Sejarah Al Quran dan Perannya Sebagai Pedoman Hidup Umat Humanis

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sejarah Al-quran.(poto: istimewa).

Ilustrasi sejarah Al-quran.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Sejarah al quran lengkap mencatat bahwa kitab suci ini pertama kali diturunkan pada 17 Ramadhan tahun 610 Masehi. Peristiwa Nuzulul Qur’an tersebut menandai pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT untuk seluruh umat manusia.

K.H. Moenawar Chalil menjelaskan proses penurunan wahyu ini terjadi secara berangsur-angsur di Mekkah dan Madinah. Proses penyerahan wahyu tersebut berlangsung selama 22 tahun, dua bulan, dan 22 hari.

Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-‘Alaq ayat satu hingga lima. Peristiwa bersejarah di Gua Hira tersebut menjadi awal penugasan risalah keagamaan bagi sang nabi.

H.S.M. Nasaruddin Latif menegaskan empat hal mendasar terkait kedudukan kitab suci umat Islam ini. Beliau menyebut wahyu Ilahi ini berisi kebenaran mutlak yang bersumber langsung dari Allah SWT.

Nasaruddin juga menambahkan bahwa Allah SWT menjamin keaslian tulisan ini sepanjang zaman. Jaminan pemeliharaan tersebut tercantum secara tegas dalam Surah Al-Hijr ayat sembilan.

Sejak awal turunnya wahyu, para sahabat langsung menghafal seluruh ayat yang dibacakan oleh Rasulullah. Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan para penulis wahyu terpercaya untuk mencatat setiap ayat.

Malaikat Jibril rutin mendampingi Rasulullah melakukan pengulangan bacaan atau muraja’ah setiap bulan Ramadhan. Proses tersebut memastikan tidak ada satu pun ayat yang terlewat atau mengalami perubahan.

Baca Juga :  Peran Kekhalifahan Abbasiyah dalam Pembebasan Baitul Maqdis pada Masa Shalahuddin Al-Ayyubi

Proses Pengumpulan Mushaf Al Quran Pada Masa Para Sahabat Rasulullah

Setelah Rasulullah wafat pada tahun 11 Hijriyah, para sahabat mulai mengumpulkan catatan ayat yang terpisah. Khalifah Abu Bakar Ash-Siddiq memimpin proyek pengumpulan lembaran wahyu tersebut menjadi satu unit mushaf utuh.

Perkembangan Daulah Islamiyah yang semakin luas mendorong Khalifah Utsman bin Affan melakukan standardisasi penulisan mushaf. Langkah ini bertujuan menjaga keseragaman bacaan di seluruh wilayah kekuasaan Islam yang kian membendung.

Mushaf standar hasil penyelarasan tersebut kemudian dikenal luas dengan nama Mushaf Utsmani atau Mushaf Al-Imam. Pemerintah kekhalifahan lalu mengirimkan salinan mushaf ini ke berbagai pusat kota sebagai rujukan utama.

Tradisi lisan dan tulisan berhasil menjaga keaslian teks ini dari masa ke masa. Komunitas muslim Indonesia hingga saat ini membaca teks yang sama persis dengan masa Rasulullah.

Pemikir asal India, Dr. Sir Mohammad Iqbal, mengingatkan umat agar menghayati setiap bacaan wahyu. Beliau menyarankan pembaca merasa seolah-olah ayat tersebut sedang diturunkan langsung kepada dirinya.

Penulis Barat seperti James Michener mengagumi daya tarik kitab ini di tengah masyarakat dunia. Michener menilai kitab ini sebagai karya ilmiah yang paling banyak dibaca dan dihafalkan.

Baca Juga :  Kisah Talak Nabi kepada Hafshah binti Umar

Inspirasi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Bagi Umat Manusia Modern

Profesor T.M. Soelaiman dari Institut Teknologi Bandung menilai wahyu ini mengandung kumpulan rumus sains. Pakar ITB tersebut meyakini kandungan ayat dapat mempercepat pencapaian penelitian para ilmuwan modern.

Keaslian informasi sains di dalamnya memicu proses penerjemahan ke berbagai bahasa dunia sejak lama. Robert of Ketton menerjemahkan teks ini ke bahasa Latin pertama kali pada abad ke-12.

Sejarah membuktikan peradaban Islam mencapai masa keemasan saat menjadikan kitab ini sebagai panduan hidup. Kejayaan umat terbukti meredup ketika mereka mulai meninggalkan nilai-nilai dasar yang ada di dalamnya.

Untuk menyebarkan syiar Islam, pemerintah menggelar Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional pertama di Makassar pada 1968. Ajang edukatif ini terus melestarikan kecintaan generasi muda terhadap seni baca dan hafalan.

Para ulama menegaskan bahwa terjemahan dan tafsir hanyalah alat bantu untuk memahami pesan langit. Masyarakat tetap perlu mempelajari bahasa Arab agar dapat menggali kedalaman makna yang sesungguhnya.

Umat Islam wajib memfungsikan kitab suci ini sebagai panduan utama dalam mengarungi kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang mendalam akan melahirkan hubungan harmonis antar sesama manusia dan alam semesta.(ust)

Berita Terkait

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri
Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan
Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara
Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa
Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga
Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga

Berita Terbaru

Ilustrasi Tafsir AL-qur'an.(poto: dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 3

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:18 WIB

Tafsir Al-Quran.(poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Huruf Muqatta’ah Pembuka Surah Al-Baqarah Ayat 1

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:05 WIB

Pemerintah Provinsi Jambi resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Pembukaan MTQH ke-55 Jambi: Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:56 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, membuka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi di lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQH Jambi 2026: Kakanwil Kemenag Dorong Ekoteologi dan Wakaf

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:52 WIB