Mengenal Iqalah Pembatalan Transaksi dalam Fikih Muamalah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iqalah menjadi solusi pengembalian barang dalam fikih muamalah saat pembeli merasa menyesal.(poto: ILS Law Firm).

Iqalah menjadi solusi pengembalian barang dalam fikih muamalah saat pembeli merasa menyesal.(poto: ILS Law Firm).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Seseorang kerap membeli barang lalu menyesal karena telah mengeluarkan uang terlalu banyak. Kasus pengembalian barang tersebut diatur syariat Islam melalui pembatalan transaksi fikih muamalah yang bernama Iqalah.

Iqalah secara bahasa berasal dari kata Bahasa Arab yang memiliki arti mengangkat. Kedua belah pihak mengangkat hukum akad yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Pengangkatan hukum tersebut menyebabkan barang jualan dan alat tukar kembali kepada pemilik masing-masing. Syariat Islam menetapkan hukum asal pelaksanaan akad Iqalah ini adalah boleh atau mubah.

Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasalam menegaskan kebolehan transaksi tersebut dalam sebuah hadis:

من أقال مسلما أقاله الله عثرته يوم القيامة

“Siapa yang menerima pengembalian barang dari seorang muslim, maka Allah akan mengampuni kesalahannya di hari Kiamat.” (HR. Abu Daud).

Para ulama fikih menjelaskan pembatalan akad terjadi bukan karena cacat pada objek transaksi. Faktor luar seperti rasa menyesal tidak memengaruhi keabsahan akad yang telah tuntas.

Penjual sebenarnya tidak memiliki kewajiban menerima pengembalian barang yang sudah selesai. Namun, hukum berubah menjadi dianjurkan atau mustahab saat penjual mengetahui pembeli menyesal.

Baca Juga :  Hati-Hati! Utang Belum Lunas, Ruh Tertahan Menurut Hadits Nabi

Para pihak melakukan akad Iqalah menggunakan lafal serah-terima atau ijab-kabul. Budi sebagai pembeli dapat mengucapkan ijab, “Aku ingin mengembalikan barang ini.“

Agus selaku penjual kemudian menjawab ijab tersebut dengan lafal kabul, “Saya terima pengembalian barangnya.“

Kedua belah pihak langsung menyerahkan kembali barang dan uang pembayaran setelah mengucapkan lafal tersebut. Meskipun sepakat atas kebolehannya, para ahli fikih memiliki perbedaan pendapat mengenai hakikat Iqalah.

Perbedaan Mazhab Mengenai Status Hukum Iqalah

Mazhab Syafii dan Hanbali menegaskan Iqalah sebagai bentuk pembatalan akad jual beli. Kata Iqalah dalam hadis berarti mengangkat hukum akad sah yang sudah berjalan.

Mazhab Maliki justru mengartikan Iqalah sebagai akad transaksi jual beli yang baru. Sementara itu, kalangan Mazhab Hanafi terpecah menjadi dua pandangan mengenai status hukumnya.

Perbedaan pemaknaan hakikat tersebut memengaruhi penyebutan harga kembali serta hak khiyar. Pandangan pembatalan akad tidak membutuhkan penyebutan harga ulang maupun penggunaan hak khiyar.

Pandangan akad baru mewajibkan para pihak menyebutkan harga serta memberikan hak khiyar. Hak khiyar tersebut berlaku jika timbul cacat baru pada objek transaksi.

Baca Juga :  Bahaya Zina Mempersempit Rezeki dan Jebakan Istidraj

Imām Al-Khaṭīb Asy-Syarbīnī memaparkan silang pendapat ulama pembatalan akad dalam Kitab Mugni al-Muhtaj. Beliau menjelaskan perbedaan titik awal berlakunya pembatalan transaksi tersebut.

Penentuan Hak Kepemilikan Hasil Objek Transaksi

Sebagian ulama menganggap pembatalan berlaku sejak awal transaksi jual beli terjadi. Ulama lain berpendapat pembatalan baru berlaku efektif saat akad Iqalah disepakati.

Contoh kasus terjadi saat Budi membeli seekor ayam pada pukul 08.00 dari Agus. Ayam tersebut kemudian bertelur pada pukul 09.00 sebelum Budi mengembalikannya pukul 10.00.

Pembatalan sejak awal menjadikan telur tersebut sebagai hak milik Agus selaku penjual. Kepemilikan Budi terhadap ayam dianggap tidak pernah ada sejak pukul 08.00.

Pembatalan saat Iqalah menjadikan telur tersebut tetap sebagai hak milik Budi. Budi menguasai ayam secara sah saat hewan tersebut menghasilkan telur.

Mazhab Syafii menetapkan pendapat resmi bahwa pembatalan berlaku sejak akad Iqalah di sepakati. Selain pembeli, pihak penjual juga memiliki hak mengajukan akad Iqalah. Wallahu A’lam.(ust)

Berita Terkait

13 Rukun Shalat Wajib Lengkap Urutan dan Tata Caranya
Panduan Tata Cara Shalat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Panduan Fikih Thaharah dan Jenis Air untuk Bersuci
Panduan Fardhu dan Sunnah Wudhu Lengkap Sesuai Fikih
Panduan Fikih Istinjak Lengkap Menurut Matan Taqrib
Panduan Bacaan Niat Shalat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Dalil
5 Waktu Shalat Wajib dan Dalil Lengkap Pembagian Jamnya
Panduan Batas Waktu Shalat 5 Waktu Sesuai Dalil Shahih
Berita ini 22 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:45 WIB

13 Rukun Shalat Wajib Lengkap Urutan dan Tata Caranya

Minggu, 1 November 2026 - 13:50 WIB

Panduan Tata Cara Shalat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Panduan Fikih Thaharah dan Jenis Air untuk Bersuci

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Panduan Fardhu dan Sunnah Wudhu Lengkap Sesuai Fikih

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Panduan Fikih Istinjak Lengkap Menurut Matan Taqrib

Berita Terbaru

Ilustrasi Tafsir AL-qur'an.(poto: dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Tafsir Al-Baqarah Ayat 5: Kunci Meraih Keberuntungan Abadi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:52 WIB

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, hadir langsung di lokasi acara untuk menyaksikan jalannya kompetisi.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Persaingan Sengit Final KTIQ dan KTIH MTQH Ke-55 Provinsi Jambi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:47 WIB

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyambut langsung kedatangan seluruh ketua delegasi negara anggota pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Menag Ajak Negara MABIMS Bangun Peradaban Islam dari Asia Tenggara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:43 WIB

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said.(poto: jemabi.kemenag.go.id).

Pendidikan

Kemenag Rilis Juknis Himayatu Thalabah untuk Lindungi Santri

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:40 WIB

Arena Musabaqah Al-Hadis MTQH Ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi memasuki babak puncak pada Kamis (5/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Peserta Finalis Beradu Hafalan di Musabaqah Al-Hadis MTQH Jambi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:36 WIB