Ustadz Qodri Tekankan Pentingnya Penyucian Jiwa di Ponpes Ad Dhuha

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Qodri saat menyampaikan materi kajian tentang Tazkiyatun Nafs di Pondok Pesantren Ad Dhuha, Sabtu malam (15/8/2026).(poto: jambiprima.com).

Ustadz Qodri saat menyampaikan materi kajian tentang Tazkiyatun Nafs di Pondok Pesantren Ad Dhuha, Sabtu malam (15/8/2026).(poto: jambiprima.com).

Bungo, dorlanhikmah.com – Penyucian jiwa Ponpes Ad Dhuha menjadi materi utama kajian yang disampaikan oleh Ustadz Qodri pada Sabtu malam (15/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, beliau mengupas tuntas konsep tazkiyatun nafs sebagai langkah penting membersihkan batin seorang Muslim.

Secara bahasa, tazkiyatun nafs berarti penyucian dan pembersihan jiwa dari berbagai kotoran. Sementara secara istilah, istilah ini menggambarkan proses pembersihan hati dari berbagai penyakit batin yang merusak.

Penyakit Batin Mengancam Kebersihan Hati Seorang Muslim

Ustadz Qodri mengingatkan seluruh jamaah agar selalu mewaspadai bahaya penyakit batin dalam kehidupan. Penyakit hati tersebut dapat merusak kebaikan dan menjauhkan seorang hamba dari keridaan Allah SWT.

“Di antaranya syirik, riya, hasad, sombong, dengki, cinta dunia yang berlebihan, serta hawa nafsu yang buruk,” kata Ustadz Qodri saat menyampaikan materi kajian.

Baca Juga :  Kemenag Perpanjang Pendaftaran Beasiswa Zakat Indonesia 2026

Beliau menegaskan bahwa proses pembersihan jiwa tidak hanya berhenti pada tindakan menjauhi larangan. Seseorang juga harus aktif mengisi hatinya dengan berbagai sifat terpuji yang mendatangkan ketenangan.

Menghiasi Jiwa Dengan Sifat Terpuji Sesuai Ajaran

Upaya menyucikan batin membutuhkan hiasan sifat terpuji seperti iman, ikhlas, sabar, syukur, dan tawakal. Penguatan akhlak mulia ini menjadi benteng utama dalam menjaga kesucian hati dari godaan.

Proses spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan mendatangkan ketenangan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pembentukan jiwa yang bersih akan melahirkan perilaku positif dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Ustadz Qodri juga mendorong jamaah untuk rutin melakukan introspeksi diri terhadap kondisi hati masing-masing. Langkah mawas diri ini memegang peranan sangat krusial bagi perjalanan spiritual setiap insan.

Menjaga Kebersihan Hati Sebagai Sumber Utama Segala Amal

Landasan utama pembahasan ini merujuk langsung pada firman Allah SWT dalam QS Asy-Syams ayat 9-10. Ayat tersebut menegaskan keberuntungan bagi orang yang menyucikan jiwa dan kerugian bagi yang mengotorinya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tebo Ajak Aparatur Teladani Akhlak Rasulullah

Melalui firman tersebut, jamaah diajak untuk terus berikhtiar membuang penyakit batin secara konsisten. Penguatan iman harus berjalan seiring dengan perbaikan kualitas ibadah serta akhlak dalam aktivitas harian.

Ustadz Qodri mengimbau seluruh hadirin agar tidak sekadar memahami materi kajian sebagai wawasan teori semata. Beliau menekankan pentingnya mengamalkan seluruh poin kajian dalam tindakan nyata sehari-hari secara berkelanjutan.

“Jangan sampai kita sibuk memperbaiki sesuatu yang tampak di luar, tetapi lupa memperbaiki hati yang menjadi sumber segala amal. Karena keberuntungan yang sebenarnya adalah ketika kita mampu menjaga dan menyucikan jiwa kita di hadapan Allah SWT,” pungkasnya.(ust)

Berita Terkait

Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan
BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026
ISEF 2026 Digelar di Senayan Hadirkan Ratusan Agenda Halal
Al-Azhar Buka Peluang Pelatihan Dai Mahasiswa Indonesia Berkelanjutan di Kairo
Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj
Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi
FOZ Perjuangkan Perlindungan dan Kesejahteraan Amil Zakat Nasional
UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

ISEF 2026 Digelar di Senayan Hadirkan Ratusan Agenda Halal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Al-Azhar Buka Peluang Pelatihan Dai Mahasiswa Indonesia Berkelanjutan di Kairo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj

Berita Terbaru

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sungai Penuh menuntaskan agenda visitasi akreditasi yang berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026).(poto: istimewa).

Pendidikan

MTsN 2 Sungai Penuh Tuntaskan Visitasi Akreditasi Madrasah

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:29 WIB

Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Prof. Nur Hidayah.(poto: republika).

Berita Islam

Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:07 WIB

kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pelataran Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.(poto: RRI).

Berita Islam

BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Aceh Lewat SYAFIF 2026

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:00 WIB

Deretan tokoh dan bintang tamu siap meriahkan gelaran ISEF ke-13 di JICC Senayan, Jakarta, 14–18 Oktober 2026.(poto: istimewa).

Berita Islam

ISEF 2026 Digelar di Senayan Hadirkan Ratusan Agenda Halal

Minggu, 11 Okt 2026 - 13:55 WIB

Ilustrasi wanita Muslimah mempelajari fikih darah kewanitaan melalui kitab klasik dan literatur ilmiah di perpustakaan.(poto: AI).

Fiqih

Mengenal Darah Haid Nifas Istihadhah dan Batas Waktunya

Minggu, 11 Okt 2026 - 13:48 WIB