Pendaftar OMI 2026 Tembus 230 Ribu Peserta, Sekolah Umum Naik Signifikan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OMI 2026.(poto: kemenag.go.id).

OMI 2026.(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Catatan pendaftar OMI 2026 tembus 230.123 siswa dari berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, angka ini meningkat 12,7 persen dibanding penyelenggaraan OMI 2025 yang mencatatkan 204.222 pendaftar.

Selanjutnya, panitia menyatakan sebanyak 229.593 peserta atau 99,8 persen lolos tahap verifikasi berkas. Bahkan, jumlah peserta terverifikasi ini melampaui capaian tahun lalu yang berada pada angka 202.117 siswa.

Oleh karena itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno menyambut positif lonjakan partisipasi tersebut. Menurutnya, peningkatan angka pendaftar membuktikan tingginya minat siswa terhadap wadah pengembangan bakat dan prestasi.

Sebab, Amien menekankan bahwa OMI berfungsi melampaui ajang kompetisi berburu gelar juara. Lebih dari itu, ajang ini menjadi bagian penting dari ekosistem pembinaan potensi anak bangsa secara berkelanjutan.

Partisipasi Murid Sekolah Umum Melonjak Sangat Tinggi

Sementara itu, perkembangan paling menonjol terlihat dari lonjakan keterlibatan murid dari sekolah umum. Hasilnya, sebanyak 13.271 siswa SD, SMP, dan SMA tercatat mengikuti ajang ini.

Secara rincinya, jumlah tersebut meningkat 38,1 persen atau bertambah 3.659 anak dibanding OMI 2025. Maka dari itu, Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah menilai lonjakan ini menandakan OMI semakin inklusif.

Baca Juga :  Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Berdayakan Ekonomi Umat

Di samping itu, Nyayu menegaskan bahwa semangat berprestasi kini tidak lagi terbatas pada satuan pendidikan madrasah. Akibatnya, kehadiran murid sekolah umum memperluas jangkauan pencarian talenta terbaik di seluruh wilayah Tanah Air.

Secara keseluruhan, peserta OMI 2026 tersebar dari 34 provinsi dan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan. Khususnya, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah mencatatkan kontribusi peserta terbesar secara nasional.

Bahkan, tiga provinsi di Pulau Jawa tersebut menyumbangkan total 104.649 peserta atau sekitar 45,5 persen. Sebaliknya, di luar Jawa, partisipasi tertinggi datang dari Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Riau.

Sebaran Peserta Tiap Jenjang Dan Cabang Riset

Kemudian, distribusi peserta menurut tingkat pendidikan juga menunjukkan angka yang relatif seimbang dan merata. Tercatat, jenjang MI/SD mencatatkan 69.351 peserta, MTs/SMP 75.987 peserta, serta MA/SMA 72.776 peserta.

Baca Juga :  Zuhud Ali bin Abi Thalib: Ketegasan Menolak Dunia dan Memilih Akhirat

Lantas, Nyayu menjelaskan bahwa keseimbangan komposisi jenjang ini menjadi modal utama pembinaan talenta bertahap. Hal ini karena pembinaan yang berjalan konsisten sejak tingkat dasar akan memperkuat fondasi prestasi peserta didik.

Di sisi lain, Amien Suyitno menambahkan bahwa pengelola kegiatan harus mengimbangi pertumbuhan peserta dengan peningkatan kualitas acara. Dengan demikian, Kementerian Agama berkomitmen mengantarkan para siswa menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Selain bidang sains, OMI 2026 juga membuka kompetisi cabang riset dengan daya tarik tinggi. Mengenai hal tersebut, Kasubdit Kesiswaan Solla Taufiq mencatat cabang riset berhasil menjaring 9.130 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.100 peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran secara penuh. Adapun jenjang Madrasah Aliyah menyumbang 4.862 pendaftar, sedangkan Madrasah Tsanawiyah mencatatkan 4.268 pendaftar.

Akhirnya, kategori Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi) menjadi pilihan favorit dengan 3.553 pendaftar. Hal ini membuktikan bahwa siswa menunjukkan ketertarikan kuat pada isu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi digital masa kini.(ust)

Berita Terkait

6 Syarat Menuntut Ilmu Menurut Imam Asy-Syafi’i
Cara Praktis Mengajar Anak Membaca Hijaiyah Tanpa Mengeja Agar Cepat Lancar
7 Kitab Kuning Dasar Pesantren yang Wajib Dipelajari Santri Pemula
UIN STS Jambi Buka Pendaftaran PMB Jalur Mandiri 3 Tahun 2026
Itjen Kemenag Kawal Pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu UIN Bukittinggi
3 Hukum Bacaan Mim Sukun dalam Ilmu Tajwid
Zuhud Ali bin Abi Thalib: Ketegasan Menolak Dunia dan Memilih Akhirat
Memuliakan Tamu dalam Islam: Adab, Dalil, dan Teladan Akhlak
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:17 WIB

Pendaftar OMI 2026 Tembus 230 Ribu Peserta, Sekolah Umum Naik Signifikan

Jumat, 4 September 2026 - 21:08 WIB

6 Syarat Menuntut Ilmu Menurut Imam Asy-Syafi’i

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Cara Praktis Mengajar Anak Membaca Hijaiyah Tanpa Mengeja Agar Cepat Lancar

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:40 WIB

7 Kitab Kuning Dasar Pesantren yang Wajib Dipelajari Santri Pemula

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:17 WIB

UIN STS Jambi Buka Pendaftaran PMB Jalur Mandiri 3 Tahun 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi pperempuan sedang menyembelih ayam.(poto: ist).

Fiqih

Hukum Wanita Menyembelih Ayam Menurut Islam

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:47 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: arsip).

Fiqih

5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:41 WIB

Ilustrasi buah menjalar ke lahan tetangga.(poto: ist.).

Fiqih

Hukum Buah Pohon Tetangga yang Jatuh ke Lahan Kita

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:36 WIB

Foto bersama 34 pasangan pengantin pada acara Nikah Massal di Tennis Indoor Senayan Jakarta, Sabtu, (5/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Berita Islam

Wamenag Tegaskan Nikah Massal Perlawanan Terhadap LGBTQ

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:28 WIB