Zuhud Ali bin Abi Thalib: Ketegasan Menolak Dunia dan Memilih Akhirat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah zuhud Ali bin Abi Thalib menunjukkan sosok pemimpin yang kuat sekaligus sangat spiritual.( ilustrasi Poto : Gantanews ).

Kisah zuhud Ali bin Abi Thalib menunjukkan sosok pemimpin yang kuat sekaligus sangat spiritual.( ilustrasi Poto : Gantanews ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kisah zuhud Ali bin Abi Thalib menunjukkan bagaimana seorang pemimpin besar menolak godaan dunia secara tegas, sekaligus memilih jalan akhirat sebagai tujuan hidup utama.

Bahkan, ia menggambarkan dunia sebagai sesuatu yang sudah ia “ceraikan” tanpa kemungkinan kembali.

Karena itu, sikapnya tidak hanya mencerminkan ketakwaan, tetapi juga membentuk gaya kepemimpinan yang adil, sederhana, dan penuh kesadaran spiritual.

Jejak Riwayat Sosok Pemimpin yang Tegas

Sejarah Islam mencatat keteladanan Ali bin Abi Thalib dalam berbagai sumber klasik, termasuk karya Ibnu Abi Dunya. Selain itu, banyak ulama menyoroti keseimbangan antara kekuatan politik dan kedalaman spiritual yang ia miliki.

Kemudian, dalam sebuah riwayat, Muawiyah bin Abi Sufyan meminta Dhirar bin Dhamrah untuk menggambarkan sosok Ali secara jujur. Awalnya Dhirar merasa ragu, namun akhirnya ia tetap menjawab dengan penuh kejujuran.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Ali memiliki kecerdasan tinggi, keberanian besar, serta kemampuan luar biasa dalam menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

Kepemimpinan yang Berlandaskan Keadilan

Ali menjalankan kekuasaan dengan prinsip keadilan yang sangat kuat. Oleh karena itu, ia tidak pernah menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Sebaliknya, ia selalu menempatkan kebenaran di atas segalanya. Misalnya, ia tidak membiarkan orang kuat menindas yang lemah, dan ia juga menolak segala bentuk ketidakadilan dalam pemerintahannya.

Dengan demikian, banyak orang menghormatinya, bahkan lawan politiknya sekalipun mengakui integritasnya.

Selain tegas dalam kepemimpinan, Ali juga menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Ia memakai pakaian biasa, lalu mengonsumsi makanan yang tidak mewah.

Baca Juga :  Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI

Kemudian, ia tidak membangun jarak dengan rakyatnya. Sebaliknya, ia duduk bersama mereka dan mendengarkan keluhan secara langsung.

Oleh karena itu, masyarakat merasa dekat dengannya, meskipun ia seorang pemimpin besar.

Malam sebagai Waktu Ibadah

Selain aktivitas sosial dan politik, Ali memanfaatkan malam untuk beribadah. Saat orang lain tidur, ia justru bangun untuk shalat dan bermunajat kepada Allah.

Lebih jauh lagi, ia sering menangis dalam doa karena memikirkan tanggung jawab besar yang ia pikul.

Dengan demikian, malam menjadi waktu penting bagi Ali untuk memperkuat hubungan spiritualnya.

Dalam salah satu riwayat klasik, Ali mengucapkan kalimat yang sangat terkenal ketika menolak keterikatan pada dunia. Teks Arabnya berbunyi lengkap:

يَا دُنْيَا إِيَّايَ أَرَدْتِ أَمْ بِي تَشَوَّقْتِ؟ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، غُرِّي غَيْرِي، لَا حَانَ حِينُكِ، قَدْ بَتَتُّكِ ثَلَاثًا، لَا رَجْعَةَ لِي فِيكِ

Artinya, ia menegaskan bahwa dunia tidak lagi memiliki tempat dalam hidupnya, karena ia sudah memilih jalan akhirat secara total.

Makna Talak Dunia dalam Perspektif Zuhud

Selanjutnya, Ali menggunakan istilah “talak tiga” sebagai simbol penolakan total terhadap dunia. Dengan cara itu, ia menegaskan bahwa hubungan dengan dunia tidak bisa kembali seperti semula.

Namun demikian, ia tidak meninggalkan dunia secara fisik. Sebaliknya, ia tetap bekerja dan memimpin masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, konsep zuhud dalam dirinya berarti mengendalikan hati, bukan meninggalkan kehidupan.

Ketika Dhirar selesai berbicara, suasana menjadi haru. Bahkan Muawiyah bin Abi Sufyan tidak mampu menahan air mata.

Baca Juga :  Siswa MAN 1 Medan Sabet 5 Medali WICE 2026 Malaysia

Kemudian, ia mengakui bahwa gambaran tersebut sesuai dengan kenyataan. Dengan demikian, pengakuan itu menunjukkan bahwa kepribadian Ali melampaui batas konflik politik.

Selain itu, Ali selalu membela kaum lemah. Ia memastikan bahwa hukum berjalan adil tanpa pengecualian.

Di samping itu, ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan tanpa rasa takut. Oleh karena itu, banyak orang kecil merasa terlindungi dalam pemerintahannya.

Nilai Moral dari Kisah Zuhud Ali

Kisah zuhud Ali bin Abi Thalib memberikan pelajaran penting bagi kehidupan modern. Pertama, kebahagiaan tidak bergantung pada harta.

Kedua, ketenangan lahir dari kedekatan kepada Allah. Ketiga, seseorang akan lebih bebas ketika ia tidak diperbudak oleh dunia.

Dengan demikian, kisah ini relevan untuk semua generasi.

Di era modern, banyak orang mengejar dunia tanpa batas. Namun demikian, mereka sering merasa tidak puas.

Oleh karena itu, kisah Ali menjadi pengingat bahwa dunia bersifat sementara. Sebaliknya, akhirat adalah tujuan utama yang tidak boleh diabaikan.

Penutup

Pada akhirnya, kisah zuhud Ali bin Abi Thalib menunjukkan sosok pemimpin yang kuat sekaligus sangat spiritual. Ia tidak hanya memimpin dengan adil, tetapi juga menjaga hatinya tetap bersih dari ketergantungan dunia.

Ali bin Abi Thalib membuktikan bahwa kekuasaan tidak harus menjauhkan seseorang dari Allah. Sebaliknya, kekuasaan bisa menjadi jalan menuju ketakwaan jika dijalankan dengan benar.

Dengan demikian, pesan utamanya tetap jelas: dunia hanyalah persinggahan, sedangkan akhirat adalah tujuan akhir kehidupan manusia.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh
Kemenag Siapkan PJJ untuk Pesantren Terdampak Kabut Asap
Hari Santri 2026: Saatnya Santri Kawal Arah Indonesia Emas
Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI
MTsN 1 Jepara Borong Medali Emas KREASI 2026 di Yogyakarta
11 Siswa Jambi Tembus Nasional Usai Juara Olimpiade Madrasah 2026
MTsN 2 Sungai Penuh Tuntaskan Visitasi Akreditasi Madrasah
Kemenag Buka Pendaftaran Pelatihan Ekoteologi 2026 Non-Degree: Simak Syarat Lengkap dan Jadwalnya
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Kemenag Siapkan PJJ untuk Pesantren Terdampak Kabut Asap

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Hari Santri 2026: Saatnya Santri Kawal Arah Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Pesilat SMAN 1 Sungai Penuh Raih Tiga Medali Kejurnas SMI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:16 WIB

MTsN 1 Jepara Borong Medali Emas KREASI 2026 di Yogyakarta

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB