Palestina Daftarkan 12 Situs Bersejarah ke UNESCO

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.(poto: republika).

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.(poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pemerintah Palestina mengambil langkah taktis untuk melindungi kekayaan budaya mereka di kancah internasional. Otoritas mendaftarkan situs bersejarah unesco palestina yang baru guna mencegah kerusakan identitas nasional mereka akibat konflik berkepanjangan.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina mencatat sebanyak 12 lokasi bersejarah masuk ke dalam Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO. Langkah diplomasi budaya ini merupakan hasil kerja keras kementerian bersama utusan tetap Palestina untuk badan PBB tersebut.

Otoritas merilis kebijakan penting ini pada Kamis (16/7/2026). Kementerian menegaskan bahwa langkah ini mendesak karena Israel terus meningkatkan eskalasi yang mengincar situs-situs warisan budaya di wilayah pendudukan.

Tahap Awal Proteksi Internasional

Pendaftaran ini menjadi fase krusial sebelum tim ahli menyusun berkas nominasi resmi menuju Daftar Warisan Dunia yang permanen. Otoritas ingin melestarikan seluruh situs bersejarah tersebut demi generasi mendatang. Selain itu, upaya ini bertujuan untuk memperluas jaringan kerja sama konservasi internasional.

Baca Juga :  PBNU dan BAZNAS Siapkan Pemimpin Global Lewat Beasiswa Peradaban

Beberapa destinasi penting masuk ke dalam daftar baru ini, termasuk situs arkeologi Sebastia di Tepi Barat bagian utara. Palestina juga mendaftarkan Kolam Solomon di selatan Betlehem serta Masjid Ibrahimi yang berada di Hebron. Selama ini, otoritas menyoroti upaya Israel yang terus mengisolasi dan merebut kontrol atas situs-situs tersebut.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina menegaskan kembali komitmen kuat mereka untuk mendokumentasikan serta mengamankan situs bersejarah. Kini, Palestina mengantongi total 23 situs yang sukses masuk dalam Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO.

Hadapi Ancaman Aneksasi

Situasi di lapangan kini semakin menantang akibat kebijakan sepihak dari otoritas Israel di Tepi Barat. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengalihkan wewenang perencanaan kawasan Masjid Ibrahimi dari Kotamadya Hebron ke administrasi Israel pada Juni 2026 lalu. Kebijakan kontroversial ini melanggar poin-poin penting dalam Perjanjian Hebron 1997.

Baca Juga :  Program Pesantren Warga Binaan Sumbar Resmi Diluncurkan, Libatkan 645 Narapidana dari 23 Lapas dan Rutan

Di sisi lain, Smotrich mengklaim langkahnya tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan Israel di Tepi Barat. Parlemen Israel (Knesset) bahkan sedang menggodok rancangan undang-undang baru untuk memperluas kendali mereka atas situs arkeologi di sana.

Masyarakat Palestina memandang perluasan kendali ini berjalan beriringan dengan intensitas serangan fisik di lapangan. Pihak Israel juga melancarkan berbagai tindakan intimidatif seperti penangkapan, pengusiran warga, hingga perusakan lahan pertanian. Berbagai aksi ini memicu kekhawatiran besar mengenai rencana aneksasi resmi Tepi Barat oleh Israel.

Upaya sepihak tersebut berpotensi mengubur harapan dunia internasional terkait solusi dua negara. Oleh karena itu, diplomasi budaya melalui UNESCO menjadi benteng pertahanan krusial bagi masa depan bangsa Palestina.(ust)

Berita Terkait

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI
Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Penguatan Fikih Wasathiyah Jaga Persatuan Umat
Warga Tanjung Agung dan Satgas TMMD Ke-129 Kodim Bungo Renovasi Langgar Al-Hikmah
Praktik Tajhizul Janaiz Santri Lirboyo Diikuti Ribuan Peserta
Kader Senior NU Ingatkan Peserta Muktamar Pilih Pemimpin Independen
KUII VIII Desak Pemerintah Bentuk Satgas Khusus Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Febrie
Wamenko Polkam Lodewijk F Paulus Menegaskan Hakikat Politik Adalah Ibadah Pengabdian Kepada Bangsa
Baznas Buka Suara Soal Wacana Zakat Pengganti Pajak
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:00 WIB

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gubernur Sumbar Tekankan Pentingnya Penguatan Fikih Wasathiyah Jaga Persatuan Umat

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:42 WIB

Warga Tanjung Agung dan Satgas TMMD Ke-129 Kodim Bungo Renovasi Langgar Al-Hikmah

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:00 WIB

Praktik Tajhizul Janaiz Santri Lirboyo Diikuti Ribuan Peserta

Senin, 27 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kader Senior NU Ingatkan Peserta Muktamar Pilih Pemimpin Independen

Berita Terbaru

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB