LPJ PBNU Masa Khidmah 2021-2026 Rampung, Gus Yahya Optimistis Diterima Muktamirin

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf telah merampungkan dokumen LPJ PBNU Masa Khidmah 2021-2026.(poto: nuonline).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf telah merampungkan dokumen LPJ PBNU Masa Khidmah 2021-2026.(poto: nuonline).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf telah merampungkan dokumen LPJ PBNU Masa Khidmah 2021-2026. Laporan pertanggungjawaban yang merangkum seluruh program kerja tersebut memiliki ketebalan hingga hampir 1.000 halaman.

Gus Yahya menyampaikan kabar penyelesaian dokumen penting tersebut menjelang pembukaan agenda Sidang Pleno I Muktamar Ke-35 NU. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini berlangsung di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Pihak PBNU menyusun laporan tebal ini sebagai bentuk transparansi atas padatnya agenda kerja selama satu periode kepengurusan. Pengurus pusat terus bekerja keras menjalankan roda organisasi secara optimal sepanjang lima tahun terakhir.

Penyelesaian Target Amanat Muktamar Lampung dan Efisiensi Manajemen Organisasi

Gus Yahya mengklaim kepengurusannya berhasil memenuhi hampir seluruh target yang diamanatkan dalam Muktamar Ke-34 NU di Lampung. Pengurus wilayah dan cabang di seluruh penjuru daerah kini telah merasakan dampak langsung dari berbagai terobosan baru tersebut.

Baca Juga :  PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Inovasi sistem yang dihadirkan pengurus pusat terbukti berhasil meningkatkan efisiensi kinerja serta mempermudah manajemen internal organisasi. Pengurus daerah menikmati kemudahan tata kelola kelembagaan yang kini bergerak semakin modern dan terstruktur.

Melihat berbagai capaian positif selama masa khidmahnya, Gus Yahya menyatakan rasa optimistis yang sangat tinggi. Ia meyakini seluruh peserta muktamar akan menerima laporan pertanggungjawaban tersebut tanpa kendala berarti.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini menilai tidak ada alasan kuat bagi para muktamirin untuk menolak laporan kinerja tersebut. Pihaknya siap membuka seluruh catatan capaian organisasi secara transparan dalam forum musyawarah tertinggi NU ini.

Pembahasan Tata Tertib Sidang Pleno Pertama dan Evaluasi Kepemimpinan Organisasi

Sementara itu, jalannya Sidang Pleno I Muktamar Ke-35 NU mengagendakan pembahasan krusial mengenai tata tertib persidangan. Wakil Ketua Komisi Keorganisasian Muktamar Ke-35 NU Prof Asrorun Niam Sholeh mengonfirmasi kesiapan seluruh berkas pembahasan.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Muktamar ke-35 NU Jombang yang Dibuka Presiden Prabowo

Tim materi telah merumuskan naskah rancangan tata tertib secara matang sebelum membawa draf tersebut ke dalam forum pleno. Seluruh utusan dari pengurus wilayah dan cabang siap mendiskusikan poin-poin aturan persidangan bersama-sama.

Panitia mengarahkan pembahasan tata tertib agar mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat demi menjaga suasana ketenangan. Niam menegaskan bahwa semangat kebersamaan merupakan fondasi paling mendasar dalam setiap gelaran Muktamar NU.

Rangkaian materi Muktamar kali ini mencakup evaluasi tata tertib, isu keorganisasian, penyusunan program kerja, serta perumusan rekomendasi strategis. Selain itu, jajaran ulama juga menggelar sidang Bahtsul Masail yang terbagi dalam komisi waqi’iyah, maudhu’iyah, dan qanuniyah.

Agenda akbar ini tidak hanya berfokus pada evaluasi mendalam terhadap kinerja kepengurusan periode 2021-2026. Seluruh muktamirin juga memegang mandat penting untuk menentukan arah kepemimpinan PBNU pada masa mendatang.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB