Perjalanan Dagang Nabi Muhammad ke Syam dan Pendeta Buhaira

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rombongan dagang.( poto: detikhikmah).

Ilustrasi rombongan dagang.( poto: detikhikmah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak masa kecil diwarnai berbagai kisah penuh hikmah. Beliau mengawali perjalanan dagang ke Syam saat masih berusia belasan tahun bersama sang paman.

Sebelum meninggal dunia, sang kakek Abdul Muthalib mengamanatkan pengasuhan cucunya kepada Abu Thalib. Paman beliau kemudian memberikan kasih sayang dan merawat Rasulullah SAW layaknya anak kandung sendiri.

Memasuki usia 12 tahun, beliau mulai menyertai pamannya berniaga menuju daerah Bushra. Momen perjalanan tersebut menjadi awal mula tersingkapnya tanda-tanda kenabian pada diri beliau.

Pertemuan dengan Pendeta Buhaira dan Tanda Kenabian

Ketika rombongan tiba di wilayah Bushra, mereka bertemu seorang rahib bernama Pendeta Buhaira. Tokoh agama yang biasanya acuh ini mendadak keluar menyambut kedatangan para pedagang Makkah.

Pendeta Buhaira langsung mengundang seluruh anggota rombongan untuk menghadiri acara jamuan makan. Ia rupanya telah menyaksikan berbagai tanda keagungan sebagaimana tertulis dalam kitab-kitab suci terdahulu.

Baca Juga :  Filosofi Kepemimpinan Nabi Sulaiman: Kekuasaan dan Keadilan

Saat menggandeng tangan Muhammad kecil, pendeta tersebut tanpa ragu menyerukan pengakuan atas status kenabian beliau. Pernyataan mengejutkan ini seketika memicu rasa penasaran Abu Thalib mengenai dasar penilaian tersebut.

Mukjizat Awan Memayungi dan Isyarat Penguasa Romawi

Pendeta Buhaira menjelaskan bahwa pepohonan dan bebatuan di sekitar Aqabah merunduk memberi penghormatan. Fenomena alam yang amat langka ini tidak pernah terjadi kecuali kepada seorang nabi.

Ia juga mengenali stempel kenabian berbentuk mirip buah apel di antara kedua tulang belikat beliau. Tak hanya itu, gumpalan awan tebal terus bergerak memayungi Nabi Muhammad SAW dari sengatan panas.

Bahkan saat beliau duduk di bawah pepohonan, bayangan dedaunan secara ajaib bergeser mengikutinya. Menyaksikan sederet bukti kuat tersebut, Pendeta Buhaira segera memperingatkan Abu Thalib agar selalu waspada.

Baca Juga :  Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah

Ia mendesak sang paman untuk segera membawa keponakannya pulang ke Makkah demi keamanan jiwa. Pendeta tersebut khawatir penguasa Romawi akan mencelakai beliau jika mengenali tanda-tanda kebesaran itu.

Misi Niaga Kedua Membawa Dagangan Khadijah

Bertahun-tahun berselang, Nabi Muhammad SAW kembali melakukan ekspedisi perniagaan menuju kawasan Syam pada usia 25 tahun. Kali ini beliau mengelola modal serta barang dagangan milik wanita terpandang Makkah, Khadijah.

Khadijah sengaja meminang jasa beliau setelah mendengar reputasi kejujuran serta keluhuran akhlak yang terpuji. Wanita kaya tersebut menjanjikan imbalan jauh lebih besar ketimbang yang biasa ia berikan kepada pedagang lain.

Rasulullah SAW akhirnya berangkat menjalankan misi dagang tersebut bersama seorang pembantu kepercayaan bernama Maisarah. Ekspedisi perniagaan kedua ini meraih keberhasilan besar sekaligus menegaskan integritas serta keagungan watak beliau.(ust)

Berita Terkait

Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah
Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah
Sejarah Maulid Nabi 2026: Dalil dan Hukum Memperingatinya
Perjanjian Hudaibiyah Dilanggar Quraisy Picu Fathu Makkah
Berat Ujian Dakwah Rasulullah SAW Menghadapi Tekanan Kafir
Panduan Mahalul Qiyam Maulid: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaan
Mengenal Kitab Maulid Barzanji: Sejarah, Isi, dan Waktu Baca
Doa Abdul Muthalib di Ka’bah Saat Kelahiran Nabi Muhammad
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Sejarah Perang Badar Kubra dan Strategi Pertahanan Rasulullah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Sejarah Maulid Nabi 2026: Dalil dan Hukum Memperingatinya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Perjanjian Hudaibiyah Dilanggar Quraisy Picu Fathu Makkah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Berat Ujian Dakwah Rasulullah SAW Menghadapi Tekanan Kafir

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB