Tebo, dorlanhikmah.com – Ratusan mahasiswa baru UI Tebo resmi memulai perkuliahan melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027. Acara yang bertempat di Aula Rektorat UI Tebo ini berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (15–17/8/2026).
Kegiatan ini mengusung tema penguatan karakter kebangsaan, nilai keislaman, serta adaptasi teknologi untuk mencetak generasi unggul. Panitia merancang agenda ini sebagai sarana mengenalkan lingkungan kampus, sistem akademik, dan organisasi kemahasiswaan.
Rektor UI Tebo, Dr. Nurhuda, S.Pd., M.Pd., membuka secara resmi perhelatan tahunan tersebut di hadapan para peserta. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan sebatas tempat mencari ijazah semata.
Ia mengingatkan peserta agar fokus membentuk kompetensi, memperluas wawasan, serta mengasah potensi diri. Kampus menjadi ruang penempaan agar lulusan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, negara, dan agama.
Rektor Tekankan Pentingnya Integritas dan Karakter Kebangsaan
Nurhuda meminta seluruh mahasiswa menjadikan nilai keislaman dan kebangsaan sebagai fondasi utama kehidupan. Pria ini menekankan pentingnya menjaga integritas di tengah pesatnya perubahan zaman.
Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan wajib berjalan seiring dengan kejujuran, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Menurutnya, kecerdasan intelektual tanpa benteng moral yang kuat akan kehilangan arah dan makna.
Pihak rektorat menaruh perhatian khusus pada pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pemanfaatan teknologi canggih tersebut menjadi salah satu fokus diskusi utama dalam PBAK tahun ini.
Rektor mendorong para mahasiswa baru agar tidak sekadar menjadi pengguna pasif teknologi mutakhir. Mahasiswa harus memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran, penelitian, kreativitas, dan pengabdian masyarakat.
Pemanfaatan AI Harus Diimbangi Akhlak dan Inovasi
Nurhuda mengingatkan civitas akademika agar mengendalikan teknologi dan tidak membiarkan teknologi menguasai kehidupan mereka. Penguasaan alat digital harus memicu lahirnya berbagai inovasi yang bermanfaat bagi publik.
Ia mengajak para akademisi muda aktif membaca, berdiskusi, menulis, serta menyusun karya ilmiah secara konsisten. Pembiasaan kegiatan literasi ini akan memperkuat analisis kritis mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.
Mahasiswa Imbau Tingkatkan Budaya Literasi dan Organisasi
Selain kegiatan akademik, pimpinan kampus mendorong civitas akademika aktif berorganisasi untuk mengasah keahlian sosial (soft skills). Keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan akan membentuk jiwa kepemimpinan serta rasa tanggung jawab sosial.
Nurhuda menegaskan universitas berkomitmen mencetak lulusan yang sanggup menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan nyata. Kampus tidak hanya ingin melahirkan sarjana yang sekadar mampu menjawab soal ujian di atas kertas.(ust)










Komentar