Ratusan Pengasuh Pesantren Brebes Deklarasikan Komitmen Pesantren Anti Kekerasan Seksual

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan pengasuh pesantren di Brebes deklarasikan komitmen pesantren anti kekerasan seksual.( poto : nu online )

Ratusan pengasuh pesantren di Brebes deklarasikan komitmen pesantren anti kekerasan seksual.( poto : nu online )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Ratusan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Brebes menegaskan pesantren anti kekerasan seksual melalui deklarasi bersama yang digelar dalam forum Halaqah Pengasuh Pondok Pesantren.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan berkeadilan bagi seluruh santri.

Deklarasi tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Fattah, Tegalgandu, Wanasari, Brebes, pada Sabtu lalu. Ratusan kiai dan nyai dari berbagai wilayah di Brebes hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh keseriusan.

KH Musyaffa, pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, menginisiasi kegiatan ini.

Ia menggandeng berbagai organisasi pesantren seperti RMI, FKPP, JP3M Kabupaten Brebes, serta PWNU Jawa Tengah untuk memperkuat gerakan bersama di lingkungan pesantren.

Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah KH Nur Machin Chudlori, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes HM Aqso, perwakilan Polres Brebes Ruth Yosi Natalia, serta akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Suwendi.

Komitmen Kuat Lindungi Marwah Pesantren

KH Musyaffa menegaskan bahwa seluruh pengelola pesantren harus memberikan perhatian serius terhadap isu kekerasan seksual. Ia meminta pesantren memperkuat pencegahan sekaligus penanganan tegas terhadap setiap pelanggaran yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Ia menilai, pesantren memiliki peran besar dalam membangun karakter bangsa sehingga harus terus menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan pesantren tetap aman dan bebas dari kekerasan.

Baca Juga :  Tim UIN Malang Temukan Mayoritas Peserta Muktamar NU Abnormal

“Jika persoalan ini dibiarkan, tentu akan merugikan pesantren sendiri. Pesantren sudah banyak berkontribusi bagi bangsa, sehingga kita wajib menjaganya tetap bermartabat,” ujarnya.

Pesan Optimisme untuk Dunia Pesantren

KH Nur Machin Chudlori dalam pemaparannya mengajak para pengasuh pesantren untuk tetap optimistis menghadapi tantangan dunia pendidikan. Ia menilai tantangan penurunan minat peserta didik tidak hanya terjadi di pesantren, tetapi juga di berbagai lembaga pendidikan lainnya.

Ia mendorong seluruh pengasuh untuk terus memperkuat peran pesantren tanpa kehilangan semangat pengabdian. Menurutnya, pesantren harus tetap menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

“Kita harus terus memperbaiki diri dan memperkuat khidmah di pesantren. Jangan pesimis. Kita harus bangga dan terus berkontribusi,” tegasnya.

Suwendi menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai lembaga pendidikan, termasuk sekolah dan perguruan tinggi. Namun, ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan praktik kekerasan terus terjadi.

Ia menjelaskan dua prinsip penting yang harus berjalan bersamaan. Pertama, tidak ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual. Kedua, lembaga pendidikan harus melindungi korban secara penuh tanpa diskriminasi.

Ia juga mengingatkan agar kesalahan individu tidak dijadikan dasar untuk menstigma seluruh lembaga pesantren. Menurutnya, keadilan harus ditegakkan dengan proporsional dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Keseimbangan Ibadah dan Akhlak dalam Islam: Antara Ritual dan Perilaku

“Korban harus di lindungi, pelaku harus di tindak tegas, dan kita tidak boleh menggeneralisasi kesalahan individu,” jelasnya.

Deklarasi 7 Komitmen Pesantren Brebes

Sebagai puncak kegiatan, para pengasuh pesantren membacakan deklarasi bersama yang memuat tujuh komitmen utama. Langkah ini memperkuat gerakan pesantren anti kekerasan seksual di Kabupaten Brebes.

Tujuh komitmen tersebut meliputi:

  1. Mewujudkan lingkungan pesantren yang aman dan bermartabat.
  2. Menolak segala bentuk kekerasan seksual.
  3. Melakukan pencegahan melalui edukasi dan pembinaan akhlak.
  4. Menyediakan sistem pelaporan yang aman dan berpihak kepada korban.
  5. Melindungi serta mendampingi korban tanpa diskriminasi.
  6. Menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.
  7. Mengajak seluruh pihak menjaga pesantren dari kekerasan seksual.

Seluruh pengasuh pesantren yang hadir mengikrarkan komitmen tersebut dengan penuh tanggung jawab. Mereka menegaskan bahwa langkah ini di lakukan demi masa depan santri dan menjaga marwah pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam.

Deklarasi ini menandai penguatan peran pesantren dalam menciptakan ruang pendidikan yang lebih aman dan sehat. Para pengasuh pesantren di Brebes sepakat untuk terus memperkuat sistem perlindungan santri dan meningkatkan pengawasan internal.

Dengan komitmen ini, pesantren di harapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang aman, beradab, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB