Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam wajib memahami tata cara shalat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Salah satu kesunnahan yang penting dalam pelaksanaan shalat adalah gerakan mengangkat kedua tangan pada posisi tertentu.
Para ulama merangkum petunjuk ini berdasarkan berbagai riwayat shahih. Landasan utama ajaran ini merujuk pada hadits riwayat sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.
أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ، وإذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وإذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ… وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ
Artinya: “Bahwasanya Rasulullah SAW biasa mengangkat kedua tangannya setinggi bahu apabila memulai shalat, apabila bertakbir untuk ruku’, dan apabila mengangkat kepalanya dari ruku’… Dan beliau tidak melakukannya saat sujud.” (HR. Bukhari no. 735 dan Muslim no. 390).
Sementara itu, penetapan tempat keempat merujuk pada keterangan perawi Nafi’ dalam riwayat Bukhari lainnya.
وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ وَرَفَعَ ذَلِكَ ابْنُ عُمَرَ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “Dan apabila beliau bangkit dari rakaat kedua (tasyahud awal), beliau mengangkat kedua tangannya. Ibnu Umar menyandarkan hal itu kepada Nabi SAW.” (HR. Bukhari no. 739).
Empat Tempat Sunnah Mengangkat Tangan
Imam An-Nawawi dari Mazhab Syafi’i memberikan penjelasan mendalam mengenai batasan dan posisi sunnah ini. Beliau memaparkan pandangannya secara terperinci dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab.
تُسَنُّ رَفْعُ الْيَدَيْنِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: عِنْدَ التَّكْبِيرَةِ الأُولَى، وَعِنْدَ الرُّكُوعِ، وَعِنْدَ الرَّفْعِ مِنْهُ، وَعِنْدَ الْقِيَامِ مِنَ التَّشَهُّدِ الأَوَّلِ
Artinya: “Disunnahkan mengangkat kedua tangan pada empat tempat: ketika takbir pertama (takbiratul ihram), ketika hendak ruku’, ketika bangkit dari ruku’, dan ketika berdiri dari tasyahud awal.”
Ketentuan ini menegaskan empat momentum utama bagi setiap muslim saat mendirikan shalat. Umat Islam memulainya dari takbir pembuka hingga berdiri kembali setelah tasyahud awal.
Tata Cara Mengangkat Tangan yang Benar
Para ulama mengatur cara mengangkat tangan agar ibadah berjalan sempurna. Mushalli mengangkat kedua tangan hingga telapak tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga.
Jari-jemari tangan harus terbuka secara santai tanpa terlalu merapat atau merenggang. Selain itu, telapak tangan harus menghadap lurus ke arah kiblat sepanjang gerakan tersebut.
Penerapan tata cara ini menyempurnakan kualitas ibadah shalat sehari-hari. Setiap muslim hendaknya memperhatikan rincian gerakan ini sesuai dengan petunjuk para ulama mazhab.(ust)










Komentar