Jakarta, dorlanhikmah.com – Masyarakat Muslim dunia kini resmi melangkah masuk ke dalam bulan kedua pada penanggalan Hijriah. Pemerintah bersama organisasi keagamaan Indonesia telah menetapkan kepastian tanggal terkait jatuhnya awal Bulan Safar 2026 di tanah air.
Berbeda dari asumsi keliru yang telanjur melekat di benak publik, Safar bukanlah waktu pembawa malapetaka. Agama Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan doktrin mengenai hari atau bulan yang identik dengan kesialan.
Perbedaan Ketetapan Tanggal
Kementerian Agama RI memprediksi awal Safar 1448 Hijriah bertepatan pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Siklus bulan kedua ini akan menyudahi fasenya pada hari Kamis, 13 Agustus 2026 mendatang.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah (LF PBNU) mengonfirmasi perhitungan tanggal yang serupa. Para ahli falak NU berhasil melihat posisi hilal secara nyata di sejumlah titik pemantauan resmi.
PBNU mengesahkan keputusan tersebut lewat Pengumuman Nomor 038/LF-PBNU/VII/2026 yang terbit hari Rabu (15/7/2026). Mereka menetapkan awal bulan Safar 1448 H jatuh pada Kamis Wage, 16 Juli 2026 M.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mematok tanggal mulainya Safar satu hari lebih cepat. Organisasi ini mengumumkan awal Safar 1448 Hijriyah jatuh pada hari Rabu, 15 Juli 2026.
Muhammadiyah mengacu pada metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam menyusun penanggalan tersebut. Perbedaan metode konvensional dan global ini kerap memunculkan selisih tanggal di Indonesia.
Ragam Ibadah yang Dianjurkan
Safar memang tidak mengusung kewajiban khusus layaknya puasa Ramadhan atau ibadah haji pada bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW juga tidak meninggalkan perintah spesifik mengenai ritual tertentu sepanjang bulan ini.
Umat Islam justru menerima anjuran untuk meningkatkan kuantitas seluruh ibadah umum secara konsisten. Anda dapat mengisi hari-hari ke depan melalui lima amalan utama di bawah ini.
1. Memperbanyak Sholat Sunnah Kaum Muslimin perlu menjaga konsistensi pengerjaan sholat fardhu berjamaah setiap hari. Anda bisa menambah pahala lewat sholat sunnah rawatib, tahajud, dhuha, hingga witir.
2. Membaca Al-Qur’an Momen ini menjadi kesempatan emas untuk mempererat interaksi harian Anda dengan kitab suci. Umat Islam dapat mengoptimalkan waktu luang untuk tilawah, tadabbur, maupun menambah hafalan ayat.
3. Memperbanyak Zikir dan Istighfar Nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan rutinitas berzikir dalam setiap hela napas beliau. Publik bisa melantunkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta memohon ampunan lewat istighfar.
4. Bersedekah Aktivitas berbagi mencerminkan bukti nyata kepedulian sosial seorang Muslim terhadap sesama manusia. Anda dapat mengulurkan bantuan finansial kepada fakir miskin, menyantuni anak yatim, atau menyumbang dakwah.
5. Berpuasa Sunnah Kaum beriman tetap berhak mengamalkan puasa reguler tanpa batasan waktu tertentu pada bulan ini. Silakan menunaikan puasa Senin-Kamis, puasa Daud, serta puasa pertengahan bulan atau Ayyamul Bidh.
Kedatangan bulan Safar idealnya memicu motivasi berbenah diri atau muhasabah total bagi kaum Muslimin. Fase ini harus menjadi batu loncatan untuk menaikkan standar ketakwaan kepada Allah SWT.(ust)










Komentar