Jakarta, dorlanhikmah.com – Ibadah qurban menjadi salah satu syiar Islam yang paling dinanti saat Hari Raya Idul Adha. Banyak umat Islam berlomba menjalankan qurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semangat itu tentu sangat baik. Namun, sebagian orang masih melakukan beberapa kesalahan ketika menyembelih hewan qurban.
Padahal Islam mengajarkan cara menyembelih yang benar, penuh adab, dan tidak menyiksa hewan. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat ibadah qurban.
1. Menyembelih Hewan di Depan Hewan Lain
Sebagian orang menyembelih kambing atau sapi di depan hewan lain yang juga akan disembelih. Padahal tindakan itu membuat hewan takut dan stres.
Islam mengajarkan umatnya untuk memperlakukan hewan dengan baik. Karena itu, panitia qurban sebaiknya memisahkan hewan yang akan disembelih agar tidak melihat proses penyembelihan lainnya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.”
(HR Muslim No. 1955)
Selain itu, penyembelih juga perlu memakai pisau yang tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat dan hewan tidak terlalu merasakan sakit.
2. Langsung Memotong Putus Kepala Hewan
Sebagian penyembelih langsung memotong putus kepala hewan saat proses qurban berlangsung.
Padahal cara yang lebih baik adalah memotong bagian leher sesuai syariat tanpa langsung memisahkan kepala dari tubuh.
Saat kepala masih tersambung, darah biasanya keluar lebih sempurna. Karena itu, penyembelih sebaiknya tetap tenang dan tidak terburu-buru.
Walaupun qurbannya tetap sah, cara tersebut mengurangi kesempurnaan dalam penyembelihan.
3. Tergesa-Gesa Menguliti Hewan
Sebagian jagal langsung menguliti hewan padahal hewan belum benar-benar mati. Biasanya mereka ingin mempercepat pekerjaan karena jumlah hewan qurban sangat banyak.
Padahal tindakan itu termasuk bentuk penyiksaan terhadap hewan. Penyembelih harus menunggu sampai hewan benar-benar mati sebelum mulai menguliti.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.”
(QS. An-Nahl: 90)
Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar selalu berbuat ihsan, termasuk ketika menyembelih hewan qurban.
4. Selalu Menyerahkan Penyembelihan kepada Orang Lain
Sebagian orang selalu menyerahkan proses penyembelihan kepada panitia atau jagal, padahal mereka sebenarnya mampu menyembelih sendiri.
Memang Islam membolehkan seseorang mewakilkan penyembelihan qurban kepada orang lain. Namun, pemilik qurban lebih utama menyembelih hewannya sendiri jika mampu.
Dengan menyembelih langsung, seseorang bisa lebih merasakan makna ibadah dan pengorbanan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menyembelih hewan qurbannya sendiri. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا
“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibas berwarna putih campur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, membaca basmalah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di atas leher keduanya.”
(HR Bukhari No. 5565 dan Muslim No. 1966)
Qurban Mengajarkan Kepedulian dan Ketaatan
Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Qurban juga mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan adab terhadap makhluk hidup.
Karena itu, umat Islam perlu memahami tata cara qurban yang benar agar ibadah berjalan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan membawa pahala yang sempurna.(ust)










Komentar