Medan, dorlanhikmah.com — Siswa MAN 1 Medan kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional melalui ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026. Sebanyak lima tim delegasi madrasah ini berhasil membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak dari kompetisi tersebut.
Ajang inovasi internasional yang bertempat di SEGi University, Kota Damansara, Malaysia, ini berlangsung pada 20 hingga 24 September 2026. Ratusan inovator muda dari pelbagai negara memamerkan karya terbaik mereka pada ajang bergengsi tersebut.
Inovasi Siswa MAN 1 Medan Pukau Juri Internasional
Kompetisi tahunan ini menghadirkan lima kategori utama, mulai dari Environmental Sciences hingga IT and Robotics. MAN 1 Medan memboyong 26 siswa yang terbagi dalam lima tim riset unggulan.
Tim Lumycycle memelopori raihan medali emas pada bidang Environmental Science lewat gagasan kepedulian lingkungan. Sementara itu, Tim Claranas dan Tim Coffemyco mengamankan dua medali emas lainnya dari kategori Applied Life Science.
Dua tim lainnya, yakni Tim MediBee dan Tim Carbonova, melengkapi dominasi madrasah dengan menyabet medali perak. Anggota Tim MediBee, Azka Ulima Husna Nadeak, bersama rekannya sukses mempresentasikan inovasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Anggota Tim Claranas, Mhd. Haiqal Firdaus, juga menunjukkan keunggulan riset hayati yang memikat para dewan juri. Pada kategori yang sama, Mariza Zahra dan Inaya Nadine Yusenda NST membawa Tim Coffemyco meraih podium tertinggi.
Kepala Madrasah Dorong Siswa Terus Mengembangkan Karya Riset
Kreativitas siswa MAN 1 Medan makin terlihat ketika Nayla Yasmin Pulungan bersama Tim Carbonova merebut medali perak. Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas capaian anak didiknya.
Reza mengucapkan terima kasih kepada para siswa, guru pembimbing, serta orang tua yang terus memberikan dukungan penuh. Ia berharap capaian ini memotivasi seluruh siswa untuk aktif meneliti dan berani bersaing di tingkat dunia.
Pihak sekolah berpesan agar para pemenang tidak cepat puas dengan hasil yang telah mereka raih saat ini. Siswa harus terus berlatih dan menggali ilmu pengetahuan demi menghadapi kompetisi mendatang yang lebih menantang.
Keberhasilan melipatgandakan perolehan medali ini menjadi bukti nyata budaya riset yang tumbuh subur di lingkungan madrasah. Capaian internasional tersebut sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta daya saing global para siswa.(ust)










Komentar