Pesan Surah At Talaq Ayat 2 Sampai 3 Tentang Jalan Keluar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Al-Qura'an.(poto: istimewa).

Al-Qura'an.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Setiap manusia pernah mengalami fase kehidupan yang berat dan penuh tekanan. Berbagai persoalan seperti utang, kegagalan usaha, hingga krisis rumah tangga sering kali menutup harapan.

Sebagian orang menduga bahwa solusi hanya hadir dari perencanaan matang atau bantuan sosok berpengaruh. Padahal, Allah SWT menawarkan arah penyelesaian yang sama sekali berbeda melalui Kitab Suci.

Menjaga Etika dan Ketaatan di Tengah Krisis

Oleh karena itu, surah At-Talaq ayat 2–3 memberikan panduan fundamental mengenai cara memandang setiap permasalahan. Mesej utama ayat ini menegaskan tiga pilar penting, yaitu bertakwa, bertawakal, dan menerima seluruh ketetapan-Nya.

Secara tekstual, ayat tersebut mengatur tata cara perceraian agar pasangan saling memperlakukan secara patut. Bahkan, Islam melarang tindakan menzalimi, mengusir, atau mencaci pasangan meskipun hubungan pernikahan harus berakhir.

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Baca Juga :  Politisasi Al-Qur’an dalam Sejarah Politik Islam

“Apabila mereka telah mendekati akhir masa idahnya, rujuklah mereka dengan cara yang patut atau lepaskanlah mereka dengan cara yang patut. Persaksikanlah dengan dua orang yang adil di antara kamu dan tegakkanlah kesaksian karena Allah. Demikianlah nasihat bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah menuntaskan urusan-Nya. Allah telah menetapkan ukuran bagi segala sesuatu.” (At-Talaq ayat 2–3)

Makna Takwa dan Rezeki Tak Terduga

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menegaskan bahwa ketaatan menjalankan perintah Allah membuka pintu kemudahan dari arah tak terduga. Di samping itu, penjelasan Ikrimah, Ibnu Abbas, dan Adh-Dhahhak turut menguatkan bahwa ketaatan menjadi syarat mutlak hadirnya pertolongan.

Dengan demikian, umat Islam tidak boleh menerobos larangan agama hanya demi mengejar jalan keluar yang cepat. Sebab, tindakan melanggar aturan justru menciptakan kerumitan baru yang jauh lebih berat di masa depan.

Sementara itu, Abdullah bin Mas‘ud menyebut ayat ini sebagai landasan paling besar yang memberikan kelapangan jiwa. Sejalan dengan hal tersebut, Qatadah mengartikan jalan keluar sebagai keselamatan dari keraguan dan ketakutan mendalam.

Baca Juga :  Allah Selalu Melihat Hambanya: Tafsir QS. Al-‘Alaq 14

Namun demikian, bentuk pertolongan Allah tidak selalu berwujud hilangnya masalah secara instan di lapangan. Pertolongan tersebut sering kali hadir berupa kejernihan berpikir, ketabahan mental, atau pencegahan dari tindakan berbahaya.

Hakikat Tawakal dan Ketetapan Allah

Selain itu, Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk tetap berikhtiar secara rasional dan tertib dalam setiap persoalan. Meskipun begitu, hati seorang mukmin dilarang menggantungkan harapan sepenuhnya pada hasil ikhtiar fisik semata.

Lebih lanjut, Ibnu Katsir mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi mengenai pesan Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas RA. Pada nasihat tersebut, Nabi meminta umatnya senantiasa menjaga syariat Allah serta meyakini bahwa seluruh ketetapan berada di tangan-Nya.

Hasilnya, manusia yang bertawakal akan terus bekerja keras tanpa pernah mengagungkan pekerjaan atau fasilitas duniawi. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa pertolongan sejati hanya bersumber dari Sang Maha Pencipta.

Pada akhirnya, Allah SWT telah menentukan ukuran, batas, serta waktu yang paling tepat bagi setiap takdir-Nya. Oleh sebab itu, manusia perlu mengintrospeksi kebersihan niat dan cara berjuang saat pertolongan terasa lambat menghampiri.(ust)

Berita Terkait

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?
Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?
Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT
Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW
Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren
Peran Manusia sebagai Khalifah Menjaga Ekosistem Laut
Tafsir Surah Al Qadr Syekh Utsaimin Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Mengenal Tafsir Surat Al-Ikhlas: Asbabun Nuzul dan Keutamaan
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW

Jumat, 25 September 2026 - 14:15 WIB

Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB