Kisah Kaum ‘Ad dan Nabi Hud AS: Kehancuran Bangsa Raksasa yang Sombong

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah kaum 'Ad Nabi Hud AS.(poto: istimewa).

Kisah kaum 'Ad Nabi Hud AS.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kaum ‘Ad menjadi suku kuno tertua setelah peradaban masa Nabi Nuh AS. Kisah kaum ‘Ad Nabi Hud AS mengulas kehancuran bangsa bertubuh besar ini.

Ma’ful Hidayatulloh menuliskan kehidupan mewah masyarakat ini dalam buku Nabi Hud a.s.. Mereka mendirikan istana megah serta benteng tinggi untuk memamerkan kekayaan.

Allah SWT mengaruniai tempat tinggal mereka dengan tanah subur. Sumber air mengalir deras dari berbagai penjuru untuk melancarkan pertanian.

Mengabaikan Kehancuran Kaum Nabi Nuh AS

Kemewahan hidup justru membuat bangsa kuno ini melupakan Sang Pencipta. Mereka menyekutukan Allah SWT tanpa memedulikan musibah kaum Nabi Nuh AS.

Masyarakat ini mengukir patung berhala sebagai tuhan yang mereka sembah. Mereka percaya patung tersebut mendatangkan keberuntungan serta menolak bencana.

Allah SWT Mengutus Nabi Hud AS

Postur tubuh tinggi besar memicu rasa takabur di hati kaum ‘Ad. Namun, Allah SWT tidak langsung menghancurkan mereka yang bersikap sombong.

Sang Pencipta menunjuk Nabi Hud AS untuk meluruskan akhlak masyarakatnya. Malaikat Jibril mendatangi beliau saat menginjak usia 40 tahun.

Baca Juga :  Kontroversi Pengangkatan Yazid bin Mu’awiyah Umayyah

Jibril membawa wahyu agar Nabi Hud AS mengajak kaumnya bertobat. Beliau mengingatkan nikmat umur panjang, kekuatan fisik, serta limpahan harta.

Perjuangan Dakwah dan Tuduhan Gila

Perjuangan dakwah Nabi Hud AS menghadapi perlawanan berat dari kaumnya. Banyak warga kerap mengejek, mencela, hingga meragukan kenabian beliau.

Raja Khaljan pernah mengumpulkan rakyatnya di lapangan pada hari besar. Nabi Hud AS hadir menyampaikan ajaran tauhid di hadapan kerumunan.

Masyarakat ‘Ad menolak ajaran tersebut dan mengabaikan seruan bertobat. Mereka bahkan menuduh sang nabi mengalami gangguan jiwa akibat kutukan berhala.

Nabi Hud AS mengingatkan datangnya azab jika mereka tetap ingkar. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan risalah Allah SWT sepanjang hayat.

Peringatan tegas tersebut menyentuh hati sebagian kecil masyarakat ‘Ad. Kelompok kecil ini menyambut petunjuk Allah SWT dan menjadi pengikut setia.

Azab Kemarau dan Angin Dahsyat

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Hud AS dengan menurunkan tanda kemurkaan. Para wanita mengalami kemandulan dan kemarau membakar wilayah mereka selama tiga tahun.

Baca Juga :  5 Rasul Ulul Azmi dan Keteguhan Dakwah Mereka

Nabi Hud AS menjelaskan bahwa krisis air tersebut merupakan permulaan siksaan. Beliau menjanjikan hujan segera turun jika masyarakat mau bertobat.

Masyarakat pembangkang ini tetap mengabaikan peringatan dan terus menyembah berhala. Allah SWT akhirnya mengirimkan azab dingin yang sangat pedih.

Angin kencang menghempaskan kaum ‘Ad selama tujuh malam delapan hari. Udara dingin merusak kulit mereka hingga seluruh peradaban hancur.

Al-Qur’an mengabadikan peristiwa kehancuran tersebut dalam Surah Al-Ahqaf ayat 24:

فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ٢٤

Artinya: “Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, ‘Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.’ (Bukan,) tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang sangat pedih.”(ust)

Berita Terkait

Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah
Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah
Sejarah Maulid Nabi 2026: Dalil dan Hukum Memperingatinya
Perjanjian Hudaibiyah Dilanggar Quraisy Picu Fathu Makkah
Berat Ujian Dakwah Rasulullah SAW Menghadapi Tekanan Kafir
Perjalanan Dagang Nabi Muhammad ke Syam dan Pendeta Buhaira
Panduan Mahalul Qiyam Maulid: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaan
Mengenal Kitab Maulid Barzanji: Sejarah, Isi, dan Waktu Baca
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Sejarah Maulid Nabi 2026: Dalil dan Hukum Memperingatinya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Perjanjian Hudaibiyah Dilanggar Quraisy Picu Fathu Makkah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Berat Ujian Dakwah Rasulullah SAW Menghadapi Tekanan Kafir

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB