PBNU dan BAZNAS Siapkan Pemimpin Global Lewat Beasiswa Peradaban

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PBNU dan BAZNAS melalui NU Scholarship menggelar Orientasi Beasiswa Peradaban di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).(poto: nuonline).

PBNU dan BAZNAS melalui NU Scholarship menggelar Orientasi Beasiswa Peradaban di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).(poto: nuonline).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka Orientasi Beasiswa Peradaban PBNU BAZNAS di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Program strategis melalui NU Scholarship ini memfasilitasi calon pemimpin agama dari berbagai negara untuk mendalami corak keislaman Indonesia. Para peserta akan mempelajari langsung tradisi keulamaan, pola kepemimpinan, dan nilai-nilai moderasi beragama selama berada di tanah air.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Nahdlatul Ulama dalam memperluas pengaruh positif Indonesia di kancah internasional. Hubungan harmonis antara agama dan budaya di Indonesia menjadi modal utama yang ingin dibagikan kepada dunia. Melalui pendidikan formal dan kultural, program ini menghadirkan ruang perjumpaan pemikiran Islam yang damai dan inklusif.

Ikhtiar NU Perkuat Peran Global Indonesia

Pihak penyelenggara merancang program ini sebagai investasi jangka panjang untuk membangun peradaban dunia yang damai. Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Ufi Ulfiah, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar sebagai pusat pembelajaran Islam. Karakter Islam Indonesia yang ramah dan toleran menjadi daya tarik utama bagi para sarjana luar negeri.

Pihak Lakpesdam PBNU melihat peluang besar untuk mendistribusikan keilmuan tradisional pesantren ke tingkat global. Otoritas keagamaan di Indonesia terbukti mampu menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman etnis yang sangat kompleks. Pengalaman empiris inilah yang mendasari PBNU untuk terus mengenalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah kepada masyarakat internasional.

Baca Juga :  FKPP Bungo Pererat Silaturahim dan Sinergi Antarpondok Pesantren

Antusiasme masyarakat global terhadap beasiswa ini juga terus menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Banyaknya berkas pendaftaran yang masuk membuktikan bahwa model pendidikan Islam Indonesia semakin mendapat pengakuan dunia. PBNU berharap program ini melahirkan duta-dutas perdamaian yang membawa pesan Islam moderat saat kembali ke negara asal mereka.

Sinergi Strategis Tingkatkan Kualitas Pemimpin Agama

Sementara itu, BAZNAS RI memandang kolaborasi ini sebagai implementasi nyata dari program pendayagunaan zakat produktif di bidang pendidikan. Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, menyatakan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama lembaga. Sinergi ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam mencetak generasi mud yang berdaya saing global.

BAZNAS tidak hanya menargetkan pemenuhan kebutuhan SDM domestik, melainkan juga membangun jejaring global yang kuat. Kehadiran mahasiswa asing di Indonesia secara otomatis membuka jalur diplomasi kultural yang lebih luas. Program ini sekaligus mempertegas posisi BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang berkontribusi aktif pada isu kemanusiaan global.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia meloloskan enam peserta terbaik dari enam negara yang berbeda setelah melalui seleksi ketat. Mereka adalah Ahmad Fraidon Qaderi dari Afghanistan, Zakaria Nait Mohand dari Aljazair, dan Abdulhameed Mubarak Adinoyi asal Nigeria. Selain itu, terdapat Issa Asili Omary dari Tanzania, Ibad Ali Jan dari Pakistan, serta Nafisa Sikder perwakilan Bangladesh.

Baca Juga :  PBNU Kerahkan Tim Bencana NTT dan Kalimantan di Tengah Muktamar

Pembekalan Intensif Dari Tokoh Keagamaan Nasional

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh penting sebagai narasumber orientasi. Farid Septian membuka sesi awal dengan memaparkan visi besar dan target jangka panjang dari program beasiswa ini. Selanjutnya, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ginanjar Sya’ban memberikan ulasan mendalam mengenai sejarah ke-NU-an dan prinsip dasar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Materi pembekalan juga mencakup wawasan kebangsaan untuk mengenalkan karakteristik sosial politik tanah air. Akademisi Khoirul Anam mengupas tuntas dinamika keindonesiaan dan bagaimana Pancasila mampu menyatukan keragaman bangsa. Pemahaman ini penting agar para peserta asing memahami konteks kultural tempat mereka menimba ilmu.

Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqillah kemudian memberikan penjelasan teknis mengenai tata kelola dan kelembagaan program selama mereka studi. Sesi orientasi ini ditutup dengan pemaparan dari Pengurus Lakpesdam PBNU Muhammad Najih Arromadloni yang fokus pada penguatan ideologi Islam damai. Seluruh rangkaian pembekalan ini bertujuan agar peserta siap beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial di Indonesia.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB