Serpong, dorlanhikmah.com – MAN Insan Cendekia Serpong kini menjadi madrasah IB pertama Indonesia setelah resmi menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB).
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meresmikan langsung program tersebut di Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).
Langkah ini membuat MAN IC Serpong masuk dalam jajaran sekolah dengan standar pendidikan internasional. Kurikulum IB selama ini dikenal luas karena banyak sekolah unggulan dunia memakainya.
Nasaruddin Umar menyebut proses untuk mendapatkan sertifikasi IB tidak mudah. Sekolah harus memenuhi berbagai standar akademik, kualitas pengajar, hingga sistem pembelajaran global.
Siswa Punya Peluang Kuliah ke Luar Negeri
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan sertifikat IB membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke kampus internasional.
Menurutnya, banyak universitas dunia mengakui kurikulum IB karena sistem belajarnya melatih kemampuan berpikir kritis, riset, dan komunikasi.
“Kalau anak-anak kita lulus di sini nanti ada sertifikat IB-nya. Mereka bisa memilih perguruan tinggi di seluruh dunia,” kata Nasaruddin.
Ia menilai penerapan kurikulum internasional di madrasah menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
Tetap Wajib Hafal Al-Qur’an
Meski memakai kurikulum internasional, MAN Insan Cendekia Serpong tetap mempertahankan pendidikan agama sebagai identitas utama sekolah.
Nasaruddin menjelaskan para siswa tetap menjalani program hafalan Al-Qur’an di tengah sistem pendidikan global yang mereka ikuti.
Menurutnya, sekolah harus melahirkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki akhlak baik. Karena itu, pendidikan agama tetap menjadi bagian penting dalam proses belajar.
“Selain bisa menjadi ilmuwan, mereka juga diharapkan mampu menjadi imam di keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Pendekatan tersebut membuat MAN IC Serpong mencoba menggabungkan pendidikan modern dengan nilai keislaman dalam satu sistem pembelajaran.
Pendidikan Karakter Jadi Fokus
Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurachman juga hadir dalam acara peresmian tersebut. Ia mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak sekolah dengan kualitas internasional.
Menurut Dudung, siswa Indonesia harus mampu bersaing secara global tanpa kehilangan karakter dan etika.
“Mudah-mudahan kita mempunyai anak-anak unggul yang bisa berprestasi dan bersaing di dunia internasional,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Menurutnya, kepintaran tanpa moral justru bisa membawa dampak buruk.
Karena itu, sekolah perlu mengajarkan cara menghormati guru, orang tua, dan sesama sejak dini.
Jadi Langkah Baru Pendidikan Madrasah
Penerapan kurikulum IB di MAN IC Serpong menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan madrasah di Indonesia.
Selama ini banyak orang menganggap madrasah hanya fokus pada pendidikan agama. Kini, madrasah mulai menunjukkan kemampuan bersaing dalam pendidikan internasional.
Acara peresmian juga dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan, serta pendiri Akademi Kader Bangsa Miftah Sabri.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan besar terhadap pengembangan madrasah berstandar internasional.
Penutup
MAN IC Serpong kini membuka babak baru pendidikan madrasah di Indonesia. Sekolah ini tidak hanya mengejar prestasi akademik global, tetapi juga menjaga pendidikan agama dan karakter siswa.
Model pendidikan seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, religius, dan siap bersaing di tingkat internasional.(ust)










Komentar