Resep Al-Qur’an Membangun Ketahanan Mental Manusia Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Al-Qur'an menawarkan solusi ketahanan mental bagi manusia modern.(poto: kompas internasional).

Al-Qur'an menawarkan solusi ketahanan mental bagi manusia modern.(poto: kompas internasional).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Percepatan perubahan zaman menghadirkan tekanan ekonomi hingga ketidakpastian masa depan yang memicu beban psikologis berat. Oleh karena itu, ketahanan mental Al Qur’an menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi manusia modern saat ini.

Meskipun banyak orang menampilkan fisik yang kuat, namun mereka sebenarnya menyimpan kerapuhan serta kegelisahan jiwa. Di samping itu, fenomena lonjakan tingkat stres dan depresi membuktikan bahwa fasilitas materi tidak serta-merta menjamin ketenangan.

Fondasi Spiritual di Tengah Ujian Hidup

Namun demikian, kitab suci Al-Qur’an hadir menawarkan fondasi spiritual, emosional, dan intelektual untuk memperkuat jiwa manusia. Sebab, ujian hidup bukanlah tanda kelemahan, melainkan proses pendewasaan diri yang pasti dialami oleh setiap orang.

Bahkan, para nabi sebagai manusia pilihan Allah SWT pun tidak luput dari ancaman serta cobaan yang sangat berat. Akan tetapi, keimanan yang kokoh membuat para nabi mampu bertahan dan tetap optimis di tengah hempasan badai.

Baca Juga :  Kesadaran Manusia dalam Ayat Al-Qur’an tentang Kembali

Ujian Sesuai Batas Kemampuan Manusia

Selain itu, Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap manusia menerima cobaan hidup sesuai dengan kadar batas kemampuannya. Oleh sebab itu, penegasan ini tertuang jelas melalui firman Allah SWT dalam Kitab Suci:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Sehingga, ayat tersebut membuka ruang harapan besar bahwa setiap orang sanggup melewati persoalan dengan pertolongan-Nya. Di sisi lain, Al-Qur’an mengajarkan nilai kesabaran sebagai bentuk keteguhan dan konsistensi diri saat menghadapi masa sulit.

Membebaskan Diri dari Kecemasan Berlebihan

Selanjutnya, sikap tawakal membantu manusia membebaskan pikiran dari kecemasan berlebihan terhadap hal di luar kendali. Dengan demikian, manusia cukup mengoptimalkan usaha terbaiknya, lalu memasrahkan seluruh hasil akhir kepada keputusan Allah SWT.

Bahkan, Al-Qur’an melarang umatnya berputus asa serta mendorong mereka untuk terus memelihara sikap optimis. Maka dari itu, Allah SWT menyampaikan ajakan tersebut secara gamblang melalui firman-Nya:

Baca Juga :  Pendaftaran PPIH Kesehatan 2027 Dibuka Besok, Cek Syaratnya!

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).

Dzikir sebagai Terapi Jiwa Modern

Oleh karena itu, kehadiran dzikir berfungsi sebagai terapi jiwa yang mampu menghadirkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk. Akhirnya, kedamaian batin tersebut ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam ayat-Nya:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Oleh sebab itu, masyarakat dapat memperkuat kesehatan jiwa melalui kebiasaan rutin membaca Al-Qur’an dan shalat. Langkah sederhana ini kemudian berlanjut dengan melatih kesabaran, memperbanyak doa, serta memilih lingkungan yang positif.

Pada akhirnya, kesehatan mental dan kekuatan spiritual terikat kuat sebagai dua aspek yang saling melengkapi. Oleh karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an memberikan panduan praktis agar setiap mukmin tumbuh menjadi pribadi yang tahan banting.(ust)

Berita Terkait

Restoran Tanpa Sertifikat Halal Terancam Ditutup Permanen Mulai 2026
Wajib Sertifikat Halal 2026: BPJPH Minta Restoran dan UMK Segera Urus Legalitas
Seleksi Petugas Haji 2027 Resmi Dibuka, Cek Jadwal Dan Kisi-Kisi Soal Tes CAT
Aturan Wajib Halal 2026 Segera Berlaku Pelaku Usaha Diminta Segera Urus Sertifikasi
Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi
BKIM IPB Gelar Diskusi Publik Kawal Perwali P4S Bogor
Wali Kota Pariaman Melantik Pimpinan Baznas Baru Periode 2026-2031
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:33 WIB

Restoran Tanpa Sertifikat Halal Terancam Ditutup Permanen Mulai 2026

Rabu, 2 September 2026 - 20:26 WIB

Wajib Sertifikat Halal 2026: BPJPH Minta Restoran dan UMK Segera Urus Legalitas

Rabu, 2 September 2026 - 20:14 WIB

Aturan Wajib Halal 2026 Segera Berlaku Pelaku Usaha Diminta Segera Urus Sertifikasi

Selasa, 1 September 2026 - 14:53 WIB

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi

Selasa, 1 September 2026 - 14:46 WIB

BKIM IPB Gelar Diskusi Publik Kawal Perwali P4S Bogor

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB