Doa untuk Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya, Amalan yang Diaminkan Malaikat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang sedang mendoakan temannya.( poto : bincangsyariah)

Ilustrasi seorang sedang mendoakan temannya.( poto : bincangsyariah)

Jakarta, dorlanhikmah.com – Banyak umat Islam memanjatkan doa untuk diri sendiri setiap hari. Namun, doa untuk orang lain tanpa sepengetahuannya juga memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa amalan ini termasuk doa yang mustajab dan mendapat doa balasan dari malaikat.

Hadits-hadits shahih mendorong setiap muslim untuk memperbanyak doa bagi sesama muslim. Amalan ini mencerminkan keikhlasan, mempererat ukhuwah, sekaligus membuka peluang memperoleh kebaikan yang sama dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Menjelaskan Keutamaan Doa untuk Saudara Muslim

Islam mengajarkan setiap muslim agar tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, seorang muslim juga perlu memohonkan kebaikan bagi keluarga, sahabat, tetangga, dan seluruh kaum muslimin.

Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ دَعْوَةَ الأَخِ فِي اللَّهِ تُسْتَجَابُ

Artinya:

“Sesungguhnya doa seseorang kepada saudaranya karena Allah adalah doa yang mustajab (terkabulkan).”
(HR. Muslim no. 2732).

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Allah memberikan keutamaan khusus kepada hamba yang mendoakan saudaranya dengan tulus. Orang yang berdoa tidak mengharapkan pujian ataupun balasan dari manusia. Ia hanya berharap Allah memberikan kebaikan kepada saudaranya.

Keikhlasan seperti inilah yang membuat doa tersebut memiliki kedudukan istimewa.

Malaikat Mengaminkan Doa Orang yang Ikhlas

Shafwan bin Abdullah meriwayatkan sebuah kisah yang menunjukkan besarnya keutamaan doa tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Ketika tiba di negeri Syam, Shafwan bertemu Ummu Ad-Darda’ di rumahnya. Saat mengetahui Shafwan akan menunaikan ibadah haji, Ummu Ad-Darda’ meminta agar dirinya dan keluarganya ikut didoakan.

Permintaan itu berlandaskan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya:

“Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab. Di sisi orang yang berdoa terdapat malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat itu berkata, ‘Aamiin. Dan bagimu juga seperti itu.'”
(HR. Muslim no. 2733).

Setelah itu, Shafwan bertemu Abu Ad-Darda’ di pasar. Abu Ad-Darda’ mengulangi hadits yang sama dan menegaskan bahwa ia mendengarnya langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga :  6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah Menurut Alquran dan Hadis

Hadits tersebut memperlihatkan bahwa malaikat tidak hanya mengaminkan doa seorang muslim. Malaikat juga memohon kepada Allah agar orang yang berdoa memperoleh kebaikan yang sama.

Islam Melarang Sikap Egois Saat Berdoa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan umatnya agar tidak membatasi doa hanya untuk diri sendiri.

Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa seseorang pernah berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِمُحَمَّدٍ وَحْدَنَا

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku dan Muhammad saja.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda:

لَقَدْ حَجَبْتَهَا عَنْ نَاسٍ كَثِيرٍ

Artinya:

“Sungguh engkau telah menyempitkan doamu dari orang banyak.”

(HR. Ahmad no. 6849, Al-Adab Al-Mufrad no. 626, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

Melalui hadits tersebut, Rasulullah mengajarkan keluasan hati. Seorang muslim sebaiknya tidak hanya memohon ampunan dan rahmat bagi dirinya sendiri. Ia juga perlu mendoakan kaum muslimin agar memperoleh kebaikan yang sama.

Mendoakan Orang Lain Membawa Banyak Hikmah

Kebiasaan mendoakan sesama muslim memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seorang mukmin.

Pertama, amalan ini melatih keikhlasan. Seseorang tidak mengharapkan balasan maupun ucapan terima kasih karena orang yang didoakan bahkan tidak mengetahui doa tersebut.

Kedua, doa itu memperkuat ukhuwah Islamiyah. Setiap muslim yang rutin mendoakan saudaranya akan lebih mudah menumbuhkan rasa cinta, kasih sayang, dan empati.

Ketiga, doa tersebut membantu membersihkan hati dari sifat iri dan dengki. Seseorang akan sulit memelihara hasad jika lisannya terus memohonkan kebaikan bagi orang lain.

Keempat, kebiasaan ini mengingatkan bahwa Islam mengajarkan kepedulian sosial. Seorang muslim tidak hidup sendiri, melainkan menjadi bagian dari umat yang saling menguatkan melalui doa.

Para Sahabat Juga Saling Meminta Doa

Kisah Ummu Ad-Darda’ menunjukkan bahwa para sahabat juga saling meminta doa. Ia meminta Shafwan mendoakan keluarganya ketika menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :  KH Ahmad Dahlan dan Jalan Persatuan Umat di Tengah Perpecahan Ulama

Permintaan seperti itu tidak bertentangan dengan syariat. Banyak ulama membolehkan seorang muslim meminta doa kepada orang saleh, terutama ketika mereka menjalankan ibadah atau berada pada waktu yang memiliki keutamaan.

Meski demikian, setiap muslim tetap menggantungkan harapan hanya kepada Allah. Doa orang lain tidak menggantikan kewajiban seseorang untuk terus berdoa kepada Allah secara langsung.

Imam An-Nawawi Menjelaskan Makna Doa Bi Zhahril Ghaib

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa istilah bi zhahril ghaib berarti seseorang mendoakan saudaranya ketika orang tersebut tidak hadir dan tidak mengetahui doa itu.

Menurut beliau, kondisi tersebut lebih mencerminkan keikhlasan. Bahkan, seseorang tetap memperoleh keutamaan itu ketika ia mendoakan sekelompok kaum muslimin atau seluruh kaum muslimin.

Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa sebagian ulama salaf mendahulukan doa untuk saudaranya sebelum berdoa untuk dirinya sendiri. Mereka berharap Allah mengabulkan doa itu sekaligus memberikan kebaikan yang sama kepada mereka.

Ulama Salaf Memberikan Teladan dalam Berdoa

Ibnu Jauzi meriwayatkan kisah Harm bin Hayyan yang pernah mengunjungi tabi’in mulia, Uwais al-Qarni.

Saat Harm berharap hubungan mereka terus terjalin melalui kunjungan, Uwais menjawab bahwa ia menjaga hubungan itu melalui doa tanpa sepengetahuan sahabatnya. Menurut Uwais, doa seperti itu lebih bermanfaat dan lebih jauh dari riya.

Ibnu Jauzi juga menceritakan Abu Hamdun yang memiliki daftar berisi sekitar 300 nama sahabatnya. Setiap malam, ia menyebut nama mereka satu per satu dalam doanya.

Suatu malam Abu Hamdun tertidur sebelum menjalankan kebiasaannya. Dalam mimpinya, seseorang menegurnya dengan bertanya mengapa ia tidak menyalakan lampu-lampunya. Setelah terbangun, Abu Hamdun segera mendoakan seluruh sahabatnya sebagaimana biasa.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa para ulama salaf memberikan perhatian besar kepada doa untuk sesama muslim. Mereka memandang amalan itu sebagai bentuk kasih sayang yang terus mengalir meskipun tanpa diketahui oleh orang yang menerima doa.(ust)

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Perlindungan Data Pribadi Bagian Martabat Manusia
Penghulu Viral Mojokerto Soroti Pentingnya Kerendahan Hati Orang Berilmu
Mengendalikan Volume Suara: Cermin Adab dan Tanggung Jawab Sosial Seorang Muslim
Akhlak Nabi Muhammad SAW: Cerminan Nyata Ajaran Alquran
6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah Menurut Alquran dan Hadis
Nasihat KH Hasyim Asy’ari tentang Menghadapi Perbedaan Pendapat Ulama
4 Tipe Manusia Menurut Imam Al Ghazali dan Cara Menyikapinya
Etika Bisnis dalam Islam: Panduan Lengkap Menurut Syariat
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Perlindungan Data Pribadi Bagian Martabat Manusia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Penghulu Viral Mojokerto Soroti Pentingnya Kerendahan Hati Orang Berilmu

Senin, 21 September 2026 - 16:36 WIB

Mengendalikan Volume Suara: Cermin Adab dan Tanggung Jawab Sosial Seorang Muslim

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Akhlak Nabi Muhammad SAW: Cerminan Nyata Ajaran Alquran

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah Menurut Alquran dan Hadis

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB