بِالجَرِّ وَالتّنْوِيْنِ وَالنِّدَا وَاَلْ ¤ وَمُسْنَدٍ لِلإسْمِ تَمْيِيْزٌ حَصَلْ
Dengan sebab Jar, Tanwin, Nida’, Al, dan Musnad, tanda pembeda untuk Kalimat Isim menjadi berhasil.
Bab Kalam
Nadzom Alfiyah
Pada Bait ini, Mushannif menyebutkan tentang Tanda-tanda Kalimat Isim (Kata Benda). Mushannif menjadikannya sebagai ciri-ciri untuk membedakan dengan Kalimat yang lain (Kalimat Fi’il/Kata Kerja dan Kalimat Huruf/Kata Tugas). Diantaranya adalah: Jar, Tanwin, Nida’, Al (Alif dan Lam) dan Musnad.
Jarr جر
Tanda Kalimat Isim yang pertama adalah Jar, yang mencakup: Jar sebab Harf, Jar sebab Idhafah dan Jar sebab Tabi’.
Contoh:
مَرَرْتُ بغُلاَمِ زَيْدٍ الفَاضِلِ
Aku berjumpa dengan Anak Lelakinya Zaid yang baik itu.
Lafadz غلام menjadi Jar sebab Harf (Kalimah Huruf menjarkannya), Lafadz زيد menjadi Jar sebab Idhafah (menjadi Mudhaf Ilaih), dan Lafadz الفاضل menjadi Jar sebab Tabi’ (menjadi Na’at/Sifat). Hal ini menunjukkan bahwa perkataan Mushannif lebih mencakup dari Qaul lain yang mengatakan bahwa tanda Kalimat Isim sebab Huruf Jarr, karena ini tidak mengarah kepada pengertian Jar sebab Idhafah dan Jar sebab Tabi’.
Tanwin تنوين
Pengertian Tanwin
Tanda Kalimat Isim yang kedua adalah Tanwin. Tanwin merupakan masdar dari Lafadz Nawwana yang artinya memberi Nun secara bunyinya bukan tulisannya. Orang biasanya menuliskannya dalam bentuk dobel ( اً-اٍ-اٌ ).
Tanwin Tamkin
Tanwin ini disematkan pada Kalimat Isim Mu’rab selain pengecualian tertentu.
Contoh:
جَاءَ زَيْدٌ هُوَ رَجُلٌ
Zaid telah datang dia seorang laki-laki.
Tanwin Tankir
Tanwin ini digunakan untuk membedakan makrifah dan nakirah pada isim tertentu.
Contoh:
مَرَرْتُ بِسِبَوَيْهِ وَبِسِبَوَيْهٍ آخَرَ
Aku berjumpa dengan Sibawaeh yang Imam Nahwu dan Sibawaeh yang lain.
Tanwin Muqabalah
Tanwin ini muncul pada Jamak Muannats Salim.
Contoh:
أفْلَحَ مُسْلِمُوْنَ وَمُسْلِمَاتٌ
Muslimin dan Muslimat telah beruntung.
Tanwin ‘Iwadh
Tanwin ini berfungsi sebagai pengganti yang terbagi menjadi tiga:
1. Pengganti Jumlah
وَأنْتُمْ حِيْنَئِذٍ تَنْظًرُوْنَ
Kalian ketika itu sedang melihat.
Jumlah setelahnya dihilangkan dan tanwin menggantikannya.
2. Pengganti Isim
كَلٌّ قَائِمٌ
Semua dapat berdiri.
Kata “manusia” sebagai mudhaf ilaih dihilangkan dan tanwin menggantikannya.
3. Pengganti Huruf
هَؤُلاَءِ جَوَارٍ. وَمَرَرْتُ بِجَوَارٍ
Mereka itu anak-anak muda. Aku berjumpa dengan anak-anak muda.
Bentuk asalnya “jawari”, lalu ya’ dihilangkan dan tanwin menggantikannya.
Nida’ نداء
Tanda Kalimat Isim yang ketiga adalah Nida’. Orang menggunakan huruf panggil seperti يا untuk menyeru isim.
Contoh:
يَا رَسُوْلَ اللهِ
Wahai Rasul Allah.
Huruf nida’ menempatkan kata setelahnya sebagai munada yang diperlakukan sebagai isim dalam i’rab.
AL أل
Tanda Kalimat Isim yang keempat adalah Al (أل). AL berfungsi untuk ma’rifah atau sebagai tambahan (zaidah).
Contoh:
رَجَعَ الرَجُلُ مِنَ المَكَّةَ
Orang laki-laki itu telah pulang dari kota Mekkah.
AL pada “الرجل” berfungsi ma’rifah, sedangkan AL pada “المكة” bersifat zaidah. Selain itu, tidak semua AL menunjukkan isim, karena sebagian bisa masuk pada selain isim.
Musnad مسند
Tanda Kalimat Isim yang kelima adalah Musnad. Musnad berarti sesuatu yang menerima hukum atau sandaran makna.
Contoh:
قَاَمَ زَيْدٌ وَ زَيْدٌ قَائِمٌ
Zaid telah berdiri dan Zaid adalah orang yang berdiri.
Kedua lafadz Zaid berfungsi sebagai musnad karena keduanya menerima hukum. Pada kalimat pertama berupa fi’il, sedangkan pada kalimat kedua berupa khabar.










Komentar