Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha Lengkap

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelum Sholat Idhul Adha di Sunnatkan tidak makan dulu ( Poto : istimewa )

Sebelum Sholat Idhul Adha di Sunnatkan tidak makan dulu ( Poto : istimewa )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam menyambut Idul Adha dengan berbagai amalan sunnah Idul Adha yang mereka lakukan sebelum shalat Id dimulai, dan selain itu mereka juga mempersiapkan diri secara spiritual maupun fisik agar ibadah berjalan lebih khusyuk.

Amalan sunnah Idul Adha ini juga membantu umat Islam meningkatkan ketakwaan, membersihkan hati, serta menambah pahala menjelang hari raya kurban.

Lebih lanjut, berbagai amalan tersebut tidak bersifat wajib, namun Rasulullah SAW menganjurkannya agar umat Islam lebih siap dalam menyambut hari besar ini.

Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah, dan oleh karena itu umat Islam di seluruh dunia merayakannya sebagai salah satu hari besar yang penuh makna.

Selain melaksanakan shalat Id, umat Islam juga memperbanyak takbir serta menjalankan ibadah kurban bagi yang mampu.

Selanjutnya, sebelum shalat Idul Adha dimulai, Islam mengajarkan sejumlah amalan sunnah yang bertujuan untuk menyempurnakan ibadah.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengamalkannya secara konsisten agar mendapatkan keberkahan lebih besar.

Puasa Sunnah di Awal Dzulhijjah

Pertama-tama, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah di awal Dzulhijjah. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan ketakwaan menjelang Idul Adha.

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Selain itu, umat Islam juga menjalankan puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah. Puasa ini membantu membersihkan diri dari dosa kecil, sehingga hati menjadi lebih siap dalam menyambut hari raya.Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Kemudian, umat Islam melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Ahli Waris dalam Ilmu Faraid: Jenis, Bagian, dan Hukum Warisan Islam

Dengan demikian, puasa ini menjadi salah satu amalan paling utama sebelum Idul Adha.

Memperbanyak Takbir Idul Adha

Selanjutnya, umat Islam memperbanyak takbir sejak malam 10 Dzulhijjah. Mereka mengumandangkan takbir di masjid, rumah, dan jalan-jalan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ
“Dan agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Oleh karena itu, takbir ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menciptakan suasana religius di tengah masyarakat.

Mandi Sebelum Shalat Id

Selain itu, umat Islam juga melakukan mandi sebelum berangkat shalat Idul Adha. Mereka melakukannya untuk menjaga kebersihan serta kesucian diri.

Lebih jauh lagi, Rasulullah SAW selalu menganjurkan umatnya untuk tampil bersih saat menghadiri shalat berjamaah. Karena itu, para ulama menegaskan bahwa mandi sebelum shalat Id termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.

Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

Kemudian, umat Islam mengenakan pakaian terbaik saat Idul Adha. Mereka juga menggunakan wewangian agar tubuh tetap segar dan nyaman saat berkumpul bersama jamaah.

Di sisi lain, perempuan tetap menjaga kesopanan dalam berpakaian tanpa berlebihan dalam berhias. Dengan begitu, suasana hari raya tetap penuh kesederhanaan namun tetap indah.

Berangkat ke Shalat Id dengan Jalan Kaki

Selanjutnya, umat Islam mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan berjalan kaki menuju tempat shalat Id. Selain itu, mereka juga memilih jalan pulang yang berbeda.

Rasulullah SAW bersabda:

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Nabi SAW ketika hari raya, beliau melalui jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.” (HR. Bukhari No. 986)

Baca Juga :  Tata Cara Lontar Jumroh dalam Ibadah Haji Lengkap

Dengan demikian, amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperluas silaturahmi.

Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha

Selain itu, umat Islam menunda makan sebelum shalat Idul Adha. Mereka baru makan setelah shalat selesai, dan bagi yang berkurban, setelah penyembelihan hewan kurban.

Berbeda dengan Idul Fitri, kebiasaan ini mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara khusus pada Idul Adha.

Melaksanakan Shalat Idul Adha

Kemudian, umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha sebagai puncak ibadah di pagi hari raya. Mereka berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Mayoritas ulama menyebut shalat ini sebagai sunnah muakkad. Oleh sebab itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengikutinya selama tidak memiliki uzur.

Selain itu, sebagian ulama juga berpendapat bahwa shalat Id bisa menjadi wajib bagi kondisi tertentu, terutama bagi laki-laki yang mampu.

Berqurban sebagai Penyempurna Ibadah

Setelah itu, umat Islam yang mampu melaksanakan ibadah kurban. Mereka menyembelih hewan kurban dan kemudian membagikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan demikian, ibadah ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga sosial. Selain itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa kurban melatih keikhlasan serta pengorbanan harta demi Allah SWT.

Selanjutnya, umat Islam saling mengunjungi dan mempererat silaturahmi pada hari raya Idul Adha. Mereka saling mendoakan dan mengucapkan selamat.

Oleh karena itu, Idul Adha tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.(ust)

Berita Terkait

Bayar Utang Ikut Nilai Lama atau Sekarang? Ini Penjelasan Fikih
Kajian Fiqih, Perlukah Mencuci Telur Sebelum Dimasak?
Hukum Penyewa Rumah Minta Kompensasi, Begini Penjelasan Islam
Bolehkah Perempuan Menjadi Khatib Jumat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Isbal Membatalkan Wudhu? Begini Penjelasan Hadis dan Ulama
Hukum Tajassus di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam
Hukum Parkir Kendaraan di Jalan Umum Menurut Islam
Hukum Memberi Hadiah kepada Non-Muslim, Ini Penjelasan Islam
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:00 WIB

Bayar Utang Ikut Nilai Lama atau Sekarang? Ini Penjelasan Fikih

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:00 WIB

Hukum Penyewa Rumah Minta Kompensasi, Begini Penjelasan Islam

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:00 WIB

Bolehkah Perempuan Menjadi Khatib Jumat? Ini Penjelasan Ulama

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:00 WIB

Apakah Isbal Membatalkan Wudhu? Begini Penjelasan Hadis dan Ulama

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:00 WIB

Hukum Tajassus di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam

Berita Terbaru

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernur Sumbar, Sabtu (11/7/2026).(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Mahyeldi Ajak MUI Perkuat ABS-SBK dan Bimbing Umat di Sumbar

Minggu, 12 Jul 2026 - 19:00 WIB

Pimpinan Polda Sumbar dan jajaran DPP MUI serta MUI Sumbar.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Polda Sumbar dan MUI Perkuat Sinergi Penanganan Perkara Keagamaan

Minggu, 12 Jul 2026 - 17:00 WIB