Jakarta, dorlanhikmah.com – Doa setelah sholat Dhuha menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan umat Islam pada pagi hari. Sholat sunnah ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Menurut buku Fikih Salat Sunnah karya Ali Musthafa Siregar, umat Islam dapat mengerjakan sholat Dhuha ketika matahari naik sekitar tujuh hasta dari ufuk. Waktu tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 hingga menjelang Zuhur atau sekitar pukul 11.00.
Karena itu, umat Islam perlu memperhatikan waktu pelaksanaan agar tidak mengerjakan sholat Dhuha di luar waktunya. Selain waktu, tata cara dan jumlah rakaat juga perlu diketahui.
Tata Cara Sholat Dhuha
Buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari karya Ustadz Arif Rahman menjelaskan bahwa umat Islam dapat mengerjakan sholat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat. Pelaksanaan sholat ini dilakukan sendiri, bukan secara berjamaah.
Berikut langkah-langkah sholat Dhuha:
- Niatkan sholat Dhuha dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Bacalah doa iftitah.
- Lanjutkan dengan surat Al-Fatihah.
- Setelah itu, baca salah satu surat dalam Al-Qur’an.
- Lakukan rukuk sambil membaca tasbih tiga kali.
- Bangkit dari rukuk dan baca doa i’tidal.
- Lakukan sujud pertama sambil membaca tasbih tiga kali.
- Duduk di antara dua sujud dan baca doa yang dianjurkan.
- Lakukan sujud kedua sambil membaca tasbih tiga kali.
- Masuk ke rakaat berikutnya atau lanjutkan dengan tasyahud akhir jika sudah mencapai rakaat kedua.
- Akhiri sholat dengan salam.
Pada rakaat pertama, umat Islam dapat membaca Surah Asy-Syam. Selanjutnya, bacaan Surah Al-Lail dapat digunakan pada rakaat kedua.
Jika ingin mengerjakan empat rakaat, kerjakan dua rakaat terlebih dahulu lalu salam. Kemudian, lanjutkan dengan dua rakaat berikutnya.
Untuk enam rakaat, umat Islam dapat menggunakan pola dua rakaat salam sebanyak tiga kali. Dengan cara tersebut, pelaksanaan sholat tetap berlangsung dalam dua rakaat setiap salam.
Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha
Usai sholat Dhuha, umat Islam dapat melanjutkan ibadah dengan zikir dan doa. Buku Zikir Pagi Petang dan Setelah Shalat Menurut Al-Qur’an, Para Nabi, dan Pewaris Nabi susunan H. Hamdan Hamedan, MA, mencantumkan doa berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Allaahummagfirlii, wa tub ‘alaiya innaka antat-tawwaabur- rahiim.
Artinya: “Ya Allah ampunilah aku dan terimalah tobatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Pengasih.”
Selain membaca doa tersebut, umat Islam dapat memperbanyak istighfar. Berikut salah satu bacaan yang dapat diamalkan.
Istighfar Setelah Sholat Dhuha
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāhal-‘azhīma alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilayh.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil
Zikir juga dapat mengisi waktu setelah sholat Dhuha. Umat Islam dapat membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil sebagai bentuk mengingat Allah SWT.
Tasbih: Subhanallah (سبحان الله) – Maha Suci Allah.
Tahmid: Alhamdulillah (الحمد لله) – Segala puji bagi Allah.
Takbir: Allahu Akbar (الله أكبر) – Allah Maha Besar.
Tahlil: Laa ilaaha illallah (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ) – Tiada Tuhan selain Allah.
Masing-masing zikir tersebut dapat di baca sebanyak 33 kali. Amalan ini juga dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati setelah menjalankan sholat sunnah.
Doa Sholat Dhuha untuk Memohon Rezeki
Selain zikir, umat Islam mengenal doa panjang yang populer dalam pembahasan sholat Dhuha. Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan rezeki, memudahkan urusan, dan mendekatkan sesuatu yang masih jauh.
Berikut bacaan lengkapnya:
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ،
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ،
بِحَقِّ ضُحَائِكَ، وَبَهَائِكَ، وَجَمَالِكَ، وَقُوَّتِكَ، وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Latin: Allāhumma innad-dhuhā’a dhuhā’uka, wal-bahā’a bahā’uka, wal-jamāla jamāluk, wal-quwwata quwwatuk, wal-qudrata qudratuk, wal-‘iṣmata ‘iṣmatuk.
Allāhumma in kāna rizqī fis-samā’i fa’anzilhu, wa in kāna fil-arḍi fa-akhrijhu, wa in kāna mu’assiran fa-yassirhu, wa in kāna ḥarāman fa-ṭahhirhu, wa in kāna ba’īdan fa-qarribhu.
Biḥaqqi dhuhā’ika, wa bahā’ika, wa jamālika, wa quwwatika, wa qudratika, ātinī mā ātayta ‘ibādakas-ṣāliḥīn.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu.
“Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah. Jika berada di bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah.
“Dengan hak waktu Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”(ust)










Komentar