Bukit Tinggi, dorlanhikmah.com – Inspektorat Jenderal Kementerian Agama mengawal ketat pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu di Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Langkah pengawasan proaktif ini bertujuan menjamin kualitas fasilitas perkuliahan sekaligus memastikan seluruh proses pengerjaan konstruksi selesai tepat waktu.
Dalam kesempatan tersebut, tim pendampingan pimpinan Inspektur V Itjen Kemenag Muhamad Iqbal turun langsung meninjau lokasi proyek strategis di Bukittinggi. Sementara itu, Rektor UIN Bukittinggi Silfia Hanani menyambut hangat kedatangan tim pengawas bersama jajaran pimpinan tinggi universitas.
Selain itu, pemerintah mendanai seluruh proyek fasilitas pendidikan ini melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara tahun anggaran 2026. Oleh karena itu, langkah pengawasan proaktif Kemenag hadir untuk menjaga setiap rupiah dana masyarakat agar memberikan dampak langsung pada peningkatan mutu kampus.
Tim Inspektorat Jenderal Kemenag Mengawal Proyek Pembangunan Kampus
Lebih lanjut, Itjen Kemenag menjalankan fungsi pendampingan secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, hingga masa pemeliharaan gedung. Dengan demikian, langkah pengawasan ketat ini memastikan pembangunan fisik selesai tepat mutu serta menghadirkan manfaat optimal bagi proses belajar.
Bahkan, pendekatan pengawasan Kemenag saat ini berfokus penuh pada fungsi konsultatif serta fungsi preventif pencegahan secara konsisten. Sebab, tim Kemenag hadir sebagai mitra strategis satuan kerja untuk memitigasi berbagai potensi risiko pembangunan sejak tahap awal.
Hasilnya, upaya pencegahan dini ini berhasil menutup celah munculnya masalah administrasi maupun potensi masalah kualitas fisik bangunan kelak. Selain itu, pengawasan ketat mewujudkan tata kelola proyek pemerintah yang transparan, efisien, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.
Pendekatan Pengawasan Preventif Sangat Efektif Mencegah Risiko Pembangunan
Di samping itu, Muhamad Iqbal menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya terukur dari megahnya fisik gedung perkuliahan yang berdiri. Sebaliknya, pelaksanaan tertib administrasi serta nilai tambah riil bagi seluruh sivitas akademika menjadi tolok ukur utama keberhasilan proyek.
Oleh sebab itu, setiap alokasi dana SBSN wajib menghasilkan layanan pendidikan perguruan tinggi keagamaan yang makin akuntabel, modern, serta responsif. Selanjutnya, Kemenag terus mendorong efisiensi penggunaan dana negara demi mempercepat kemajuan fasilitas pendidikan nasional di seluruh wilayah Indonesia.
Atas langkah tersebut, Rektor UIN Bukittinggi Silfia Hanani menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah cepat dan pengawalan melekat dari tim Kemenag. Sebab, kehadiran tim pengawas memberikan kepastian hukum yang jelas serta menumbuhkan optimisme tinggi bagi pengelola kampus dalam bekerja.
Fasilitas Perkuliahan Modern Ini Siap Mendukung Mutu Akademik
Pada saat yang sama, pihak universitas sangat menantikan kehadiran Gedung Pendidikan Terpadu sebagai proyek infrastruktur strategis penunjang utama kegiatan akademik harian. Tentunya, fasilitas pembelajaran anyar ini siap mendongkrak kualitas layanan akademik serta kenyamanan proses perkuliahan mahasiswa secara sangat signifikan.
Oleh karena itu, Silfia Hanani memastikan seluruh tahapan pengerjaan fisik maupun administrasi berjalan sesuai ketentuan regulasi dan hukum yang berlaku. Dengan begitu, pembangunan fasilitas gedung baru ini siap melahirkan lingkungan pembelajaran yang sangat representatif bagi seluruh mahasiswa UIN Bukittinggi.
Secara keseluruhan, pengawalan proyek berbasis skema SBSN ini menjadi bagian integral dari agenda besar Kemenag dalam mempercepat modernisasi infrastruktur. Akhirnya, Kemenag berkomitmen penuh menghadirkan sarana pendidikan yang berkualitas tinggi, efisien, transparan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.(ust)










Komentar