain itu, program ini memperkuat kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas dampak sosial bagi anak yatim dan penyandang disabilitas di Indonesia.
Kementerian Agama bersama BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia, perbankan syariah, serta berbagai LAZNAS turut berperan aktif dalam penyaluran bantuan. Dengan demikian, sinergi lintas sektor ini memperkuat distribusi manfaat di banyak daerah.
Menag Tekankan Kepedulian Berkelanjutan Sosial
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa 10 Muharam harus menjadi momentum kepedulian nyata. Di samping itu, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen jangka panjang dalam mendukung anak yatim dan penyandang disabilitas.
Lebih lanjut, Nasaruddin mendorong agar masyarakat membebaskan kelompok rentan dari berbagai kesulitan hidup. “Kita harus hadir untuk mengurangi kesulitan, kegalauan, dan penderitaan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, ia menekankan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu memperluas akses pendidikan, pengembangan diri, serta ruang partisipasi sosial bagi anak-anak tersebut.
Program Lima Zona Dorong Pemberdayaan Anak
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menjelaskan bahwa program tahun ini tidak hanya berfokus pada santunan. Bahkan, kegiatan ini diarahkan pada pemberdayaan anak yatim dan penyandang disabilitas secara menyeluruh.
Untuk itu, panitia membagi kegiatan ke dalam lima zona utama. Zona Tumbuh fokus pada edukasi, sementara Zona Berdaya menguatkan keterampilan. Selain itu, Barokah Market menampilkan produk binaan, Zona Ekspresi mendorong kreativitas, dan Zona Cahaya menjadi ruang lelang karya.
Kemudian, Abu Rokhmad menegaskan bahwa anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat. Sebaliknya, mereka justru menjadi subjek utama yang aktif menampilkan kemampuan di hadapan publik.
Ribuan Peserta Terlibat di Seluruh Indonesia
Lebih lanjut, program ini melibatkan 14 lembaga tingkat pusat serta 395 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas di lokasi utama kegiatan. Selain itu, kegiatan berlangsung serentak di 34 kantor wilayah Kementerian Agama dan ratusan kabupaten/kota.
Di samping itu, kolaborasi juga melibatkan lembaga zakat, wakaf, dunia usaha, dan organisasi filantropi. Oleh karena itu, distribusi bantuan dan program pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
Abu Rokhmad kembali menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan demikian, dampak sosial yang dihasilkan menjadi lebih luas dan merata.
Bantuan Tembus Rp23,5 Miliar Nasional
Berdasarkan data panitia, program ini telah menjangkau 50.113 anak yatim dan 2.488 penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Sementara itu, total bantuan yang tersalurkan mencapai Rp23.554.782.009.
Selain itu, Kalimantan Barat tercatat sebagai wilayah dengan nilai distribusi tertinggi. Di sisi lain, Rumah Zakat menjadi salah satu lembaga dengan kontribusi distribusi terbesar.
Dengan demikian, capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi nasional mampu memperluas manfaat sosial secara signifikan. Pada akhirnya, program ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun kepedulian berkelanjutan di Indonesia.(ust)









Komentar