Cara Selamat dari Fitnah Dajjal Menurut Nabi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Do'a supaya terhindar dari fitnah Dajjal ( poto :website islam hari ini ).

Do'a supaya terhindar dari fitnah Dajjal ( poto :website islam hari ini ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Cara selamat fitnah Dajjal menjadi salah satu ajaran penting yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tekankan kepada umat Islam.

Nabi menjelaskan bahwa fitnah al-Masih ad-Dajjal merupakan ujian paling besar yang akan menimpa manusia sejak penciptaan Nabi Adam hingga datangnya hari kiamat.

Karena itu, beliau tidak hanya memperingatkan tentang kemunculannya, tetapi juga mengajarkan langkah-langkah perlindungan agar kaum Muslimin tetap teguh di atas iman.

Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar dibanding fitnah Dajjal. Ujian ini tidak hanya mengguncang kehidupan manusia secara lahiriah, tetapi juga menyerang fondasi akidah dan keyakinan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggalkan umat ini di atas jalan yang terang dan jelas. Beliau bersabda:

تركتُكم على البيضاءِ ليلِها كنهارِها لا يزيغُ عنها بعدي إلا هالِكٌ

“Aku tinggalkan kalian di atas jalan yang putih bersih, malamnya seperti siangnya. Tidak ada yang menyimpang darinya kecuali orang yang binasa.”
(HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Jalan keselamatan itu telah dijelaskan secara rinci. Karena itu, seorang Muslim tidak perlu hidup dalam ketakutan, tetapi harus mempersiapkan iman dan ilmu.

Seluruh Nabi Telah Memperingatkan Tentang Dajjal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa seluruh Nabi telah memberikan peringatan kepada umat mereka mengenai fitnah Dajjal.

Beliau bersabda:

ما من نبيٍّ إلا وأنذر قومَه الأعْوَرَ الدَّجَّالَ، ألا إنه أَعْوَرُ، وإنَّ ربَّكم ليس بأعْوَرَ، ومكتوبٌ بين عَيْنَيْهِ ك ف ر

“Tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah memperingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, yakni Dajjal. Ketahuilah, ia benar-benar buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidaklah buta sebelah. Dan tertulis di antara kedua matanya huruf: ك ف ر.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, Rasulullah ﷺ mendapatkan keutamaan menjelaskan fitnah ini secara paling rinci. Sebagai Nabi terakhir, beliau menyampaikan ciri fisik Dajjal, cara menyesatkan manusia, wilayah yang akan dimasuki, hingga siapa yang pertama kali menjadi korban fitnahnya.

Berpegang Teguh pada Tauhid dan Menguatkan Iman

Langkah pertama menghadapi Dajjal adalah memperkuat akidah dan memahami tauhid secara benar.

Tauhid bukan sekadar mengenal bahwa Allah itu ada. Tauhid mengajarkan seorang Muslim mengenal Allah melalui nama-nama dan sifat-Nya yang sempurna.

Pemahaman ini menjadi benteng utama menghadapi klaim palsu Dajjal.

Dajjal Adalah Makhluk, Bukan Tuhan

Dajjal memiliki sifat manusia.

Ia makan, minum, tidur, mengalami kelemahan, dan memiliki kebutuhan seperti makhluk lainnya.

Sementara Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.”
(QS. Asy-Syura: 11)

Ayat ini menjadi dasar bahwa Allah tidak menyerupai makhluk.

Baca Juga :  Biografi Imam Muslim Lengkap: Perjalanan Hidup, Keilmuan, dan Warisan Hadis

Dajjal Memiliki Kekurangan

Rasulullah ﷺ bersabda:

ألا إنه أَعْوَرُ، وإنَّ ربَّكم ليس بأعْوَرَ

“Ketahuilah, ia benar-benar buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidaklah buta sebelah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang yang memiliki cacat dan keterbatasan tidak mungkin menjadi Tuhan.

Manusia Tidak Akan Melihat Allah di Dunia

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لن تروا ربَّكم حتى تموتوا

“Kalian tidak akan melihat Rabb kalian hingga kalian meninggal.”
(HR. Abu Dawud)

Karena itu, siapa saja yang tampil di dunia lalu mengaku sebagai Tuhan, maka pengakuan tersebut tertolak.

Memperbanyak Doa Perlindungan dalam Salat

Di antara bentuk kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya adalah beliau mengajarkan doa perlindungan dari Dajjal yang dibaca dalam salat.

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan:

اللَّهُمَّ إنِّي أعوذ بك من عذاب القبر، وأعوذ بك من فتنة المسيح الدَّجَّال

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih ad-Dajjal….”
(HR. al-Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i)

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا تشهَّد أحدُكُم؛ فليستعذ بالله من أربع

اللَّهُمَّ إنِّي أعوذُ بك من عذاب جهنَّم، ومن عذاب القبر، ومن فتنة المحيا والممات، ومن شرِّ فتنة المسيح الدَّجَّال

“Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara…”

Doa ini mencakup perlindungan dari:

  • Azab Jahannam
  • Azab kubur
  • Fitnah kehidupan dan kematian
  • Fitnah al-Masih ad-Dajjal

Para ulama salaf sangat menaruh perhatian pada doa ini.

Bahkan Imam Ṭhawus rahimahullah pernah memerintahkan putranya mengulang salat karena lupa membaca doa tersebut.

Menghafal dan Membaca Surah Al-Kahfi

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan perlindungan khusus melalui Surah al-Kahfi.

Dalam hadis riwayat Muslim dari an-Nawwas bin Sam‘an disebutkan:

من أدركه منكم؛ فليقرأ عليه فواتح سورة الكهف

“Siapa di antara kalian yang menemui Dajjal, hendaklah ia membaca awal surah al-Kahfi.”

Dalam riwayat lain:

من حفظ عشر آيات من أول سورة الكهف؛ عُصِمَ من الدَّجال

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surah al-Kahfi, ia akan terlindungi dari Dajjal.”
(HR. Muslim)

Sebagian riwayat menyebut sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan:

قال شعبة: من آخر الكهف، وقال همام: من أول الكهف

Syu’bah menyebut sepuluh ayat terakhir, sedangkan Hammam menyebut sepuluh ayat pertama.

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

سبب ذلك ما في أولها من العجائب والآيات، فمَن تدبَّرَها؛ لم يفتتن بالدَّجَّال

“Sebab pada awal surah itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah. Orang yang merenunginya tidak akan tertipu oleh Dajjal.”

Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi Setiap Jumat

Membaca Surah al-Kahfi juga memiliki keutamaan besar dalam syariat.

Baca Juga :  Menjaga Kemurnian Dalil: Cara Benar Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah untuk Membuktikan Keberadaan Allah ( Bag.3 )

Dalam riwayat al-Hakim dari Abu Sa‘id al-Khudri disebutkan:

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة؛ أضاء له من النور ما بين الجمعتين

“Siapa yang membaca surah al-Kahfi pada hari Jumat, akan diberikan cahaya di antara dua Jumat.”

Surah ini mengandung banyak pelajaran besar.

Di dalamnya terdapat kisah Ashabul Kahfi yang mempertahankan iman, perjalanan Nabi Musa bersama Khidr yang penuh hikmah, kisah Dzulqarnain, pembahasan Ya’juj dan Ma’juj, hingga penegasan tentang hari kebangkitan.

Karena itu, seorang Muslim dianjurkan menjaga kebiasaan membaca dan merenungkan kandungannya.

Menjauhi Dajjal dan Tidak Menguji Diri

Rasulullah ﷺ tidak memerintahkan umatnya mendatangi Dajjal.

Beliau justru mengingatkan agar menjauh.

Dalam hadis dari ‘Imran bin Husain disebutkan:

من سمع بالدَّجَّال؛ فلينأَ عنه

“Siapa yang mendengar tentang Dajjal, hendaklah ia menjauh darinya.”

Kemudian Nabi bersabda:

فوالله إن الرَّجل ليأتيه وهو يحسب أنّه مؤمن، فيتبعه ممّا يبعث به من الشبهات

“Demi Allah, seseorang mendatanginya dalam keadaan merasa dirinya beriman, lalu akhirnya ia mengikutinya karena syubhat yang dibawanya.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim)

Dajjal membawa ujian yang sangat besar.

Riwayat-riwayat menyebut bahwa ia:

  • memerintahkan langit menurunkan hujan;
  • membuat bumi menumbuhkan tanaman;
  • menampilkan seolah mampu menghidupkan orang mati;
  • membawa gambaran surga dan neraka;
  • serta menipu manusia dengan kemampuan luar biasa.

Karena itu, rasa percaya diri berlebihan dapat menjadi pintu kehancuran.

Makkah dan Madinah Tidak Akan Dimasuki Dajjal

Dalam hadis sahih dijelaskan bahwa Dajjal tidak mampu memasuki Makkah dan Madinah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَى أَنْقَابِ المَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ، وَلَا الدَّجَّالُ

“Di pintu-pintu Madinah terdapat para malaikat; tidak akan masuk ke dalamnya tha‘un dan tidak pula Dajjal.”
(HR. Muslim)

Dalam riwayat lain:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ ، إِلَّا مَكَّةَ ، وَالمَدِينَةَ

“Tidak ada negeri yang tidak akan di masuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan penjagaan khusus yang Allah berikan kepada dua kota suci tersebut.

Fitnah Dajjal Wajib Dipelajari, Bukan Diabaikan

Mempelajari fitnah Dajjal bukan berarti tenggelam dalam spekulasi akhir zaman.

Rasulullah ﷺ mengajarkan pembahasan ini agar umat memiliki kesiapan iman.

Langkah perlindungan yang beliau ajarkan sangat jelas:

  • memperkuat tauhid dan akidah;
  • memperbanyak doa perlindungan dalam salat;
  • membaca dan menghafal Surah al-Kahfi;
  • menjauhi sumber fitnah dan syubhat.

Seorang Muslim tidak di tuntut menebak kapan Dajjal muncul. Yang di tuntut adalah menjaga iman setiap hari.(ust)

Berita Terkait

Prinsip Imam Syafi’i Memahami Nas
Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim
Siapa Sebenarnya Ahlul Kitab dalam Al-Qur’an? Ini Kata Ulama
Otoritas Tafsir Al-Qur’an dan Syarat Menjadi Mufasir
Tafsir Al Baqarah 286 Ujian Hidup Sesuai Kemampuan
Keutamaan Surah Al-Fatihah, Surah Paling Agung dalam Alquran
Tafsir Az-Zumar Ayat 53: Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah
Cara Al-Qur’an Menguatkan Hati Nabi Muhammad Saat Ditolak
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prinsip Imam Syafi’i Memahami Nas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:00 WIB

Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB

Siapa Sebenarnya Ahlul Kitab dalam Al-Qur’an? Ini Kata Ulama

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

Otoritas Tafsir Al-Qur’an dan Syarat Menjadi Mufasir

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:00 WIB

Tafsir Al Baqarah 286 Ujian Hidup Sesuai Kemampuan

Berita Terbaru

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB