Tafsir QS. Al-Buruj: Sumpah Allah, Ashabul Ukhdud, dan Pelajaran Keimanan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tafsir QS Al-Buruj membahas kekuasaan Allah, ujian keimanan, kisah Ashabul Ukhdud, serta kepastian hari kiamat dengan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami.( Poto : dok.Ayoindonesia ).

Tafsir QS Al-Buruj membahas kekuasaan Allah, ujian keimanan, kisah Ashabul Ukhdud, serta kepastian hari kiamat dengan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami.( Poto : dok.Ayoindonesia ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Tafsir Quran Surat Al-Buruj menyampaikan pesan yang sangat kuat tentang kekuasaan Allah, ujian keimanan, serta kepastian hari kiamat.

Pertama-tama, surah ini menegaskan bahwa seluruh kehidupan berada di bawah kekuasaan Allah.

Selain itu, surah ini juga mengisahkan kezaliman Ashabul Ukhdud. Kemudian, Allah menjelaskan bagaimana Dia membalas orang-orang beriman sekaligus menghukum orang-orang yang zalim.

Oleh karena itu, surah ini memberikan pelajaran penting tentang keimanan, kesabaran, dan keadilan Allah.

Sumpah Allah atas Langit dan Hari yang Dijanjikan

Allah membuka surah ini dengan sumpah yang sangat agung. Pertama, Allah berfirman:

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang.” (QS. Al-Buruj: 1)

Pada ayat ini, Allah mengarahkan perhatian manusia kepada langit yang tersusun rapi. Selain itu, Allah menunjukkan keteraturan orbit matahari, bulan, dan bintang sebagai tanda kekuasaan-Nya. Dengan demikian, semua itu membuktikan kebesaran penciptaan Allah.

Selanjutnya, Allah berfirman:

وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ
“dan hari yang dijanjikan.” (QS. Al-Buruj: 2)

Kemudian, Allah menegaskan bahwa hari kiamat pasti terjadi. Pada hari itu, Allah mengumpulkan seluruh manusia tanpa terkecuali. Oleh karena itu, tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghindari perhitungan-Nya.

Saksi dan yang Disaksikan

Setelah itu, Allah berfirman:

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ
“dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 3)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini mencakup semua bentuk kesaksian. Dengan kata lain, ayat ini meliputi setiap yang melihat dan yang dilihat, serta setiap yang hadir dan yang dihadiri.

Kisah Ashabul Ukhdud dan Ujian Keimanan

Kemudian Allah mengisahkan kaum yang sangat zalim:

قُتِلَ أَصْحَٰبُ ٱلْأُخْدُودِ
“Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit.” (QS. Al-Buruj: 4)

Dalam kisah ini, kaum tersebut menggali parit besar. Selanjutnya, mereka menyalakan api yang sangat besar di dalamnya.

Setelah itu, mereka memaksa orang-orang beriman agar meninggalkan agama mereka. Namun demikian, ketika orang-orang beriman menolak, mereka justru melemparkan mereka ke dalam api.

Dengan demikian, tindakan ini menunjukkan permusuhan yang sangat besar terhadap Allah dan orang-orang beriman.

Baca Juga :  Tafsir Surat Al-Balad: Pesan Kehidupan, Jalan Terjal, dan Peringatan bagi Manusia

Kekejaman yang Mereka Saksikan Sendiri

Allah menjelaskan kondisi mereka lebih lanjut:

ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلْوَقُودِ
“yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar.” (QS. Al-Buruj: 5)

إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ
“ketika mereka duduk di sekitarnya.” (QS. Al-Buruj: 6)

وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ
“sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Buruj: 7)

Di sisi lain, mereka tidak hanya menyiksa, tetapi juga menyaksikan penderitaan itu secara langsung. Oleh karena itu, hal ini menunjukkan puncak kesombongan dan kekerasan hati mereka.

Sebab Permusuhan: Karena Keimanan

Selanjutnya Allah menjelaskan sebab kebencian mereka:

وَمَا نَقَمُوا۟ مِنْهُمْ إِلَّآ أَن يُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ
“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS. Al-Buruj: 8)

Dengan demikian, permusuhan mereka muncul hanya karena keimanan. Oleh sebab itu, iman menjadi alasan utama penyiksaan tersebut.

Ancaman bagi Para Pelaku Kezaliman

Kemudian Allah memperingatkan:

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyiksa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahannam dan azab (neraka) yang membakar.” (QS. Al-Buruj: 10)

Namun demikian, Allah tetap membuka pintu tobat bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, rahmat Allah selalu mendahului murka-Nya.

Balasan bagi Orang Beriman

Sebaliknya, Allah memberikan kabar gembira:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْكَبِيرُ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Buruj: 11)

Dengan demikian, Allah menutup ancaman dengan janji surga bagi orang-orang beriman.

Kerasnya Azab Allah

Selanjutnya Allah menegaskan:

إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ
“Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.” (QS. Al-Buruj: 12)

Oleh karena itu, tidak ada kezaliman yang luput dari balasan Allah.

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Fatihah Berdasarkan Tafsir Jalalain

Kekuasaan Allah atas Kehidupan

Kemudian Allah berfirman:

إِنَّهُۥ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ
“Sesungguhnya Dialah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya kembali.” (QS. Al-Buruj: 13)

Selain itu, Allah juga berfirman:

وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ
“Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. Al-Buruj: 14)

Dengan demikian, Allah menggabungkan kekuasaan mutlak dengan kasih sayang yang luas kepada hamba-Nya.

Allah Pemilik ‘Arsy yang Agung

ذُو ٱلْعَرْشِ ٱلْمَجِيدُ
“Yang mempunyai ‘Arsy lagi Maha Mulia.” (QS. Al-Buruj: 15)

Selain itu, Allah menunjukkan kebesaran ‘Arsy sebagai salah satu makhluk-Nya yang paling agung.

Allah Maha Berkehendak

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
“Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Buruj: 16)

Oleh karena itu, tidak ada satu pun yang mampu menghalangi kehendak Allah.

Pelajaran dari Kaum Terdahulu

Allah mengingatkan:

هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْجُنُودِ
“Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang.” (QS. Al-Buruj: 17)

Kemudian Allah menyebut:

فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ
“(yaitu kaum) Fir’aun dan (kaum) Tsamud.” (QS. Al-Buruj: 18)

Allah membinasakan mereka karena mereka mendustakan para rasul.

Sikap Orang Kafir yang Terus Mendustakan

Selanjutnya Allah berfirman:

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى تَكْذِيبٍ
“Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan.” (QS. Al-Buruj: 19)

Namun demikian, mereka tetap keras kepala dan menolak kebenaran.

Selain itu Allah berfirman:

وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطٌۢ
“padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka.” (QS. Al-Buruj: 20)

Dengan demikian, Allah selalu mengawasi mereka dengan ilmu dan kekuasaan-Nya.

Al-Qur’an yang Mulia dan Terjaga

Terakhir Allah berfirman:

بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَّجِيدٌ
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia.” (QS. Al-Buruj: 21)

فِى لَوْحٍ مَّحْفُوظٍۭ
“yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” (QS. Al-Buruj: 22)

Dengan demikian, Allah menjaga Al-Qur’an dari segala perubahan dan gangguan.

Kesimpulan

Akhirnya, Surah Al-Buruj menegaskan bahwa Allah menguji keimanan hamba-hamba-Nya. Selain itu, Allah membalas setiap amal dengan keadilan sempurna.

Oleh karena itu, orang beriman memperoleh kemenangan, sedangkan orang zalim menerima azab yang keras.(ust)

Berita Terkait

Gambaran Lengkap Kondisi Padang Mahsyar di Hari Kiamat
Lahn dalam Al-Quran: Kesalahan Bacaan yang Haram
Bahaya Sifat Syamatah dalam Islam
Tafsir Surat Al-Balad: Pesan Kehidupan, Jalan Terjal, dan Peringatan bagi Manusia
Tafsir Surah Al-Fatihah Berdasarkan Tafsir Jalalain
Menjaga Spiritualitas di Era Digital: Tafsir QS Al-Fatihah Ayat 5 tentang Ibadah dan Ketergantungan kepada Allah
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:00 WIB

Gambaran Lengkap Kondisi Padang Mahsyar di Hari Kiamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:00 WIB

Lahn dalam Al-Quran: Kesalahan Bacaan yang Haram

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB

Bahaya Sifat Syamatah dalam Islam

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

Tafsir Surat Al-Balad: Pesan Kehidupan, Jalan Terjal, dan Peringatan bagi Manusia

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:00 WIB

Tafsir Surah Al-Fatihah Berdasarkan Tafsir Jalalain

Berita Terbaru

ciri-ciri haji Mabrur( Poto : detiknews).

Fiqih

7 Ibadah Hati Penentu Haji Mabrur yang Harus Dihidupkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:10 WIB

Kitab Al-ahkam Al-Kitabiyah merupakan salah satu Kitab Fiqih ( Poto : arabicbookshop.net).

Fiqih

Pengertian Fiqih Islam dan Cabang Ilmunya

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

Hadist Arba'in bagian ke dua tentang Islam dan Ikhsan,( Poto : bersamadakwah )

Hadist

Hadits Arbain Nawawi 2 tentang Islam dan Ihsan

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:00 WIB

Hadist Arba'in Nawawi tentang Niat ( Poto : Menuntut Ilmu ).

Hadist

Hadits Arbain Nawawi 1 tentang Pentingnya Niat

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi menantu bersalaman dengan mertua ( Poto : ist).

Fiqih

Salaman dengan Mertua, Apakah Wudhu Batal?

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:00 WIB