Jakarta, dorlanhikmah.com – Dalam ajaran Islam, tiupan sangkakala Malaikat Israfil menjadi salah satu peristiwa paling dahsyat di akhir zaman. Peristiwa ini menandai berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya kehidupan akhirat.
Allah SWT menjelaskan bahwa seluruh makhluk akan mengalami perubahan besar saat sangkakala ditiup. Tidak ada satu pun yang bisa menghindar dari ketetapan ini.
Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan:
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
“Pada hari ketika sangkakala ditiup, semua makhluk di langit dan bumi akan terkejut kecuali yang Allah kehendaki.” (QS An-Naml: 87)
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk akan merasakan ketakutan luar biasa saat peristiwa itu terjadi.
Tiupan Pertama Menghancurkan Alam Semesta
Para ulama menjelaskan bahwa tiupan pertama sangkakala menyebabkan seluruh makhluk mati. Langit runtuh, bumi hancur, dan semua kehidupan berhenti seketika.
Allah SWT berfirman:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
“Kemudian sangkakala ditiup, maka matilah semua makhluk di langit dan bumi…” (QS Az-Zumar: 68)
Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-Azim menjelaskan bahwa tiupan ini menjadi awal kehancuran total alam semesta sebelum Allah membangkitkan kembali semua manusia.
Tiupan Kedua: Kebangkitan dari Kubur
Setelah kehancuran total, Allah memerintahkan tiupan kedua. Pada saat ini, seluruh manusia bangkit dari kubur mereka dalam keadaan hidup.
Allah SWT berfirman:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
“Lalu ditiuplah sangkakala, maka mereka keluar dari kuburnya menuju Tuhan mereka.” (QS Yasin: 51)
Pada tahap ini, manusia tidak lagi hidup di dunia, tetapi memasuki fase hisab atau perhitungan amal. Semua manusia dari generasi pertama hingga terakhir dikumpulkan.
Bentuk Sangkakala Menurut Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ menjelaskan bentuk sangkakala dalam sebuah hadis:
“Qarnun yunfakhu fīh”
“Sangkakala itu adalah tanduk yang ditiup.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini memberi gambaran sederhana agar manusia memahami bentuknya, meskipun hakikat sebenarnya tetap termasuk perkara ghaib.
Para ulama seperti Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa penggunaan istilah “tanduk” menunjukkan bentuk yang panjang dan melengkung, bukan sesuatu yang dapat dibayangkan secara detail oleh manusia.
Kebangkitan Manusia Menuju Hari Perhitungan
Tiupan sangkakala juga menandai keluarnya manusia dari alam kubur menuju tempat pengadilan Allah SWT. Semua manusia berjalan menuju satu tempat tanpa pengecualian.
Mereka datang dalam keadaan berbeda sesuai amal masing-masing. Ada yang berjalan dengan cahaya iman, ada pula yang penuh ketakutan.
Pada tahap ini, tidak ada lagi kekuasaan dunia, jabatan, atau harta yang berguna. Semua manusia berdiri sama di hadapan Allah SWT.
Kondisi Alam Semesta Saat Hari Kiamat
Al-Qur’an menggambarkan kehancuran alam semesta dengan sangat jelas. Langit terbelah, bintang jatuh, dan lautan meluap.
Allah SWT berfirman:
إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ
“Apabila langit terbelah, bintang-bintang berjatuhan, dan lautan meluap.” (QS Al-Infithar: 1–3)
Gunung yang selama ini terlihat kokoh juga hancur seperti kapas yang beterbangan.
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
“Gunung-gunung menjadi seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS Al-Qari’ah: 5)
Bumi Berguncang dan Mengeluarkan Isi
Allah SWT juga menjelaskan bahwa bumi akan mengalami guncangan hebat dan mengeluarkan semua isi di dalamnya.
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan mengeluarkan beban-bebannya.” (QS Az-Zalzalah: 1–2)
Pada saat itu, seluruh sistem kehidupan yang dikenal manusia tidak lagi berfungsi.
Langit Berubah dan Kehilangan Bentuknya
Allah SWT juga menjelaskan bahwa langit akan berubah bentuk dan terbelah.
فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
“Langit terbelah dan menjadi merah seperti kilauan minyak.” (QS Ar-Rahman: 37)
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa perubahan ini menunjukkan kehancuran total tatanan alam semesta.(ust)










Komentar