Jakarta, dorlanhikmah.com – Majelis Ulama Indonesia menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat benteng moral bangsa Indonesia pada momentum HUT ke-81 RI. Pihaknya mewanti-wanti agar kemerdekaan Indonesia terjaga dari ancaman penyimpangan seksual seperti LGBT.
Ketua Bidang Fatwa MUI, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menegaskan esensi kemerdekaan tidak sekadar perayaan fisik atau pembangunan ekonomi semata. Kemerdekaan juga mencakup pemantapan nilai-nilai etika, akhlak, serta norma keagamaan yang menjadi pijakan berbangsa.
Tegaskan Beda Toleransi dan Permisivisme
Prof Niam menggarisbawahi perlunya kejelasan batas antara sikap saling menghargai dan pembiaran kemaksiatan. Keberagaman di tanah air tidak boleh menjadi alasan untuk melanggar norma keagamaan yang berlaku.
“Kita perlu membedakan antara toleransi dengan permisivisme. Toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tidak boleh menoleransi tindakan kemaksiatan dan membiarkannya, seperti halnya kasus penyimpangan seksual semacam LGBT,” tegas sosok yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Jaga Keturunan dan Tatanan Keluarga
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini menjelaskan Islam memiliki tatanan tegas mengenai hubungan seksual dan institusi keluarga. Narasi kebebasan individu tidak boleh menyalahgunakan aturan untuk melegitimasi perilaku yang merusak tatanan sosial.
Ia meninjau persoalan ini melalui sudut pandang maqashid asy-syari’ah atau tujuan utama hukum Islam. Syariat hadir untuk melindungi kemaslahatan inti manusia, utamanya menjaga keturunan (hifzh an-nasl) serta merawat agama (hifzh ad-din).
Perkokoh Ketahanan Lingkungan Sosial
Membiarkan apalagi memperjuangkan perilaku penyimpangan seksual berpotensi menimbulkan daya rusak (mudharat) yang serius. Dampak buruk tersebut dapat mengancam keberlanjutan serta keutuhan generasi penerus bangsa.
Prof Niam mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bahu-membahu memperkokoh benteng ketahanan keluarga dari paparan perusakan moral. Langkah bersama ini penting demi menjaga lingkungan sosial agar tetap sehat.
“NKRI akan kokoh jika masyarakatnya kuat, yakni kuat imannya, kuat ilmunya, dan kuat akhlaknya. Mari kita jaga keluarga, jaga lingkungan, dan jaga akhlak bangsa demi kemaslahatan bersama,” pungkas Ketua Umum Majelis Alumni IPNU itu.(ust)










Komentar