Jakarta, dorlanhikmah.com – Masyarakat Indonesia mengenal profil H Syamsuri Firdaus sebagai sosok pemuda berprestasi yang mengharumkan nama bangsa di panggung tilawah dunia. Qari muda kelahiran Bima, Nusa Tenggara Barat pada 11 Januari 1999 ini tumbuh mendalam dalam lingkungan masyarakat yang sangat mencintai Al-Qur’an.
Pemuda asal Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ini menyerap inspirasi besar dari kekaguman orang tuanya terhadap sosok almarhum KH Abu Bakar Husein. Meskipun kedua orang tuanya bukan qari profesional, dukungan keluarga menanamkan benih kecintaan Syamsuri pada seni melantunkan ayat suci sejak usianya masih amat kecil.
Bakat emas Syamsuri mulai terpancar kuat saat dirinya masih menimba ilmu di bangku sekolah dasar. Ia konsisten mengikuti berbagai perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dengan raihan prestasi juara yang konsisten.
Pendidikan formalnya bermula di SDN Rada, lalu berlanjut ke MTs Darul Hikmah serta MAN 1 Kabupaten Bima. Langkah akademisnya semakin mantap ketika ia berhasil menembus Jurusan Sastra Arab Universitas Indonesia melalui jalur SBMPTN.
Latar belakang pendidikan Sastra Arab di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI tersebut semakin memperkuat pemahamannya terhadap bahasa Al-Qur’an. Pengetahuan kebahasaan yang mendalam ini mendukung secara nyata kualitas serta kekhasan bacaannya sewaktu bertanding di ajang internasional.
Perjalanan Karier Dan Deretan Prestasi Dunia Syamsuri
Sebelum menembus panggung global, Syamsuri telah mengukir deretan prestasi gemilang pada perlombaan tingkat nasional. Ia memenangkan Juara 1 MTQ Nasional 2012 kategori anak-anak di Ambon serta menyabet Juara 2 MTQ Nasional 2018 di Medan.
Raihan prestasi tingkat nasional tersebut membuka jalan lebar baginya untuk mewakili Indonesia pada kompetisi tilawah tingkat dunia. Hingga Maret 2026, Syamsuri berhasil mengoleksi total 6 gelar Juara 1 MTQ Internasional dari pelbagai negara sahabat.
Kiprah internasionalnya bermula saat menyabet Juara 1 kategori anak-anak di Singapura pada 2012 ketika berusia 12 tahun. Pencapaian emasnya berlanjut dengan menjuarai MTQ Internasional di Kuwait, MTQ Internasional ke-7 di Istanbul Turki 2024, hingga MTQ Internasional Abu Dhabi 2026.
Dua gelar juara dunia lainnya berhasil ia peroleh melalui ajang serupa di wilayah Timur Tengah dan kawasan Asia. Para juri internasional memuji kualitas bacaannya yang sangat kuat dari sisi tajwid, makharijul huruf, irama, hingga penghayatan mendalam.
Dedikasi Membina Generasi Dan Kehidupan Pribadi Qari
Di luar panggung kompetisi, Syamsuri membina rumah tangga harmonis bersama seorang ustazah sekaligus qariah asal Bima, Nurul Hidayati, sejak 2022. Momen pernikahan pasangan qari dan qariah ini sempat menjadi sorotan publik serta viral di pelbagai jejaring media sosial.
Syamsuri juga mencurahkan perhatian besar pada pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. Pada Maret 2025, ia memenuhi undangan IPQAH Kabupaten Cilacap untuk memimpin pelatihan Training of Trainer Tilawah dan Tartil.
Di hadapan ratusan peserta pelatihan, Syamsuri membagikan kunci suksesnya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan latihan, rasa cinta pada tilawah, serta konsistensi dalam menjaga keikhlasan hati.
Kisah perjalanan hidup dan prestasi gemilang Syamsuri Firdaus menyajikan inspirasi nyata bagi generasi muda Indonesia. Sosoknya membuktikan bahwa kerja keras, latihan disiplin, dan ketulusan mampu membawa harum nama bangsa di tingkat global.(ust)










Komentar