Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam menyambut Idul Adha dengan berbagai amalan sunnah Idul Adha yang mereka lakukan sebelum shalat Id dimulai, dan selain itu mereka juga mempersiapkan diri secara spiritual maupun fisik agar ibadah berjalan lebih khusyuk.
Amalan sunnah Idul Adha ini juga membantu umat Islam meningkatkan ketakwaan, membersihkan hati, serta menambah pahala menjelang hari raya kurban.
Lebih lanjut, berbagai amalan tersebut tidak bersifat wajib, namun Rasulullah SAW menganjurkannya agar umat Islam lebih siap dalam menyambut hari besar ini.
Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah, dan oleh karena itu umat Islam di seluruh dunia merayakannya sebagai salah satu hari besar yang penuh makna.
Selain melaksanakan shalat Id, umat Islam juga memperbanyak takbir serta menjalankan ibadah kurban bagi yang mampu.
Selanjutnya, sebelum shalat Idul Adha dimulai, Islam mengajarkan sejumlah amalan sunnah yang bertujuan untuk menyempurnakan ibadah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengamalkannya secara konsisten agar mendapatkan keberkahan lebih besar.
Puasa Sunnah di Awal Dzulhijjah
Pertama-tama, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah di awal Dzulhijjah. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan ketakwaan menjelang Idul Adha.
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Selain itu, umat Islam juga menjalankan puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah. Puasa ini membantu membersihkan diri dari dosa kecil, sehingga hati menjadi lebih siap dalam menyambut hari raya.Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Kemudian, umat Islam melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Dengan demikian, puasa ini menjadi salah satu amalan paling utama sebelum Idul Adha.
Memperbanyak Takbir Idul Adha
Selanjutnya, umat Islam memperbanyak takbir sejak malam 10 Dzulhijjah. Mereka mengumandangkan takbir di masjid, rumah, dan jalan-jalan sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ
“Dan agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Oleh karena itu, takbir ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menciptakan suasana religius di tengah masyarakat.
Mandi Sebelum Shalat Id
Selain itu, umat Islam juga melakukan mandi sebelum berangkat shalat Idul Adha. Mereka melakukannya untuk menjaga kebersihan serta kesucian diri.
Lebih jauh lagi, Rasulullah SAW selalu menganjurkan umatnya untuk tampil bersih saat menghadiri shalat berjamaah. Karena itu, para ulama menegaskan bahwa mandi sebelum shalat Id termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.
Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Kemudian, umat Islam mengenakan pakaian terbaik saat Idul Adha. Mereka juga menggunakan wewangian agar tubuh tetap segar dan nyaman saat berkumpul bersama jamaah.
Di sisi lain, perempuan tetap menjaga kesopanan dalam berpakaian tanpa berlebihan dalam berhias. Dengan begitu, suasana hari raya tetap penuh kesederhanaan namun tetap indah.
Berangkat ke Shalat Id dengan Jalan Kaki
Selanjutnya, umat Islam mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan berjalan kaki menuju tempat shalat Id. Selain itu, mereka juga memilih jalan pulang yang berbeda.
Rasulullah SAW bersabda:
كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Nabi SAW ketika hari raya, beliau melalui jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.” (HR. Bukhari No. 986)
Dengan demikian, amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperluas silaturahmi.
Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha
Selain itu, umat Islam menunda makan sebelum shalat Idul Adha. Mereka baru makan setelah shalat selesai, dan bagi yang berkurban, setelah penyembelihan hewan kurban.
Berbeda dengan Idul Fitri, kebiasaan ini mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara khusus pada Idul Adha.
Melaksanakan Shalat Idul Adha
Kemudian, umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha sebagai puncak ibadah di pagi hari raya. Mereka berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Mayoritas ulama menyebut shalat ini sebagai sunnah muakkad. Oleh sebab itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengikutinya selama tidak memiliki uzur.
Selain itu, sebagian ulama juga berpendapat bahwa shalat Id bisa menjadi wajib bagi kondisi tertentu, terutama bagi laki-laki yang mampu.
Berqurban sebagai Penyempurna Ibadah
Setelah itu, umat Islam yang mampu melaksanakan ibadah kurban. Mereka menyembelih hewan kurban dan kemudian membagikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, ibadah ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga sosial. Selain itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa kurban melatih keikhlasan serta pengorbanan harta demi Allah SWT.
Selanjutnya, umat Islam saling mengunjungi dan mempererat silaturahmi pada hari raya Idul Adha. Mereka saling mendoakan dan mengucapkan selamat.
Oleh karena itu, Idul Adha tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.(ust)










Komentar