Tanda Kalimat Isim dalam Ilmu Nahwu: Jar hingga Musnad

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kitab Al-fiyah karangan Ibnu Malik ( Poto : ust)

kitab Al-fiyah karangan Ibnu Malik ( Poto : ust)

بِالجَرِّ وَالتّنْوِيْنِ وَالنِّدَا وَاَلْ ¤ وَمُسْنَدٍ لِلإسْمِ تَمْيِيْزٌ حَصَلْ
Dengan sebab Jar, Tanwin, Nida’, Al, dan Musnad, tanda pembeda untuk Kalimat Isim menjadi berhasil.

Bab Kalam
Nadzom Alfiyah

Pada Bait ini, Mushannif menyebutkan tentang Tanda-tanda Kalimat Isim (Kata Benda). Mushannif menjadikannya sebagai ciri-ciri untuk membedakan dengan Kalimat yang lain (Kalimat Fi’il/Kata Kerja dan Kalimat Huruf/Kata Tugas). Diantaranya adalah: Jar, Tanwin, Nida’, Al (Alif dan Lam) dan Musnad.

Jarr جر

Tanda Kalimat Isim yang pertama adalah Jar, yang mencakup: Jar sebab Harf, Jar sebab Idhafah dan Jar sebab Tabi’.

Contoh:
مَرَرْتُ بغُلاَمِ زَيْدٍ الفَاضِلِ
Aku berjumpa dengan Anak Lelakinya Zaid yang baik itu.

Lafadz غلام menjadi Jar sebab Harf (Kalimah Huruf menjarkannya), Lafadz زيد menjadi Jar sebab Idhafah (menjadi Mudhaf Ilaih), dan Lafadz الفاضل menjadi Jar sebab Tabi’ (menjadi Na’at/Sifat). Hal ini menunjukkan bahwa perkataan Mushannif lebih mencakup dari Qaul lain yang mengatakan bahwa tanda Kalimat Isim sebab Huruf Jarr, karena ini tidak mengarah kepada pengertian Jar sebab Idhafah dan Jar sebab Tabi’.

Baca Juga :  Panduan Isim Mudzakkar dan Muannats Dalam Bahasa Arab

Tanwin تنوين

Pengertian Tanwin

Tanda Kalimat Isim yang kedua adalah Tanwin. Tanwin merupakan masdar dari Lafadz Nawwana yang artinya memberi Nun secara bunyinya bukan tulisannya. Orang biasanya menuliskannya dalam bentuk dobel ( اً-اٍ-اٌ ).

Tanwin Tamkin

Tanwin ini disematkan pada Kalimat Isim Mu’rab selain pengecualian tertentu.
Contoh:
جَاءَ زَيْدٌ هُوَ رَجُلٌ
Zaid telah datang dia seorang laki-laki.

Tanwin Tankir

Tanwin ini digunakan untuk membedakan makrifah dan nakirah pada isim tertentu.
Contoh:
مَرَرْتُ بِسِبَوَيْهِ وَبِسِبَوَيْهٍ آخَرَ
Aku berjumpa dengan Sibawaeh yang Imam Nahwu dan Sibawaeh yang lain.

Tanwin Muqabalah

Tanwin ini muncul pada Jamak Muannats Salim.
Contoh:
أفْلَحَ مُسْلِمُوْنَ وَمُسْلِمَاتٌ
Muslimin dan Muslimat telah beruntung.

Tanwin ‘Iwadh

Tanwin ini berfungsi sebagai pengganti yang terbagi menjadi tiga:

1. Pengganti Jumlah
وَأنْتُمْ حِيْنَئِذٍ تَنْظًرُوْنَ
Kalian ketika itu sedang melihat.

Jumlah setelahnya dihilangkan dan tanwin menggantikannya.

2. Pengganti Isim
كَلٌّ قَائِمٌ
Semua dapat berdiri.

Kata “manusia” sebagai mudhaf ilaih dihilangkan dan tanwin menggantikannya.

3. Pengganti Huruf
هَؤُلاَءِ جَوَارٍ. وَمَرَرْتُ بِجَوَارٍ
Mereka itu anak-anak muda. Aku berjumpa dengan anak-anak muda.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cabang Ilmu Balaghah: Pengertian Bayan, Ma'ani, dan Badi'

Bentuk asalnya “jawari”, lalu ya’ dihilangkan dan tanwin menggantikannya.

Nida’ نداء

Tanda Kalimat Isim yang ketiga adalah Nida’. Orang menggunakan huruf panggil seperti يا untuk menyeru isim.

Contoh:
يَا رَسُوْلَ اللهِ
Wahai Rasul Allah.

Huruf nida’ menempatkan kata setelahnya sebagai munada yang diperlakukan sebagai isim dalam i’rab.

AL أل

Tanda Kalimat Isim yang keempat adalah Al (أل). AL berfungsi untuk ma’rifah atau sebagai tambahan (zaidah).

Contoh:
رَجَعَ الرَجُلُ مِنَ المَكَّةَ
Orang laki-laki itu telah pulang dari kota Mekkah.

AL pada “الرجل” berfungsi ma’rifah, sedangkan AL pada “المكة” bersifat zaidah. Selain itu, tidak semua AL menunjukkan isim, karena sebagian bisa masuk pada selain isim.

Musnad مسند

Tanda Kalimat Isim yang kelima adalah Musnad. Musnad berarti sesuatu yang menerima hukum atau sandaran makna.

Contoh:
قَاَمَ زَيْدٌ وَ زَيْدٌ قَائِمٌ
Zaid telah berdiri dan Zaid adalah orang yang berdiri.

Kedua lafadz Zaid berfungsi sebagai musnad karena keduanya menerima hukum. Pada kalimat pertama berupa fi’il, sedangkan pada kalimat kedua berupa khabar.

Berita Terkait

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat
Panduan Isim Mudzakkar dan Muannats Dalam Bahasa Arab
Kemenag dan KemenEkraf Gelar Santri Matic Sambut Hari Santri 2026
Semangat Kontingen Jambi Berkompetisi di Ajang PPSN VI Malang
UIN Jakarta Gelar Pemeriksaan Mammografi Gratis Tutup Rangkaian Dies Natalis Ke-69
Pembagian Isim Mu’rob: Perbedaan Mutamakkin Amkan dan Ghair Amkan
Bab Al Ikhbar bi Al Ladzi dalam Ilmu Nahwu
Kaidah An Mashdariyah dan Nawashib Fi’il Mudhari dalam Ilmu Nahwu
Berita ini 45 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Panduan Isim Mudzakkar dan Muannats Dalam Bahasa Arab

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kemenag dan KemenEkraf Gelar Santri Matic Sambut Hari Santri 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Semangat Kontingen Jambi Berkompetisi di Ajang PPSN VI Malang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:31 WIB

UIN Jakarta Gelar Pemeriksaan Mammografi Gratis Tutup Rangkaian Dies Natalis Ke-69

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB