8 Amalan yang Mengundang Doa Para Malaikat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan amalan yang mengundang do'a para Malaikat( poto :chatGPT ).

Delapan amalan yang mengundang do'a para Malaikat( poto :chatGPT ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Setiap Muslim tentu menginginkan doa yang diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satu karunia besar yang dijelaskan dalam syariat adalah adanya amalan yang mengundang doa dari para malaikat.

Mereka adalah makhluk mulia yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan selalu menjalankan perintah-Nya. Ketika seorang hamba mengerjakan amalan tertentu, para malaikat memohonkan ampun, rahmat, keberkahan, dan kebaikan baginya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
(QS. At-Tahrim: 6)

Para ulama menjelaskan bahwa doa para malaikat termasuk sebab besar turunnya rahmat Allah. Karena itu, seorang mukmin tidak semestinya menyia-nyiakan kesempatan meraih doa mereka melalui amal saleh yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Dalam kitab Syarh Shahih Al-Bukhari (2/95), Ibnu Baththal Rahimahullah berkata:

“Siapa yang banyak dosanya dan ingin agar Allah menghapus dosa-dosa itu tanpa banyak kelelahan, maka hendaklah ia tetap berada di tempat salatnya setelah salat agar memperbanyak doa dan permohonan ampun para malaikat baginya.”

Beliau juga mengaitkan hal itu dengan firman Allah:

وَلا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى

“Dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang Dia ridhai.”
(QS. Al-Anbiya: 28)

Berikut beberapa amalan yang menjadi sebab doa para malaikat.

1. Bersedekah dan Berinfak

Sedekah bukan sekadar mengurangi harta. Justru Allah menjadikannya jalan datangnya keberkahan dan pengganti yang lebih baik.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidaklah para hamba memasuki pagi hari kecuali dua malaikat turun. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak.’ Dan yang lain berkata: ‘Ya Allah, timpakan kehancuran kepada orang yang menahan hartanya.’”
(HR. Al-Bukhari no. 1442)

Hadis ini menunjukkan besarnya kedudukan sedekah. Setiap hari malaikat mendoakan orang yang ringan tangan dan memperingatkan orang yang enggan berbagi.

Baca Juga :  Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab, dan Makna Lengkap

Karena itu, membiasakan sedekah harian termasuk investasi akhirat yang sangat besar.

2. Menunggu Salat di Masjid

Masjid bukan hanya tempat menunaikan salat. Masjid juga menjadi tempat turunnya rahmat dan doa malaikat.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ، مَا لَمْ يُحْدِثْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Malaikat terus mendoakan salah seorang dari kalian selama ia berada di tempat salatnya dan belum berhadats: Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia.”
(HR. Al-Bukhari no. 659)

Hadis ini mengajarkan bahwa waktu sebelum dan sesudah salat memiliki nilai yang sangat tinggi.

Seseorang yang tetap duduk menunggu salat berikutnya tidak hanya mendapatkan pahala salat, tetapi juga memperoleh doa ampunan dan rahmat dari para malaikat.

3. Mengajarkan Kebaikan kepada Orang Lain

Islam memuliakan orang yang menyampaikan ilmu dan menunjukkan jalan kebaikan.

Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah, para malaikat, penghuni langit dan bumi, bahkan semut di sarangnya dan ikan paus bersalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2685)

Mengajarkan kebaikan tidak harus melalui mimbar besar.

Mengajari anak membaca Al-Qur’an, membagikan ilmu yang sahih, mengingatkan salat, atau menunjukkan jalan kebaikan termasuk dalam keutamaan hadis ini.

4. Menjenguk Orang Sakit dan Mengunjungi Saudara karena Allah

Islam membangun hubungan sosial di atas kasih sayang dan persaudaraan.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا، أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ، نَادَاهُ مُنَادٍ: أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ، وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

“Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada penyeru yang berkata: semoga engkau baik, perjalananmu baik, dan engkau mendapatkan tempat di surga.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2008)

Mengunjungi saudara seiman bukan sekadar tradisi sosial.

Baca Juga :  Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT

Amalan ini menjadi sebab seseorang mendapatkan kabar gembira dan kemuliaan di sisi Allah.

5. Mendoakan Saudara Tanpa Sepengetahuannya

Doa yang paling tulus sering kali lahir ketika tidak ada orang yang mengetahui.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab.”

Dalam riwayat disebutkan:

كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Setiap kali ia mendoakan saudaranya, malaikat berkata: Amin, dan bagimu seperti itu pula.”
(HR. Muslim no. 2733)

Seseorang yang rutin mendoakan orang lain sejatinya sedang mengumpulkan doa yang sama untuk dirinya sendiri.

6. Makan Sahur Saat Berpuasa

Sahur bukan hanya perkara tenaga untuk berpuasa.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ

“Sahur adalah makanan yang diberkahi, maka jangan meninggalkannya.”

Beliau melanjutkan:

فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada orang-orang yang makan sahur.”
(Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 1070)

Bahkan jika seseorang hanya minum seteguk air dengan niat sahur, ia tetap mendapatkan keberkahan amalan tersebut.

7. Salat di Shaf Pertama

Berada di shaf pertama menunjukkan semangat memenuhi panggilan Allah.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada di shaf-shaf pertama.”
(Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib no. 513)

Shaf pertama melatih kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kecintaan kepada salat berjamaah.

Keutamaan ini layak dikejar pada setiap kesempatan.

8. Menyambung dan Merapatkan Shaf Salat

Islam mengajarkan keteraturan bahkan dalam posisi berdiri ketika salat.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf.”

Beliau juga bersabda:

وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً

“Barang siapa menutup celah di shaf, Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR. Ibnu Majah no. 821)

Amalan ini terlihat sederhana, tetapi mengandung tiga keutamaan sekaligus: rahmat Allah, doa para malaikat, dan kenaikan derajat.(ust)

Berita Terkait

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?
Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?
Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT
Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW
Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren
Peran Manusia sebagai Khalifah Menjaga Ekosistem Laut
Tafsir Surah Al Qadr Syekh Utsaimin Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Mengenal Tafsir Surat Al-Ikhlas: Asbabun Nuzul dan Keutamaan
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Mengapa Surat Yasin Disebut Jantung Alquran?

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Alasan Mengapa Manusia Membutuhkan Kitab Allah SWT

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Rahasia Surat Al-Falaq: Kisah Ujian Sihir Rasulullah SAW

Jumat, 25 September 2026 - 14:15 WIB

Tiga Makna Iqra dalam Pendidikan Karakter di Pesantren

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB