Kisah Khalidah binti Qais, Shahabiyah Penguat Dakwah Nabi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kisah Khalidah binti Qais sebagai salah satu sosok perempuan salehah yang menyokong perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW.(ilustrasi poto: kompas.com)

kisah Khalidah binti Qais sebagai salah satu sosok perempuan salehah yang menyokong perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW.(ilustrasi poto: kompas.com)

Jakarta, dorlanhikmah.com – Sejarah Islam menyimpan kisah Khalidah binti Qais sebagai salah satu sosok perempuan salehah yang menyokong perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Meskipun namanya tidak sepopuler Khadijah binti Khuwailid atau Aisyah binti Abu Bakar, ia tetap memegang peran krusial dalam membangun fondasi masyarakat Muslim di Madinah. Oleh karena itu, rekam jejaknya memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi umat Islam.

Menjaga Keharmonisan Umat di Masa Hijrah

Secara historis, Khalidah binti Qais menjalani kehidupan pada periode awal perkembangan Islam ketika kaum Muslimin baru menetap di Madinah. Selain itu, umat Islam kala itu menghadapi rintangan besar, mulai dari tekanan kaum Quraisy hingga proses penyatuan kaum Muhajirin dan Anshar.

Dalam situasi berlarut tersebut, para shahabiyah mengambil peran penting untuk menjaga keharmonisan tatanan keluarga. Di samping mendidik anak-anak, mereka juga aktif menyuplai kebutuhan sosial warga. Maka dari itu, dukungan moral mereka berhasil mengalirkan kekuatan bagi perjuangan Rasulullah dari dalam rumah tangga.

Baca Juga :  Misteri Azab Kubur dan Kisah Ular Hitam Konstantinopel

Keteguhan Iman dan Kemuliaan yang Hakiki

Sebagai wanita yang telah memeluk Islam, Khalidah binti Qais menunjukkan kesungguhan tinggi untuk menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Bahkan, ia selalu menjadikan Al-Qur’an serta Sunnah sebagai pedoman utama dalam mengarungi seluruh aktivitas harian.

Selanjutnya, sosok Khalidah binti Qais terus memancarkan akhlak terpuji kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat sekitar. Melalui rekam jejak tersebut, kita dapat memahami bahwa kemuliaan seseorang tidak bergantung pada popularitas namanya. Sebab, keikhlasan serta kesetiaan kepada ajaran Islam jauh lebih bernilai di hadapan Allah daripada pujian manusia.

Mencetak Generasi Penerus Peradaban

Tak hanya itu, perempuan pada era kenabian juga memberikan kontribusi nyata dalam memperluas jangkauan dakwah Islam. Sebab, dari kediaman merekalah lahir generasi tangguh yang kelak tumbuh menjadi ulama, pemimpin, dan pejuang agama.

Baca Juga :  Kisah Sahabat Nabi Menegur Penguasa, Pesan tentang Pemimpin Adil

Meskipun informasi biografinya cukup terbatas, literatur biografi sahabat tetap mengabadikan nama Khalidah binti Qais sebagai bagian dari generasi terbaik umat. Keberadaan namanya membuktikan bahwa ia ikut mendampingi perjuangan Rasulullah secara langsung. Oleh sebab itu, hal ini menegaskan bahwa setiap Muslimah memiliki kedudukan berharga dalam sejarah kebangkitan Islam.

Relevansi Teladan bagi Muslimah Modern

Pada zaman sekarang, keteladanan Khalidah binti Qais tetap memancarkan relevansi yang kuat bagi kehidupan kaum wanita. Dengan demikian, Muslimah modern dapat meneladani gigihnya usaha menuntut ilmu agama serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Langkah sederhana seperti merawat lisan, menolong sesama, dan membina keluarga pun dapat menjadi ladang pahala yang terus mengalir. Padahal, setiap Muslim mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih derajat mulia di sisi Pencipta. Pada akhirnya, ketakwaan dan keteguhan istiqamah merupakan kunci utama dalam memetik keridaan Allah.(ar)

Berita Terkait

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis
Mengenal Sistem Iqtha Dinasti Ayyubiyah Masa Salahuddin
Sejarah Shalawat Badar dan Maknanya
Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Minggu, 13 September 2026 - 09:18 WIB

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 September 2026 - 09:13 WIB

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:51 WIB

Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis

Berita Terbaru

Ilustrasi skema alur akad ijarah dalam fikih muamalah, mengatur hak sewa manfaat tanpa memindahkan kepemilikan aset.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Sisa Kuota Hangus dalam Fikih Islam dan Ijarah

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:12 WIB