Semarang, dorlanhikmah.com – Dua kakak beradik asal Kabupaten Rembang mencetak prestasi luar biasa pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional ke-31 di Semarang. Keberhasilan keduanya membawa nama harum kafilah Jawa Tengah dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Zumrotul Luthfiyyah, yang akrab disapa Fia, sukses menyabet gelar Juara I pada cabang tafsir Bahasa Inggris putri. Sementara itu, sang adik, Durrotul Muqoffa atau Ofa, berhasil mengamankan posisi Juara II cabang tafsir Bahasa Indonesia putri.
Pengumuman pemenang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Hakim MTQN ke-31, H. E. Syilibi Syarjaya, di kawasan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (20/9/2026). Selain Fia dan Ofa, utusan Rembang lainnya bernama Mahsunatul Afidah turut membawa pulang gelar Juara Harapan III cabang tilawah remaja putri.
Pada kategori tafsir Bahasa Inggris putri, Fia mengungguli Aqmarina Asarah dari Aceh yang meraih posisi kedua dan Dhiyyan Rifiya asal Kalimantan Timur di posisi ketiga. Keberhasilan ini menegaskan dominasi peserta Jawa Tengah di ajang tersebut.
Pada kategori berbeda, Ofa meraih posisi kedua dalam ajang tafsir Bahasa Indonesia putri tepat di bawah Mauliza Juliantika asal Aceh. Sementara itu, posisi ketiga pada cabang tersebut diraih oleh Khansa Ilmiya yang mewakili Provinsi Kalimantan Timur.
Bupati Rembang, H. Harno, menemui ketiga srikandi tersebut secara langsung setelah prosesi penyerahan piala usai. Ia memberikan apresiasi tinggi dan menyampaikan ucapan selamat atas capaian membanggakan tersebut.
Harno berharap pencapaian ini mampu memotivasi seluruh generasi muda untuk terus mengukir prestasi. Beliau juga mendoakan agar para peserta kembali meraih hasil yang lebih tinggi pada ajang MTQ mendatang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, turut menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para utusan daerahnya. Dari total lima peserta yang dikirim, tiga di antaranya berhasil membawa pulang penghargaan.
Mukson menegaskan bahwa raihan manis ini murni lahir dari kerja keras serta latihan intensif secara berkesinambungan. Ia berharap keberhasilan ini menjadi pemicu semangat belajar bagi anak-anak muda lain di Rembang.
Perjuangan Panjang Karantina dan Latihan Mandiri Fia
Fia menceritakan bahwa keberhasilannya menjuarai cabang tafsir Bahasa Inggris merupakan bentuk karunia Tuhan yang luar biasa. Ia mengaku harus melewati proses persiapan yang amat menguras tenaga dan pikiran.
Tantangan utama muncul karena ia harus membagi fokus antara menghafal Al-Qur’an dan memperdalam materi tafsir. Selain itu, ia juga wajib menjaga kualitas hafalan 30 juz miliknya setiap hari.
Fia mulai merangkum berbagai kitab tafsir secara mandiri sejak Maret 2026 dan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris. Ia juga menjalani program pembinaan intensif serta karantina selama satu bulan penuh bersama LPTQ Jawa Tengah.
Meski tidak menempuh pendidikan di jurusan Bahasa Inggris, Fia mempelajari tata bahasa secara otodidak melalui buku. Keberanian mengambil cabang penuh tantangan ini didorong oleh kegemarannya memperkaya kosakata baru setiap hari.
Perjalanan Muqoffa Menembus Panggung Utama MTQ Nasional
Di sisi lain, Ofa merasa sangat bersyukur bisa meraih juara kedua pada pengalaman pertamanya mengikut cabang tafsir Bahasa Indonesia. Capaian ini menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh pada ajang berikutnya.
Persiapan tahun ini terasa berbeda karena mengombinasikan pelatihan dalam jaringan dan luar jaringan dari LPTQ. Di luar program resmi, Ofa juga rutin mengasah kemampuan lewat bimbingan intensif dari orang tuanya.
Ofa sudah memantapkan niat untuk kembali bertanding pada ajang MTQ Nasional ke-32 mendatang pada cabang yang sama. Ia bertekad untuk tampil lebih maksimal demi membawa nama baik Jawa Tengah.
Fia dan Ofa tumbuh dalam lingkungan keluarga Al-Qur’an sebagai putri dari pasangan KH Sulaiman dan Nyai Hj. Mundasah. Orang tua mereka merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Furqon yang berlokasi di Sedan, Rembang.(ust)










Komentar