Mesir Tegas Menolak Rencana Pemindahan Warga Gaza dari Tanah Kelahiran

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty.(poto: istimewa).

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pemerintah Mesir menanggapi secara tegas isu yang menyebut rencana pemindahan warga Gaza masih berada di meja pembahasan. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menegaskan bahwa pihak Kairo siap mengerahkan seluruh kekuatan untuk membendung langkah tersebut.

Abdelatty menyebut upaya pemindahan paksa tersebut sebagai garis merah yang tidak boleh dilewati oleh pihak mana pun. Negara-negara Arab dan Muslim juga memegang sikap serupa untuk melindungi hak-hak mendasar rakyat Palestina.

Dalam wawancara khusus dengan kantor berita Wafa, Abdelatty menyoroti istilah pemindahan sukarela yang sering digaungkan. Ia menilai konsep tersebut kehilangan makna ketika pihak tertentu menciptakan kondisi kehidupan yang kian mustahil di Gaza.

Pemerintah Mesir Tegaskan Penolakan Rencana Pemindahan Warga Gaza

Pihak luar yang memaksa warga pergi dalam situasi krisis telah melanggar ketentuan hukum internasional secara nyata. Tindakan tersebut mengabaikan hak-hak sipil penduduk yang hidup di bawah wilayah pendudukan.

Mesir memastikan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi terlaksananya skenario pemindahan penduduk tersebut. Pemerintah Mesir memegang teguh komitmen agar seluruh warga Palestina tetap bertahan di tanah kelahiran mereka.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar Pastikan Tak Maju Bursa Ketum PBNU

Keterangan Abdelatty ini juga mengutip laporan resmi MEHR News Agency pada Ahad kemarin. Pernyataan tersebut mempertegas posisi diplomatik Kairo yang konsisten mendukung kedaulatan Palestina.

Mesir Soroti Praktik Aneksasi Di Wilayah Tepi Barat

Selain persoalan Gaza, Abdelatty menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi pelanggaran di wilayah Tepi Barat. Ia menggambarkan situasi di Tepi Barat sebagai bentuk aneksasi diam-diam yang berlangsung secara sistematis.

Praktik aneksasi de facto ini merusak prospek pembentukan negara Palestina yang merdeka secara langsung. Mesir mendesak komunitas internasional agar segera menghentikan berbagai tindakan sepihak yang merugikan tersebut.

Kondisi lapangan yang semakin memburuk memperlihatkan penderitaan warga sipil yang terus meluas. Akses terhadap fasilitas medis dan kebutuhan dasar semakin terbatas akibat tekanan keamanan yang ketat.

Kementerian Kesehatan Rilis Data Jumlah Korban Jiwa Gaza

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa rumah sakit setempat baru saja menerima jenazah dua warga Palestina. Kedua korban tersebut menghembuskan napas terakhir akibat luka berat dari serangan sebelumnya.

Baca Juga :  Baznas Dorong Integrasi Data Mustahik Nasional Agar Penyaluran Zakat Tepat Sasaran

Selain itu, serangan terbaru juga menyebabkan enam warga lainnya mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis. Sejak gencatan senjata dimulai Oktober tahun lalu, serangan harian telah menewaskan seribu lebih warga Gaza.

Data resmi mencatat sebanyak 1.257 orang tewas dan 4.131 orang luka-luka selama periode gencatan senjata tersebut. Angka ini menambah panjang daftar korban akibat rangkaian konflik bersenjata yang tiada henti.

Secara keseluruhan, akumulasi korban jiwa sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai angka puluhan ribu orang. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi total korban tewas menyentuh 73.384 orang dan korban luka mencapai 174.242 orang.

Dua warga lainnya meninggal dunia akibat luka lama yang tak kunjung membaik. Otoritas kesehatan terus mendata seluruh dampak serangan untuk memastikan keakuratan informasi kepada publik dunia.(ar)

Berita Terkait

Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj
Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi
FOZ Perjuangkan Perlindungan dan Kesejahteraan Amil Zakat Nasional
UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator
PBNU Siapkan SDM Profesional Masuk Pasar Kerja Qatar
100 Kata-Kata Mutiara Suami Istri Penuh Makna Islami
Fenomena Kalender Hijriah 2039 Hadirkan Dua Musim Haji Sekaligus
Cara Mengurus Buku Nikah Pengganti di KUA Resmi
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:56 WIB

FOZ Perjuangkan Perlindungan dan Kesejahteraan Amil Zakat Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:37 WIB

PBNU Siapkan SDM Profesional Masuk Pasar Kerja Qatar

Berita Terbaru

Ilustrasi skema alur akad ijarah dalam fikih muamalah, mengatur hak sewa manfaat tanpa memindahkan kepemilikan aset.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Sisa Kuota Hangus dalam Fikih Islam dan Ijarah

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:12 WIB

Ilustrasi orang sedang Sujud.(poto: republika.id).

Fiqih

Catat, Inilah Batas Minimal Bacaan Shalat yang Benar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:41 WIB