Kemenag Siapkan Skema Penguatan Ekoteologi ASN Lintas Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMBPSDM Kemenag RI, dalam Orientasi Kebijakan Baru KMA No.606 Tahun 2026 di Kanwil Kemenag Bengkulu, Jumat (5/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Kepala BMBPSDM Kemenag RI, dalam Orientasi Kebijakan Baru KMA No.606 Tahun 2026 di Kanwil Kemenag Bengkulu, Jumat (5/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kementerian Agama merumuskan skema penguatan ekoteologi asn kemenag secara sistematis dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini hadir guna merespons dinamika perubahan cuaca ekstrem serta pergeseran fenomena alam yang kian mengancam kehidupan.

Pemerintah menegaskan bahwa hubungan manusia dengan alam sekitar kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Bencana alam yang menelan korban jiwa menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kesadaran ekologis di lingkungan birokrasi.

Landasan formal kebijakan ini ditandai lewat penerbitan Keputusan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan regulasi pedoman penyelenggaraan ekoteologi tersebut pada April 2026.

Melalui aturan anyar ini, Kemenag menyusun struktur pelaksana, bentuk kegiatan, hingga kurikulum pembelajaran. Langkah tersebut bertujuan membentuk aparatur yang memiliki sikap dan praktik beragama ramah lingkungan.

Jalur Pelaksanaan Berjenjang dan Lima Bentuk Pelatihan Ekoteologi

Pelaksanaan program penguatan ekoteologi ini berjalan secara berjenjang dengan melibatkan berbagai unit kerja. Pokja Ekoteologi, Pusat Pengembangan Kompetensi, hingga Balai Diklat Keagamaan turut mengawal implementasi kebijakan.

Satuan kerja daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri juga memegang peranan kunci di lapangan. Sinergi antarlembaga ini memastikan pesan pelestarian lingkungan tersampaikan hingga ke tingkat tapak.

Baca Juga :  Kaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026 di Semarang

Kemenag mempersiapkan lima bentuk kegiatan utama untuk mempercepat peningkatkan kapasitas aparatur negara. Program tersebut meliputi Lokakarya Pimpinan, Pelatihan Fasilitator Nasional, Training of Trainer, Orientasi Penggerak, dan Sosialisasi.

Jangkauan sasaran program ini meluas hingga ke berbagai elemen masyarakat dan akademisi. Pejabat tinggi, widyaiswara, penyuluh agama, kepala madrasah, hingga tokoh masyarakat menjadi target edukasi.

Untuk menopang substansi pembelajaran, pemerintah merumuskan kurikulum komprehensif yang berisi 18 materi pokok. Pembahasan mencakup nilai kosmologi penciptaan, analisis krisis ekologi, hingga landasan ekoteologi lintas agama.

Kurikulum tersebut juga memuat penyusunan peta jalan dan target implementasi kebijakan periode 2025–2029. Sementara itu, kampus keagamaan wajib mengalokasikan minimal 10 persen dana riset untuk topik lingkungan.

Penerapan Budaya Ramah Lingkungan Serta Komitmen Menjaga Alam

Pada tingkat praktis, aturan ini mendorong pegawai memandang pelestarian alam sebagai cerminan nilai keagamaan. ASN Kementerian Agama wajib menerapkan budaya hemat energi dan pengurangan penggunaan sampah plastik.

Baca Juga :  Menag Dorong Dokter Islami di UIN Sunan Kalijaga, Gabungkan Medis dan Spiritualitas

Pemerintah juga memberlakukan larangan tegas terhadap aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan secara sembarangan. Langkah nyata ini diharapkan mampu menekan dampak krisis iklim dari lingkup terkecil.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menyambut positif gerakan ini. Ia menilai ekoteologi menjadi jawaban atas tantangan persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipandang sebagai persoalan yang berdiri sendiri. Diperlukan kesadaran bersama untuk membangun cara pandang baru terhadap hubungan manusia dengan alam,” ujar Ali Ramdhani di Bengkulu, Jumat (4/9/2026).

Pria yang akrab di sapa Kaban Dhani ini menegaskan bahwa penerapan ekoteologi merupakan bagian dari penyelamatan lingkungan. Ia menyebut kehidupan tidak hanya selesai dengan logos, tetapi juga harus dibangun menggunakan etos.

Kaban Dhani menambahkan bahwa ekoteologi menjadi ruang bersama yang mempertemukan nilai agama dan kepedulian lingkungan. Ia mengajak seluruh jajaran memulai gerakan penataan lingkungan dari diri sendiri sejak saat ini.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB