Jakarta, dorlanhikmah.com – Seorang laki-laki menaruh rasa cinta yang sangat mendalam kepada seorang perempuan. Ia menyadari pengawasan Allah tidak pernah alpa meski malam makin larut.
Perasaan tersebut menguasai seluruh hati serta pikiran sang pemuda setiap hari. Ia menguntit langkah perempuan itu saat keluar rumah untuk sebuah urusan.
Kesempatan di Tengah Perjalanan Kafilah
Pria tersebut melihat kesempatan emas ketika mereka tiba di lokasi sepi. Seluruh rombongan kafilah sedang tertidur lelap saat malam semakin larut.
Laki-laki itu memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya secara langsung. Ia lantas mengajak perempuan tersebut melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.
Perempuan itu memberikan respons bijak tanpa memperlihatkan rasa panik sedikit pun. Ia meminta sang pria menyisir area sekitar untuk memastikan kondisi warga.
Pemuda tersebut mengelilingi tempat itu dengan penuh semangat serta rasa gembira. Ia meyakinkan kembali bahwa seluruh anggota kafilah sudah terlelap tidur.
Perempuan tersebut mendadak melontarkan sebuah pertanyaan berbobot yang mengubah keadaan. Ia mempertanyakan keberadaan Allah yang tidak pernah tidur kepada pria itu.
Kesadaran yang Menghentikan Maksiat
Laki-laki tersebut tertegun seketika saat mendengar pertanyaan yang sangat menohok. Ia menegaskan bahwa Zat Yang Maha Kuasa tidak pernah mengantuk maupun tertidur.
Perempuan itu langsung membalas jawaban tersebut dengan ketegasan sikap yang mantap. Ia mengingatkan bahwa Allah menyaksikan seluruh perbuatan manusia tanpa celah sedikit pun.
Kalimat singkat itu langsung meruntuhkan hawa nafsu dalam dada sang pria. Pria itu mengurungkan niat buruknya lalu mengumumkan pertobatan yang sungguh-sungguh.
Laki-laki tersebut memilih kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan kehidupan. Ia konsisten menjalankan ketaatan hingga maut menjemput di kemudian hari.
Seseorang memimpikan pemuda itu beberapa waktu setelah dirinya meninggal dunia. Pemuda tersebut mengaku telah menerima ampunan penuh dari Sang Maha Pencipta karena rasa takutnya kepada Allah.(ar)










Komentar