Jakarta, dorlanhikmah.com – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa pendampingan madrasah harus bawa perubahan nyata pada peningkatan mutu pendidikan. Fasilitator daerah tidak boleh hanya memastikan pelaksanaan program secara administratif semata.
Kepala Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi Dit KSKK Madrasah Ditjen Pendis Kemenag, Abdul Basit, menyampaikan pesan ini secara langsung di Jakarta. Ia memandu pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas fasilitator Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI).
Basit meminta para pendamping mengawal capaian satuan pendidikan secara terukur dan berkelanjutan. Pendampingan tersebut memegang peran vital dalam membentuk komitmen kuat bersama kepala sekolah.
Fasilitator Mendorong Capaian Literasi Numerasi Madrasah Secara Nyata
Program KREASI hadir meningkatkan kualitas pendidikan fondasional yang mencakup literasi, numerasi, serta pembentukan karakter anak. Inisiatif ini menjangkau anak usia dini dan sekolah dasar pada delapan kabupaten di empat provinsi.
Save the Children mengimplementasikan program ini bersama para mitra lewat dukungan Global Partnership for Education (GPE). Langkah ini berjalan selaras dengan prioritas pendidikan nasional yang inklusif dan berorientasi pada peserta didik.
Strategi utama KREASI berfokus pada penguatan kapasitas kepala sekolah melalui paket Principal Professional Development (PPD). Skema pelatihan berjenjang ini menempatkan Fasilitator Daerah sebagai penggerak utama di lapangan.
Basit menegaskan keberhasilan pendampingan terukur jelas dari perkembangan kelembagaan sekolah dan kinerja kepala madrasah. Capaian positif satuan pendidikan menjadi bukti nyata dari kerja keras para fasilitator.
Ia juga mengingatkan fasilitator agar terus menjaga konsistensi keterlibatan seluruh pihak secara aktif. Kolaborasi antara kepala madrasah, guru, siswa, hingga orang tua membentuk ekosistem pendidikan yang solid.
Komitmen Daerah Menjadi Kunci Keberhasilan Pendampingan Madrasah
Dalam forum tersebut, Basit memberikan apresiasi tinggi terhadap besarnya antusiasme pimpinan daerah. Banyak pejabat daerah menunjukkan semangat besar untuk memajukan kualitas madrasah di wilayah mereka.
Ia mencontohkan langkah Kepala Kantor Kemenag Halmahera Tengah yang mendatangi Jakarta secara khusus. Pimpinan tersebut memperjuangkan agar madrasahnya memperoleh pendampingan seperti wilayah Halmahera Utara dan Morotai.
Basit menilai inisiatif mendatangi pusat tersebut mencerminkan sosok pemimpin yang sangat visioner. Kepedulian pimpinan daerah menjadi modal penting dalam menggerakkan perubahan mutu pendidikan keagamaan.
Basit juga mengingatkan para fasilitator agar memaksimalkan kesempatan langka yang sedang mereka jalani. Tidak semua tenaga pendidik mendapatkan ruang untuk berkontribusi langsung dalam program pendampingan.
Ia berharap seluruh fasilitator memanfaatkan potensi serta kompetensi diri secara optimal demi kemajuan daerah. Kontribusi nyata fasilitator akan meninggalkan warisan kebaikan yang berharga bagi dunia pendidikan.(ust)










Komentar