Jakarta, dorlanhikmah.com – Indonesia terus memperkuat posisi strategisnya sebagai pemasok kebutuhan pangan utama bagi jamaah di Tanah Suci. Oleh karena itu, pemerintah mendorong para pelaku usaha nasional untuk mengambil peluang besar dalam rantai pasok haji umrah global secara konsisten.
Selain itu, sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri makanan olahan menyimpan potensi masif yang belum tergarap optimal. Bahkan, komoditas unggulan seperti beras, daging, ikan, dan bumbu rempah menjadi kebutuhan dasar dalam penyediaan katering jamaah.
Potensi Besar Pangan Indonesia Masuk Pasar Arab Saudi
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenag, Prof. Jaenal Effendi, menekankan pentingnya sinergi terstruktur. Sebab, pihaknya mendorong pembentukan konsorsium ekspor nasional guna memastikan seluruh produk pangan Indonesia memenuhi standar ketat Arab Saudi.
Lagipula, kebutuhan layanan katering jamaah tidak hanya terbatas pada menu makanan siap saji yang praktis. Sebaliknya, perusahaan penyedia jasa di Arab Saudi memerlukan pasokan bahan baku pangan segar dan bumbu racikan khas nusantara secara berkesinambungan.
Selanjutnya, pemerintah menargetkan produk olahan dalam negeri mampu bersaing secara sehat di pasar Timur Tengah. Namun, langkah strategis ini menuntut konektivitas logistik yang solid serta koordinasi intensif antar pemangku kepentingan lintas sektor.
Kemitraan Strategis Memperkuat Ekosistem Ekonomi Haji Dan Umrah
Sementara itu, Asosiasi Amanah Haji dan Umrah Republik Indonesia menggelar forum bisnis untuk mempertemukan para pelaku usaha domestik dengan importir Arab Saudi. Forum Business Matching Indonesia-Saudi Arabia Partnership Forum 2026 tersebut berlangsung secara langsung di Jakarta.
Ketua Umum ASHURI, Nur Faidzin, menyebut ajang ini sebagai fondasi penting untuk membangun ekosistem perdagangan yang saling menguntungkan. Hasilnya, integrasi rantai pasokan memberi jaminan kepastian komoditas pangan berkualitas tinggi bagi perusahaan penyedia katering haji.
Selain itu, forum tersebut membuka jalan lebar bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menjangkau pasar internasional. Melalui ajang ini, para pengusaha lokal mendapatkan kesempatan melakukan presentasi produk, penjajakan kerja sama bisnis, hingga penandatanganan nota kesepahaman.
Dampak Positif Ekspor Pangan Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pada akhirnya, kerja sama perdagangan jangka panjang ini memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh penggerak ekonomi daerah. Dengan demikian, petani, peternak, nelayan, serta pelaku industri logistik nasional memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dan stabil.
Di sisi lain, kemitraan bisnis ini sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Timur Tengah secara signifikan. Di samping itu, kehadiran produk pangan lokal di Arab Saudi turut menjaga cita rasa kuliner khas nusantara bagi jamaah Indonesia.
Akhirnya, perwakilan importir Arab Saudi menyatakan komitmen penuh untuk meningkatkan volume impor komoditas pangan halal dari produsen Indonesia. Oleh sebab itu, kesepakatan bisnis ini semakin mempertegas peran penting Indonesia sebagai produsen pangan halal terdepan di tingkat dunia.(ust)










Komentar