Jakarta, dorlanhikmah.com – Bagi umat Islam, Makkah bukan hanya kota suci, tetapi juga tempat penuh keberkahan untuk memanjatkan doa.Artikel ini akan menjelaskan ada beberapa temapat mustajab di mekkah tempat berdo’a.
Karena itu, banyak jemaah haji dan umrah membawa titipan doa dari keluarga maupun kerabat saat berangkat ke Tanah Suci.
Selain menjadi pusat ibadah umat Islam, Makkah juga memiliki sejumlah lokasi yang terkenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa.
Ulama tabi’in Hasan Al-Bashri bahkan menyebut beberapa titik di sekitar Baitullah sebagai tempat terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT.
12 Titik Mustajab di Makkah untuk Berdoa
1. Multazam
Multazam berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Banyak jemaah memanfaatkan tempat ini untuk menangis, bermunajat, dan memohon hajat terbaik kepada Allah SWT. Karena memiliki keutamaan besar, area ini selalu dipadati jemaah dari berbagai negara.
2. Di Bawah Mizab Ka’bah
Selain Multazam, jemaah juga sering berdoa di bawah Mizab Ka’bah atau talang emas Ka’bah. Talang tersebut mengarah ke Hijir Ismail. Oleh sebab itu, banyak ulama menyebut tempat ini sebagai lokasi turunnya rahmat Allah SWT.
3. Hijir Ismail
Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah. Karena itu, salat dan doa di area tersebut memiliki keutamaan istimewa. Tak heran jika banyak jemaah rela menunggu kesempatan untuk beribadah di sana.
4. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim merupakan batu pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah. Setelah menyelesaikan tawaf, jemaah dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Selanjutnya, jemaah bisa memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.
5. Area Tawaf
Saat mengelilingi Ka’bah, jemaah dapat memperbanyak zikir dan doa. Setiap putaran tawaf menjadi kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, banyak jemaah memanfaatkan momen tersebut untuk memohon ampunan dan kebaikan hidup.
6. Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah
Banyak ulama menjelaskan bahwa momen pertama melihat Ka’bah menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, jemaah biasanya langsung memanjatkan doa terbaik ketika pertama kali memasuki Masjidil Haram.
Titik Mustajab Saat Sai dan Minum Zamzam
7. Bukit Shafa dan Marwah
Bukit Shafa dan Bukit Marwah menjadi bagian penting dalam ibadah sai. Sebelum melanjutkan perjalanan, jemaah dianjurkan menghadap Ka’bah sambil berdoa dan berzikir.
8. Area Lampu Hijau Saat Sai
Saat melewati area lampu hijau, jemaah laki-laki disunahkan berlari kecil. Di sisi lain, jemaah juga dapat memperbanyak doa dan zikir sepanjang perjalanan sai.
9. Sumur Zamzam
Sumur Zamzam memiliki keutamaan besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Air zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Karena hadis tersebut, banyak jemaah meminum air zamzam sambil memohon kesehatan, rezeki, dan keberkahan hidup.
Tempat Mustajab dalam Rangkaian Haji
10. Padang Arafah
Padang Arafah menjadi puncak tempat mustajab dalam ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
(HR Tirmidzi No. 3585)
Saat wukuf di Arafah, jutaan jemaah berkumpul untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena itu, suasana di Arafah selalu penuh haru dan kekhusyukan.
11. Muzdalifah dan Mina
Setelah meninggalkan Arafah, jemaah menuju Muzdalifah dan Mina. Suasana yang lebih tenang membuat banyak jemaah lebih fokus saat bermunajat, terutama pada malam hari.
12. Area Jamarat
Di kawasan Jamarat, jemaah melaksanakan lempar jumrah sebagai simbol melawan godaan setan. Setelah melontar jumrah ula dan wusta, jemaah dianjurkan berdiri menghadap kiblat lalu melanjutkan doa kepada Allah SWT.
Adab Berdoa di Tanah Suci
Agar doa semakin khusyuk, jemaah perlu menjaga adab selama berada di Tanah Suci. Pertama, jemaah sebaiknya fokus saat berdoa dan mengurangi aktivitas seperti bermain ponsel atau berfoto. Selain itu, jemaah juga dianjurkan mengangkat tangan sebagai bentuk kerendahan diri di hadapan Allah SWT.
Selanjutnya, awali doa dengan pujian kepada Allah dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, sampaikan doa dengan penuh keyakinan dan harapan baik. Namun demikian, jemaah tetap tidak perlu memaksakan diri demi mencapai titik tertentu jika kondisi terlalu padat.
Pada akhirnya, keikhlasan dan kekhusyukan menjadi hal paling utama dalam berdoa. Sebab, Allah SWT Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya, di mana pun mereka memohon.










Komentar