Rahasia Huruf Muqatta’ah Pembuka Surah Al-Baqarah Ayat 1

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tafsir Al-Quran.(poto: istimewa).

Tafsir Al-Quran.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam tentu sudah tidak asing lagi saat membaca permulaan Surah Al-Baqarah di dalam kitab suci Al-Qur’an. Oleh karena itu, pembacaan tafsir surah al baqarah pada ayat pertamanya menyajikan keunikan tersendiri karena diawali oleh deretan huruf hijaiyah lepas.

Kehadiran susunan huruf tersebut menarik perhatian banyak ahli tafsir sejak zaman klasik hingga era modern sekarang. Selain itu, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memberikan ulasan mendalam terkait makna dan hikmah di balik ayat pembuka ini.

Memahami Konsep Huruf Muqatta’ah Dalam Al-Qur’an

Ayat pertama Surah Al-Baqarah memuat lafaz yang sangat ringkas namun kaya akan dimensi makna ilmiah dan spiritual.

الۤمّۤ ۚ

Dalam tradisi ilmu tafsir Al-Qur’an, model pembukaan seperti ini populer dengan istilah huruf muqatta’ah atau huruf-huruf terputus.

Penulis tafsir Kemenag mencatat bahwa gaya pembukaan ini tidak hanya monopoli bagi Surah Al-Baqarah saja. Namun demikian, banyak surah berstatus Makkiyah maupun Madaniyah yang menggunakan komposisi serupa untuk mengawali kalam Ilahi.

Persebaran Huruf Terputus di Surah Al-Qur’an (Bagian 1)

Al-Qur’an mencatat setidaknya ada 29 surah yang membukanya memakai deretan huruf singkatan atau muqatta’ah. Sementara itu, kitab tafsir tahlili Kemenag merinci secara eksplisit daftar surah-surah yang memanfaatkan ragam kombinasi huruf hijaiyah tersebut.

Berikut adalah susunan surah yang memuat huruf muqatta’ah di dalam Al-Qur’an:

  1. Surah Al-Baqarah: Diawali dengan susunan huruf الۤمّۤ (Alif Lām Mīm).

  2. Surah Āli ‘Imrān: Dibuka pula dengan kombinasi الۤمّۤ (Alif Lām Mīm).

  3. Surah Al-A‘rāf: Menggunakan kombinasi empat huruf yaitu المص (Alif Lām Mīm Ṣād).

  4. Surah Yūnus: Menggunakan bentuk awal huruf الر (Alif Lām Raa).

  5. Surah Yūsuf: Menggunakan rangkaian tiga huruf الر (Alif Lām Raa).

  6. Surah Hūd: Memakai pembuka rangkaian huruf الر (Alif Lām Raa).

  7. Surah Ar-Ra‘d: Memakai kombinasi empat huruf المر (Alif Lām Mīm Raa).

  8. Surah Ibrāhīm: Menggunakan susunan pembuka الر (Alif Lām Raa).

  9. Surah Al-Ḥijr: Menggunakan kombinasi huruf الر (Alif Lām Raa).

  10. Surah Maryam: Menggunakan susunan lima huruf ke-14 كهيعص (Kāf Hā Yā ‘Aīn Ṣād).

  11. Surah Ṭāhā: Menggunakan bentuk dua huruf lepas طه (Ṭā Hā).

  12. Surah Asy-Syu‘arā’: Menggunakan susunan tiga huruf طسم (Ṭā Sīn Mīm).

  13. Surah An-Naml: Diawali bentuk dua huruf lepas طس (Ṭā Sīn).

  14. Surah Al-Qaṣaṣ: Dibuka dengan bentuk tiga huruf طسم (Ṭā Sīn Mīm).

Persebaran Huruf Terputus di Surah Al-Qur’an (Bagian 2)

Selanjutnya, daftar surah lain yang diawali huruf muqatta’ah juga mencakup berbagai surah penting dalam Al-Qur’an.

  1. Surah Al-‘Ankabūt: Diawali susunan tiga huruf الۤمّۤ (Alif Lām Mīm).

  2. Surah Ar-Rūm: Diawali susunan tiga huruf الۤمّۤ (Alif Lām Mīm).

  3. Surah Luqmān: Menggunakan susunan huruf pembuka الۤمّۤ (Alif Lām Mīm).

  4. Surah As-Sajdah: Memakai susunan tiga huruf الۤمّۤ (Alif Lām Mīm).

  5. Surah Yāsīn: Menggunakan bentuk dua huruf lepas يس (Yā Sīn).

  6. Surah Ṣād: Diawali tunggal dengan huruf ص (Ṣād).

  7. Surah Al-Mu’min (Gāfir): Memakai kombinasi dua huruf حم (Ḥā Mīm).

  8. Surah Fuṣṣilat: Diawali kombinasi dua huruf حم (Ḥā Mīm).

  9. Surah Asy-Syūrā: Dibuka dengan kombinasi lima huruf حم عسق (Ḥā Mīm ‘Aīn Sīn Qāf).

  10. Surah Az-Zukhruf: Menggunakan susunan dua huruf حم (Ḥā Mīm).

  11. Surah Ad-Dukhān: Diawali kombinasi dua huruf حم (Ḥā Mīm).

  12. Surah Al-Jāṡiyah: Diawali kombinasi dua huruf حم (Ḥā Mīm).

  13. Surah Al-Aḥqāf: Menggunakan susunan dua huruf حم (Ḥā Mīm).

  14. Surah Qāf: Diawali tunggal dengan satu huruf ق (Qāf).

  15. Surah Al-Qalam: Dibuka dengan bentuk huruf tunggal ن (Nūn).

Baca Juga :  6 Bencana Alam dalam Al-Qur’an dan Kisahnya Lengkap

Secara keseluruhan, huruf yang muncul pada 29 surah di atas berjumlah 14 huruf hijaiyah. Oleh sebab itu, jumlah 14 huruf tersebut tepat mewakili setengah dari total 28 huruf abjad bahasa Arab.

Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Makna Ayat

Persoalan penafsiran huruf abjad pada permulaan surah selalu memicu deretan perbedaan pendapat di kalangan ahli tafsir. Akibatnya, para ulama membagi pandangannya menjadi dua kubu utama dalam menjelaskan rahasia tersebut.

Pendapat Pertama: Menyerahkan Makna Kepada Allah

Kelompok mufasir pertama memilih langkah bersikap tawaduk dengan menyerahkan sepenuh makna ayat ini kepada Allah SWT. Sehingga, mereka tidak menetapkan arti kata demi kata dari susunan huruf terputus tersebut.

Mufasir dari kalangan ini menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui pasti maksud di baliknya. Oleh karena itu, mereka memasukkan susunan Alif Lām Mīm ke dalam kelompok ayat-ayat mutasyābihāt yang memiliki sifat samar bagi nalar manusia.

Pendapat Kedua: Menguraikan Penafsiran

Di sisi lain, kelompok mufasir kedua berusaha menggali berbagai kemungkinan arti logis serta fungsi kebahasaan dari Alif Lām Mīm. Hasilnya, kelompok ini terpecah lagi menjadi beberapa sudut pandang penafsiran yang sangat kaya.

1. Huruf Sebagai Singkatan Kata (Isyarat)

Sebagian mufasir memandang huruf-huruf abjad tersebut sebagai lambang atau isyarat ringkasan dari kata-kata tertentu. Pada susunan Alif Lām Mīm, huruf Alif merupakan singkatan nama “Allah”, Lām merujuk malaikat “Jibril”, dan Mīm mewakili Nabi “Muhammad”.

Baca Juga :  Tafsir Surat Al-Balad: Pesan Kehidupan, Jalan Terjal, dan Peringatan bagi Manusia

Gagasan ini menjelaskan alur penurunan wahyu yang berasal dari Allah, lalu sampai melalui Jibril, kemudian diterima oleh Nabi Muhammad. Sebagai contoh lain, pada pembuka Alif Lām Raa, huruf Alif berarti “Ana” (Aku), Lām berarti “Allah”, dan Raa berarti “Ar-Raḥmān” (Yang Maha Pengasih).

2. Nama Resmi Pembuka Surah

Selain itu, sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa huruf-huruf abjad tersebut berfungsi sebagai identitas atau nama resmi surah. Jadi, setiap kali ayat diawali oleh susunan huruf tertentu, maka rangkaian huruf itu menjadi nama khusus bagi surah tersebut.

3. Makna Murni Sebutan Abjad

Selanjutnya, pendapat lain menyebutkan bahwa maksud huruf-huruf abjad pada awal surah adalah sebutan abjad itu sendiri secara murni. Mufasir kelompok ini mengartikan huruf Alif sebagai “Alif”, huruf Lām sebagai “Lam”, dan huruf Nūn sebagai “Nun”.

4. Sarana Menarik Perhatian Pendengar (Tanbih)

Terdapat juga ulama yang menguraikan fungsi psikologis dan kebahasaan dari pembukaan surah menggunakan huruf lepas. Memulai pembicaraan dengan menyebutkan susunan abjad merupakan metode komunikasi yang belum dikenal oleh masyarakat Arab zaman dahulu.

Sebab itu, metode pembukaan yang tak biasa ini secara langsung memancing rasa penasaran bangsa Arab saat mendengarnya. Pada akhirnya, mereka terdorong untuk menghentikan aktivitas sejenak demi menyimak kalimat selanjutnya yang Rasulullah sampaikan.

5. Fungsi Tantangan Sastra (I’jaz)

Sementara itu, pendapat mufasir yang amat kuat menyebutkan bahwa fungsi pembukaan huruf abjad ini adalah sebagai instrumen tantangan. Allah SWT menantang para sastrawan Arab saat itu yang meragukan keotentikan Al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi.

Tantangan tersebut mengisyaratkan bahwa Al-Qur’an tersusun dari huruf-huruf abjad bahasa Arab yang biasa mereka pakai sehari-hari. Oleh sebab itu, jika mereka menuduh Nabi Muhammad membuat sendiri Al-Qur’an, maka seharusnya para pujangga Arab juga mampu menyusun karya setara.

Bukti Ketidakmampuan Bangsa Arab Menyamai Al-Qur’an

Masyarakat Arab pada era turunnya Al-Qur’an terkenal memiliki penguasaan bahasa dan tingkat kedalaman sastra yang sangat tinggi. Di samping itu, lingkungan sosial mereka diwarnai oleh kehadiran banyak penyair ulung, pujangga handal, serta ahli pidato kenamaan.

Meskipun keahlian bahasa menyatu dalam budaya mereka, namun tak satu pun dari mereka mampu menjawab tantangan Al-Qur’an. Malahan, tidak ada pujangga yang sanggup menciptakan deretan kalimat yang setara dengan keindahan tata bahasa Al-Qur’an.

Bahkan, beberapa orang sempat memberanikan diri membuat syair buatan untuk menandingi gaya bahasa Al-Qur’an. Namun demikian, sebelum orang lain tertawa mendengar karya buatan itu, sang pembuat sudah menertawakan ketidakmampuannya sendiri.(ust)

Berita Terkait

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 3
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 2: Kebenaran Mutlak dan Petunjuk Hidup
Tafsir Surah An-Naas Menurut Penjelasan Kitab Jalalain
Membedah Standar Kebenaran Tafsir Alquran Lewat Timbangan Filsafat
Rahasia Balaghah Al-Qur’an: Mengapa Perintah Disampaikan Lewat Kalimat Berita?
Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?
Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?
Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:18 WIB

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 3

Rabu, 4 November 2026 - 06:08 WIB

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 2: Kebenaran Mutlak dan Petunjuk Hidup

Rabu, 4 November 2026 - 06:05 WIB

Rahasia Huruf Muqatta’ah Pembuka Surah Al-Baqarah Ayat 1

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Tafsir Surah An-Naas Menurut Penjelasan Kitab Jalalain

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Membedah Standar Kebenaran Tafsir Alquran Lewat Timbangan Filsafat

Berita Terbaru

Ilustrasi Tafsir AL-qur'an.(poto: dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 3

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:18 WIB

Tafsir Al-Quran.(poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Huruf Muqatta’ah Pembuka Surah Al-Baqarah Ayat 1

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:05 WIB

Pemerintah Provinsi Jambi resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Pembukaan MTQH ke-55 Jambi: Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:56 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, membuka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi di lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQH Jambi 2026: Kakanwil Kemenag Dorong Ekoteologi dan Wakaf

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:52 WIB