Buya Hamka Tegaskan Hak Perempuan Islam Pilih Jodoh Sendiri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buya Hamka menegaskan bahwa hak perempuan pilih jodoh sepenuhnya berada di tangan perempuan itu sendiri.(ilustrasi poto: republika).

Buya Hamka menegaskan bahwa hak perempuan pilih jodoh sepenuhnya berada di tangan perempuan itu sendiri.(ilustrasi poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan komitmen penuh mendukung pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan dukungan resmi tersebut secara langsung saat menghadiri seminar nasional di Leuwimunding.

Eman menegaskan bahwa perjuangan memperjuangkan gelar kehormatan bagi ulama legendaris Jawa Barat ini merupakan bentuk peneguhan jati diri bangsa. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal seluruh proses pengusulan agar sosok pejuang revolusi ini mendapat pengakuan negara secara layak.

Dukungan Penuh Pemkab Majalengka Dan Hasil Kajian Akademis

Kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) menunjukkan bahwa berkas pengusulan tokoh Buntet Pesantren ini memiliki data historis paling utuh. Akademisi berhasil menghimpun puluhan sumber primer yang menguatkan peran besarnya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Niat Shalat Idul Adha, Hukum dan Tata Cara

Ulama karismatik ini tidak hanya memimpin laskar santri pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, tetapi juga menjadi pelopor pembaruan pendidikan pesantren. Rekam jejak intelektual dan perjuangan fisiknya menjadi dasar kuat bagi usulan gelar kehormatan tersebut.

Peran Strategis Kiai Abbas Dalam Pertempuran Surabaya 1945

Kiai Abbas memegang peran sentral dalam menentukan momentum penyerangan laskar santri saat menghadapi ancaman pasukan Sekutu di Surabaya. Bersama para santri, beliau bergerak menuju Jawa Timur untuk mengatur taktik pertempuran dari markas Tebuireng.

Keputusan strategis beliau dalam menentukan jam penyerangan pada Subuh 10 November 1945 berhasil menggeledah pusat kekuatan lawan. Keberanian dan kepemimpinan militernya membuktikan kapasitas besar ulama dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Bukti Dokumen Kolonial Dan Jaringan Perjuangan Pesantren

Arsip pemerintahan kolonial Belanda mencatat Kiai Abbas sebagai figur berpengaruh yang sangat diwaspadai karena memimpin jaringan perlawanan berbasis pesantren. Pengaruh beliau yang luas melalui Tarekat Tijaniyah dipandang sebagai ancaman serius bagi pemerintah Hindia Belanda.

Perjuangan beliau terus konsisten melalui jaringan Nahdlatul Ulama, pembentukan Hizbullah, Sabilillah, hingga kiprahnya di Komite Nasional Indonesia Pusat. Dedikasi tanpa henti hingga akhir hayatnya mempertegas kelayakan ulama besar ini untuk meraih gelar Pahlawan Nasional.(ust)

Berita Terkait

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir
Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam
Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam
Bahaya Zina Mempersempit Rezeki dan Jebakan Istidraj
Hakikat Malaikat dalam Islam dan Empat Pilar Keimanan Umat
Renungan Malu Kepada Malaikat Penjaga Amal Perbuatan
Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab
Mengenal Darah Haid Nifas Istihadhah dan Batas Waktunya
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Hakikat Malaikat dalam Islam dan Empat Pilar Keimanan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Renungan Malu Kepada Malaikat Penjaga Amal Perbuatan

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB